Begini Kehidupan Hewan Pertama di Bumi, Lawan Cuaca Paling Ekstrem

Sabtu, Oktober 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Fosil dari Mistaken Point Ecological Reserve, Newfoundland, Kanada, berusia sekitar 564 juta tahun. Foto: British Antarctic Survey

Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa hewan pertama di Bumi telah bertarung melawan cuaca paling ekstrem. Mereka diketahui hidup di laut kutub yang dingin dalam beberapa periode.

Tim peneliti yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal Global Change Biology minggu ini mencatat strategi bertahan hidup yang menakjubkan dari makhluk laut kutub. Hewan pertama di Bumi tersebut bisa berevolusi lebih awal dari yang fosil tertua yang diperkirakan saat ini.


Menurut catatan fosil, hewan paling awal di Bumi hidup pada 572-602 juta tahun yang lalu, sama seperti dunia keluar dari zaman es yang besar. Sementara itu, studi molekuler menunjukkan asal-usul yang lebih awal, yakni hingga 850 juta tahun yang lalu.

Jika catatan tersebut benar, para peneliti yakin bahwa hewan-hewan tersebut telah bertahan pada kurun waktu dari beberapa zaman es global, ketika seluruh atau sebagian besar Bumi masih terbungkus dalam es.

Para peneliti menyebut, jika kehidupan hewan memang muncul sebelum, atau selama periode glasial ekstrem ini, ia akan menghadapi kondisi seperti habitat laut modern yang ditemukan di Antartika dan Kutub Utara saat ini, dan memerlukan strategi bertahan hidup yang serupa.

Dijelaskan lebih lanjut, selama jutaan tahun, ekspansi dan kontraksi lapisan es selama periode dingin dan hangat telah mendorong evolusi ribuan spesies hewan dan tumbuhan unik Antartika. Hal yang sama bisa berlaku untuk evolusi kehidupan hewan di Bumi.

Sementara bagi manusia, daerah kutub tampak seperti lingkungan yang paling tidak bersahabat bagi kehidupan. Di wilayah itulah tempat yang sempurna untuk mempelajari masa lalu dan potensi kehidupan di alam semesta di luar planet kita, seperti di bulan-bulan es seperti Eropa.

"Karya ini menyoroti bagaimana beberapa hewan di daerah kutub sangat beradaptasi dengan kehidupan di dalam dan di sekitar es," ujar ahli biologi kelautan dan penulis utama penelitian, Dr Huw Griffiths dari British Antarctic Survey (BAS), seperti dikutip dari Science Daily, Jumat (14/10/2022).

"Dan seberapa banyak mereka dapat mengajari kita tentang evolusi dan kelangsungan hidup kehidupan di masa lalu atau bahkan di planet lain," imbuhnya.

Griffiths menyebut, hewan yang ia maksud bisa saja hewan yang hidup di bawah bongkahan es yang terletak di dasar laut, spons yang hidup ratusan kilometer di bawah lapisan es terapung yang tebal, atau organisme yang beradaptasi untuk hidup di air laut yang lebih dingin dari -2°C.

Ia mengatakan, kondisi dingin dan es telah membantu mendorong sirkulasi laut, membawa oksigen ke kedalaman laut, dan membuat tempat-tempat tersebut cocok sebagai tempat tinggal para hewan saat itu.

Dr Rowan Whittle, ahli paleontologi kutub di BAS dan rekan penulis studi tersebut mengatakan, dalam kasus ini mereka mencari habitat terdingin dan paling ekstrem di Bumi untuk membantu memahami kondisi yang mungkin dihadapi hewan pertama dan bagaimana makhluk kutub modern berkembang di bawah cuaca tersebut.

Pada akhirnya, para peneliti menyebut, kelompok hewan pertama di Bumi yang sekarang sudah punah mungkin telah hidup melalui beberapa periode paling ekstrem, dingin, dan sedingin es yang pernah ada di dunia.



Sumber : detik.com

0 comments: