Menguak Keunikan Mahakam, Sungai Penuh Cinta di Kalimantan Timur

Jumat, Oktober 28, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


SUNGAI Mahakam merupakan sungai terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain jadi sumber kehidupan masyarakat, Mahakam juga mengundang daya tarik wisata karena ada banyak keunikan dari sungai yang bermuara di Selat Makassar ini.

Sungai Mahakam memberi banyak keberhakahan. Di sungai ini warga membuat pasar apung, menggelar jual beli di atas air dengan menggunakan perahu. Ada juga rumah apung.

Dikutip dari akun Instagram @indoflashlight, terdapat sejumlah rumah apung di atas aliran Sungai Mahakam. Tak hanya sekadar bangunan, tapi juga lengkap dengan perabotan rumah tangga, serta terdapat deretan baju yang sedang dijemur layaknya halaman.

 Ilustrasi

Sungai Mahakam (Sindonews)

Jika Anda berkesempatan datang ke Sungai Mahakam, maka akan melihat rumah apung yang sedang berlalu lalang. Sementara itu, untuk listriknya masih menggunakan tenaga diesel dan tenaga surya.

Mahakam merupakan sungai terpanjang kedua di Indonesia dengan panjang mencapai 192 kilo meter (km), dan luas sekitar 149.277 km persegi.

Melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di sungai hidup spesies mamalia ikan air tawar yang terancam punah, yakni Pesut Mahakam.

Tak heran apabila sungai satu ini dimanfaatkan sebagai mata pencaharian, bahkan jadi area tempat tinggal bagi warga setempat. Salah satunya adalah rumah apung, menjadi tanda bawah Sungai Mahakam sangat penting bagi masyarakat Kaltim.

Kemudian dilansir dari laman Dispar Kabupaten Kutai Kartanegara, nama Mahakam berasal dari bahasa Sansekerta, yang terbagi dalam dua etimologi, yakni kata Maha dan Kama.

Maha berarti tinggi atau besar. Sedangkan Kama berarti cinta. Artinya, Mahakam adalah cinta yang agung.

Sesuai dengan falsafah penduduk asli Kutai bahwa sekali minum air Sungai Mahakam maka akan terpikat hati dan ingin kembali lagi untuk menetap di Kalimantan.


Air Sungai Mahakam bersumber dari Pegunungan Iban yang berada di tengah Pulau Kalimantan, tepatnya di dekat perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Sungai tersebut bermuara di Selat Makassar, tepatnya ke arah timur dan tenggara Kota Samarinda. Sungai Mahakam juga menjadi induk dari 13 sungai. Sungai Mahakam memiliki beberapa anak sungai diantaranya adalah Sungai Belayan, Sungai Lawa, Sungai Kedang Kepala, Sungai Telen, dan Sungai Tenggarong.

Sungai ini juga memiliki sejarah yang panjang. Sejak abad ke-4 Masehi, Sungai Mahakam telah dilintasi para pelaut dari mancanegara, seperti dari India dan Tiongkok yang melakukan aktivitas perdagangan.

 Ilustrasi

Hal tersebut diketahui dari jejak-jejak arkeologi yang ditemukan di Muara Kaman, yang merupakan pusat Kerajaan Kutai Martadipura. Keberadaan Sungai Mahakam sudah dimanfaatkan masyarakat sejak zaman dahulu, tercatat pada zaman Kerajaan Kutai pada tahun 350-400 Masehi dan Kesultanan Kutai Kartanegara dari tahun 1300-1945.

Nah, selain bisa berwisata dan berkenalan dengan kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Anda juga bisa mengeksplor sejarah di dalamnya. Bahwasannya, Indonesia kaya akan keindahan alam, budaya serta sejarah yang bisa menjadi warisan pengetahuan. 


Sumber : OKEZONE.COM

0 comments: