Banyak Tengkorak di Gua Ini, Suasana Mistis Kuat Terasa Bikin Merinding

Kamis, Oktober 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 10 10 408 2683977 banyak-tengkorak-di-gua-ini-suasana-mistis-kuat-terasa-bikin-merinding-VSwbGN1qcP.JPGGua Tengkorak di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Foto: MPI/M. Rusli)

DI DESA Lawolatu, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat sebuah gua yang disebut masyarakat lokal (Tolaki), Kumapo Lawolatu atau lebih dikenal sebagai gua tengkorak.

Sesuai penamaannya, di tempat ini tersimpan ratusan tulang dan tengkorak kepala manusia yang diperkirakan hidup pada abad ke-14 silam.

Goa tengkorak terletak di Bukit Tetenona di ketinggian 210 Mdpl. Jaraknya kurang lebih 30 Km dari ibu kota Kolut, Lasusua dan sejauh 1 Km dari pusat Kecamatan Ngapa. Dari Jalan Trans Sulawesi setempat, jalur yang dilalui untuk sampai ke kaki bukit goa tengkorak berupa rabat beton yang bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua.

Dari kaki bukit itulah, ada ratusan anak tangga yang harus ditaklukkan dengan berjalan kaki menapaki kemiringan 40-50 derajat. Liang-liang kecil, semak belukar dan pepohonan yang tumbuh lebat di sepanjang jalur pendakian memacu adrenalin pengunjung.

Lega tiba di lokasi namun terasa merinding saat melangkah ke mulut gua. Betapa tidak tulang-belulang dan tengkorak manusia itu bisa langsung disaksikan menumpuk pada stalagmit hingga lorong utama yang tak terjamah cahaya matahari langsung.

Gua ini memiliki lambung dengan titik terlebarnya diperkirakan mencapai 20 meter dan tinggi hingga 15 meter. Luas lahannya memanjang sejauh 60,43 meter dan lebar 28,41 meter. Langit-langitnya yang gelap dihiasi stalaktit menjadi tempat favorit kelelawar bergelantungan.

Tumpukan tengkorak kepala manusia itu bisa dijumpai di beberapa titik dalam goa. Ada pula yang berserakan di tanah dan diselipkan pada dinding batuan yang berlubang.

Gua yang menyimpan banyak tulang manusia itu dulunya disebut sebagai pemakaman namun tidak dengan cara dikuburkan dalam tanah. Mereka diletakkan di dalam liang berikut benda-benda berharga milik miliknya sebagai bekal ke alam lain

Yang mengherankan, dari ratusan rangka tubuh manusia yang ada, hanya tulang lengan, hasta, betis, paha dan tengkorak kepala manusia yang bisa dijumpai. Ada juga serpihan keranik dan piring bermotif tak utuh, bekas galian, coretan di dinding dan sampah plastik berserakan. Vandalisme telah masuk ke goa itu.

Melangkah lebih dalam, ada ruang terbuka hijau berdiameter sekitar 50 meter persegi yang ditumbuhi pepohonan besar. Masih ada lorong-lorong kecil lainnya di beberapa sudut terpisah dan tersimpan tengkorak manusia namun jarang ditapaki pengunjung.

Tengkorak manusia ini banyak yang tidak utuh lagi. Demikian juga dengan kayu peti penyimpanan jasad tersisa serpihan semata yang termakan usia kayu ataukah unsur kesengajaan tangan jahil manusia.

Jadi sasaran penjarahan, kini dilindungi Undang-undang

Gua yang berisi ratusan tengkorak manusia tersebut diklaim pertama kali ditemukan tim ekspedisi NKRI koridor Sulawesi, Subkorwil IX/Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 2013 silam. Bersama peneliti dari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, Goa Tengkorak itu diperkirakan merupakan kuburan Suku Tolaki pada abad ke 14.

Pada zaman itu, masyarakat memiliki tradisi mengubur orang yang telah meninggal bersama dengan harta benda dan barang berharga lainnya. Mereka mempercayai, benda-benda itu menjadi bekal roh di alam yang baru ditempatnya. Hal ini menarik para pemburu benda pusaka dan barang antik melakukan penjarahan.

Kabid Kebudayaan Dikbud Kolaka Utara, Sadaruddin yang ditemui MNC Portal Indonesia di ruang kerjanya menerangkan, maraknya aksi penjarahan hingga tempat ini diusulkan dan telah ditetapkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Sulsel pada 12 Agustus 2022.

Yang masih bisa terselamatkan di tempat itu semisal manik-manik, cincin, gelang, parang dan mata tombak. "Pernah kami pertanyakan karena ada beberapa masyarakat yang telah menemukan di tempat itu seperti guci maupun keris tetapi agak berat diperoleh kembali karena dulu mereka barter dengan hasil bumi (perkebunan)," ujarnya, Senin, 10 Oktober 2022.

Saat ini, gua tengkorak telah memiliki juru pelihara yang digaji khusus langsung dari kementerian melalui BPCB. Pihaknya juga masih menyimpan dengan peninggalan-peninggalan yang bersumber dari lokasi lain karena ragu akan keamannya jika dimesiumkan di Kendari

Benda peninggalan kehidupan masa lampau itu meliputi 2 gelang kuno, wajan, 5 tatakan, 1 mata tombak, cerek kuningan, gong, 4 parang, cetakan kue dan sebuah tempat sirih. "Kan belum lama ini pernah kebobolan (Museum Kendari). Yang kami takutkan jika terulang lagi dan benda ini hilang jejak maka sirnalah sudah," ungkap Sadaruddin.

Dikbud Kolut saat ini telah mengusulkan 7 situs lainnya guna bisa disahkan Undang-Undang meliputi 4 makam Mokole (pimpinan wilayah kerajaan) yakni Rahambuu, Wawaruo, Watunohu dan Kodeoha yang terhimpun dalam Patowonua, goa datu dan sebuah ceruk yang masih menyimpan peti jenazah berukir yang masih utuh.

Sumber : okezone

0 comments: