7 Mitos Seputar Gunung Merapi yang Dianggap Mistis

Senin, Oktober 31, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Yogyakarta - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 26 Oktober 2010, menyisakan cerita pilu yang mendalam. Kejadian 12 tahun lalu itu telah menewaskan ratusan orang, salah satunya Mbah Marijan, Sang Juru Kunci Gunung Merapi.

Gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini menjadi salah satu destinasi pendakian favorit bagi para pencinta alam. Gunung setinggi 2.930 Mdpl ini ternyata juga menyimpan berbagai mitos yang beredar di kalangan masyarakat setempat

Mengutip dari berbagai sumber, berikut beberapa mitos Gunung Merapi yang mistis:

1. Erupsi adalah Amarah Penjaga

Catatan sejarah mengatakan, dahulu Gunung Merapi memiliki nama Jamurdipa. Saat itu, Jamurdipa berlokasi di Laut Selatan Jawa.

Suatu ketika, para Dewa menginginkan Jamurdipa dipindahkan ke tengah sebagai penyeimbang. Namun, saat itu penjaga Jamurdipa yang merupakan kakak-beradik perajin keris, belum menyelesaikan pekerjaannya dan meminta waktu tambahan kepada Dewa.

Sayangnya, Dewa menolak hal tersebut. Kedua penjaga yang tersulut emosinya pun mengancam akan memunculkan petaka abadi di Gunung Merapi, salah satunya berwujud magma yang terus memanas hingga sekarang.

Selain itu, erupsi Gunung Merapi juga diyakini sebagai tuntutan kesetiaan dan pengorbanan seorang penguasa kepada rakyatnya. Rakyat harus rela menyerahkan jiwa raganya, seperti yang dilakukan mendiang Mbah Marijan.

2. Keraton di Gunung Merapi

Dalam Museum Gunungapi Merapi, tertulis informasi bahwa gunung tersebut memiliki tempat yang angker dan sakral. Tempat terangker Gunung Merapi berada di kawahnya yang disebut sebagai istana dan pusat Keraton makhluk halus Gunung Merapi.

Masyarakat sekitar lereng sering mendengar dan melihat Keraton, bala tentara, serta rajanya melalui mimpi dan suara. Bahkan, mereka mempercayai suatu mitos bahwa ketika meninggal dunia, masyarakat lereng Gunung Merapi akan menjadi prajurit atau penduduk yang mengelola lahan pertanian milik Keraton Merapi.

Pintu Gerbang Keraton Merapi

3. Gunung Wutoh ssbagai Pintu Gerbang Keraton Merapi

Masih seputar Keraton di Gunung Merapi, Gunung Wutoh juga dianggap sebagai bagian Keraton Merapi yang angker. Gunung Wutoh dipercaya sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi.

Gunung Wutoh dijaga oleh makhluk halus, yaitu Nyai Gadung Melati, yang bertugas melindungi lingkungan, tanaman, serta hewan di wilayah gunung.

4. Pasar Gaib Bubrah

Mitos dan cerita mistis yang satu ini sudah menjadi rahasia umum. Adalah Pasar Bubrah yang berada di bawah puncak Gunung Merapi dan berisi batuan serta pasir.

Pasar Bubrah dipercaya sebagai pasar besar Keraton Merapi. Layaknya pasar pada umummya, beberapa pendaki pernah mendengar keramaian transaksi jual-beli.

Tempat Angker

5. Bunker Angker

Konon, pernah ada seorang wisatawan yang mengikuti lava tour dan perlahan menghampiri bunker. Bunker tersebut memiliki tangga menurun ke arah pintu.

Diceritakan, wisatawan tersebut turun dan menengok situasi di dalam bunker yang gelap. Ia mendorong pintu besi bunker yang berat tersebut dan menemukan satu ruangan luas seukuran ruang kelas di dalamnya.

Ruangan tersebut berbentuk setengah lingkaran dengan bekas lahar panas yang telah membatu di tengah bunker. Usai menengok kondisi di dalam bunker, wisatawan tersebut tiba-tiba mendengar suara menangis dari bunker.

6. Banyak Tempat yang Dianggap Angker

Hutan, sumber air, petilasan, sungai, dan jurang dianggap sebagai tempat yang angker. Salah satu lokasi yang juga dianggap angker adalah Hutan Patuk Alap-alap.

Hutan ini digunakan sebagai tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi. Selain hutan tersebut, ada juga tempat angker lainnya, di antaranya Hutan Gamelan dan Bingungan, Hutan Pijen dan Blumbang, Bukit Turgo,Plawangan, Telaga putri, Muncar, Goa Jepang, Umbul Temanten, Bebeng, Ringin Putih, dan Watu Gajah.

7. Pantang Menangkap Binatang Keramat

Beberapa jenis binatang keramat yang tinggal di hutan sekeliling Gunung Merapi dianggap dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh.

Pun dengan kuda yang tinggal di Hutan Patuk Alap-alap berada di sekitar Gunung Wutoh. Sementara itu, di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur, kuda tersebut diyakini sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta Keraton Merapi.

Sumber : liputan6

0 comments: