Lansia 83 Tahun Ikut Nikah Bareng di Malioboro dengan Mahar Gudeg

Sabtu, Oktober 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Sunardi (83) saat melakukan akad nikah di Teras Malioboro, Jumat (30/9/2022). Foto: istimewa
Seorang lansia berusia 83 tahun, Sunardi, mengikuti kegiatan nikah bareng di Malioboro, Yogyakarta. Kakek asal Bantul itu menikah dengan Wagiyah (60).
Uniknya, 15 pasang pengantin dalam kegiatan Nikah bareng Malioboro itu dilakukan di atas 5 buah tangga beralaskan karpet yang membentang di Teras Malioboro 2. Tangga itu dinaiki oleh 2 calon pengantin, 2 saksi, dan satu penghulu.
"(Itu) melambangkan 5 sila Pancasila yang dimana tangga berfilosofi bahwa pasangan yang akan menikah harus menaiki dan melewati tangga kehidupan naik dan turun harus bersama menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup," ujar Ketua Golek Garwo Fortais Indonesia dan Nikah Baareng Nasional, RM Ryan Budy Nuryanto, Jumat (30/9/2022).
Selain prosesi akad yang dilakukan di tempat yang unik, mahar yang diberikan juga tak biasa. Bila biasanya hanya emas dan seperangkat alat salat, maka berbeda dengan yang satu ini.
"Mahar yang diberikan juga unik yaitu cincin kawin 2 gram, seperangkat alat sholat dan juga gudeg kendil, dimana gudeg sebagai ikon kuliner khas Jogja yang mendunia," ujarnya.
Kegiatan Nikah Bareng ini pun menarik perhatian wisatawan yang melintas di kawasan Malioboro. Pernikahan ini juga berkesan bagi Sunardi dan Wagiyah, yang merupakan pasangan tertua.
Selain itu, ada pula pasangan disabilitas Hestiningsih dan Tri Waluyo yang berangkat naik sepeda motor dari tempat asal di Boyolali menuju Jogja, dimana kota yang penuh kenangan bagi mereka dan akhirnya menyatukan mereka diikatan pernikahan.
Salah satu peserta nikah bareng di Teras Malioboro Jogja, Jumat (30/9/2022). Foto: istimewa
"Kami menggelar acara di Malioboro karena untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa kawasan Malioboro kini telah tertata dan nyaman," katanya.
"Kota Yogyakarta memiliki SDM yang berpotensi untuk mempromosikan pariwisata dimana punya berbagai julukan sebagai Kota Batik, Kota Pelajar, Kota Pluralisme dan sudah saatnya Yogyakarta jadi pusat wedding (pernikahan) Dunia," lanjutnya.


Sumber : kumparan.com

0 comments: