6 Destinasi Wisata Kekinian di Jakarta, Tak Perlu Keluar Banyak Ongkos

Senin, Oktober 31, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Jakarta - DKI Jakarta terus membenahi sektor pariwisatanya. Banyak atraksi buatan diciptakan demi menarik minat wisatawan, khususnya dari dalam negeri. 

"Kita ingin memperkenalkan Jakarta yang kekinian. Setelah pandemi, apa hal-hal baru yang bisa kita lakukan di Jakarta," kata Triatin Permanik, Subkoordinator Urusan Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, di sela Famtrip Jakarta Travel Fair, Sabtu, 22 Oktober 2022

Dari sederet atraksi yang ada, tidak semuanya harus mengeluarkan banyak ongkos. Apa saja destinasi wisata kekinian yang direkomendasikan untuk dikunjungi di Jakarta dengan bujet minimal?

1. Kota Tua

Sempat ditutup selama beberapa waktu untuk direvitalisasi, kawasan Kota Tua kembali dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Sabtu, 10 September 2022. Anies pun ingin kawasan itu dikenal lagi sebagai Batavia, yang mencerminkan masa lalu sekaligus juga menghadirkan konsep kawasan kota masa depan.

Salah satu cirinya adalah dengan menetapkannya sebagai kawasan rendah emisi. Sejumlah ruas jalan yang dulu bisa dilalui kendaraan bermotor, kini ditutup dan diubah jadi pedestrian dan jalur sepeda. Meski begitu, masih saja ada satu dua pengendara sepeda motor yang nyelonong masuk tanpa malu-malu menerobos aturan. Pagar yang ada juga dihilangkan, khususnya di depan Museum Seni Rupa dan Keramik, agar lebih inklusif.

Secara umum, kawasan tersebut makin menyenangkan meski kurang rindang. Lapangan luas di siang hari terik bisa sangat menyiksa untuk wisatawan yang melintas. Rasanya ingin segera berteduh. Karena itu, jangan lupa untuk membawa topi, payung, dan pakai sunblock, serta bawa botol air minum agar terhidrasi.

Kunjungan ke Kota Tua juga tak perlu bayar biaya masuk, hanya ke museum-museum dan tempat makan yang berbayar. Jadi, kalau Anda ingin menghemat uang, bisa membawa bekal dari rumah, makan lesehan di sana, dan jangan nyampah.

2. Sky Deck Bundaran HI

Ini jadi salah satu destinasi wisata paling kekinian. Diresmikan Anies Baswedan pada Sabtu, 15 Oktober 2022, anjung pandang gratis di lantai 2 halte Bundaran HI mulai diburu warga Jakarta dan dari luar kota. Sky deck itu dibuka mulai pukul 5 pagi hingga pukul 20.45 WIB. 

"Kalau terlalu padat, jam 20.30 juga sudah ditutup," kata seorang petugas Transjakarta yang berjaga pada Minggu, 23 Oktober 2022.

Antrean panjang terlihat terutama di akhir pekan. Petugas itu menyebut akhir pekan lalu, tempat itu didatangi hampir 4.000 orang dalam sehari. Sementara, di pagi jelang pukul 09.00 WIB, sudah ada 400an orang yang datang. Mereka berburu titik terbaik untuk berfoto dengan latar patung Selamat Datang.

Antrean diperlukan lantaran kapasitas anjungan itu hanya 20 orang per sekali waktu. Tapi, ada saja yang nakal, menyerobot antrean, lantaran kurangnya pengawasan dari petugas. Padahal, pembatasan kapasitas sebenarnya bagian dari merawat fasilitas publik agar berkelanjutan.

Halte Bundaran HI sebenarnya belum tuntas direvitalisasi. Di sana-sini masih dirintangi dan berantakan karena proses pembangunan secara simultan terus berlangsung. "Nanti akan ada UMKM. Di lantai 2 juga akan dilengkapi loker dan shower. Jadi, kalau mau meeting, bisa refresh dulu di sini. Yang pasti berbayar," kata Indra Diwangkara, pemandu dari Jakarta Good Guide yang mendampingi rombongan saya.

3. JPO Pinisi

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Karet Sudirman dikenal sebagai JPO Pinisi diresmikan pertama kali pada 10 Maret 2022. Selain untuk pejalan kaki, JPO ini juga dirancang untuk memfasilitasi pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman karena banyak pejalan kaki atau pesepeda yang tidak bisa menyeberang, kecuali di ujung utara Bundaran HI.

Terdapat fasilitas lift besar yang maksimal bisa mengangkut delapan pesepeda dalam sekali waktu dari lantai dasar ke atas. Warna lintasan penyeberangan yang mencolok dan beragam sudutnya memang cantik sebagai latar foto untuk konten di media sosial. Pengunjung bisa menikmatinya tanpa dipungut biaya sama sekali.

Pastikan tidak ada jejak sampah yang ditinggalkan saat mengunjungi JPO ini. Jangan pula pipis sembarangan yang membuat pengguna lain akan terganggu penciumannya. 

"Yang jelas, pariwisata Jakarta itu kekuatannya bukan di alam, tapi di buatan. Itu yang kita kedepankan. Jadi, perbanyak lagi kawasan-kawasan yang bisa dijadikan kawasan wisata, urban tourism," kata Triatin.

4. M Bloc Space

M Bloc Space, tempat nongkrong anak muda terkini di kawasan Blok M juga punya tempat gratis yang bisa didatangi. Tak melulu kulineran, pengunjung bisa datang ke Galeri Museum Peruri yang menyimpan koleksi mesin pencetak dan penghitung uang yang digunakan di awal masa kemerdekaan Indonesia. 

Koleksi yang dipamerkan dimiliki Perusahaan Negara Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Hal itu mengingat gedung yang ditempati M Bloc saat ini adalah juga milik Peruri.

Saah satu mesin yang dipamerkan adalah mesin penghitung uang logam Heemaf. Mesin produksi Jerman itu dibuat pada 1937, tetapi baru digunakan perusahaan negara Artha Yasa pada 1957-1975. Di tempat itu juga terdapat pameran artifical intelligence, berupa uang-uang kertas zaman dulu. Wajah-wajah tokoh pada uang kertas itu dapat memunculkan ekspresi berbeda-beda, seolah hidup.

"Data terakhir kita, untuk periode triwulan ketiga jumlah wisatawan yang datang 2.960.184 orang. Angka ini akumulasi penghitungan jumlah kunjungan wisatawan nusantara yang datang ke Jakarta baik melakukan wisata maupun bisnis, diukur di 20 destinasi wisata Jakarta," kata Atin, sapaan akrab Triatin.

5. Taman Literasi

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu berlokasi di dekat Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Ruang terbuka berkonsep taman baca itu disebut untuk menampung komunitas-komunitas literasi hingga penerbit di Jakarta. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jumlahnya lebih dari 5.000 penerbit ada di Jakarta.

Selain ada ruang baca, terdapat area bermain anak yang dikelilingi pohon-pohon tinggi. Terdapat beberapa ruang kosong yang belum diketahui peruntukannya. Setidaknya, ini menjadi alternatif atraksi saat bermain ke Jakarta, alih-alih ke mal.

"Secara data, kita meyakini Jakarta ini pasti banyak masuk dari Bodetabek.... Pengunjung Bodetabek yang masuk ke Jakarta itu kulinerannya, dan Kepulauan Seribu juga rata-rata dari Bodetabek. Jakarta juga banyak event...yang datang dari sekitar Jakarta juga," ujar Atin.

Tebet Eco Park juga masuk daftar tempat rekreasi di Jakarta tanpa biaya masuk. Sejak dibuka kembali pada Senin, 15 Agustus 2022, taman yang dulunya bernama Taman Honda itu menerapkan peraturan baru. yakni pengunjung harus mendaftar di aplikasi JAKI terlebih dulu.

Kuota pengunjung juga dibatasi. Satu sesi di hari biasa sekitar 4.000 orang, dan 5.000 orang di hari libur. Ada dua sesi kunjungan, yakni sesei pertama buka pukul 07.00 - 11.00 WIB, dan sesi kedua buka pukul 13.00 - 17.00 WIB.

Pemprov DKI Jakarta juga mengatur tata tertib saat berada di kawasan Tebet Eco Park. Terdapat 21 tata tertib yang perlu diperhatikan masyarakat saat berada di ruang terbuka hijau tersebu

Sumber : liputan6

0 comments: