Panda Hadiah dari China untuk Taiwan Sekarat, Diduga Akibat Tumor Otak

Sabtu, Oktober 29, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Taiwan mengundang ahli kedokteran hewan China saat panda hampir mati. Foto: Dok. AFP

Seekor panda jantan pemberian China untuk Taiwan, Tuan Tuan, dikabarkan sekarat dan telah dipindahkan ke perawatan khusus hewan berusia senja.
Terkait hal ini, tim dokter hewan dari Beijing akan didatangkan untuk memeriksa kesehatan panda berusia 18 tahun tersebut.
Kabar itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Satwa dari Kebun Binatang Taipei, Eve Wang, kepada wartawan pada Jumat (28/10). Pihaknya mengatakan, tim dokter hewan dari China nantinya akan menetap selama tujuh hari untuk mengamati perkembangan kesehatan Tuan Tuan.
“Tujuan utamanya adalah untuk mengunjungi Tuan Tuan dan melihat kondisinya saat ini,” ujar Eve, seperti dikutip dari AFP.
“Mereka menyatakan keinginan mereka untuk datang langsung mengunjungi Tuan Tuan. Saya juga berpikir itu akan menjadi perjalanan yang sangat bermakna,” jelas dia.
Belum dapat dipastikan kapan tim dokter hewan akan tiba, tetapi Dewan Urusan Daratan Taiwan pada Rabu (26/10) pekan ini mengatakan, pihaknya sedang memproses pengajuan visa mereka.
Pada 2008, pemerintah Beijing memberikan dua panda untuk Taipei – panda jantan Tuan Tuan beserta pasangan betinanya, Yuan Yuan.

Partai Komunis China kala itu menyebut, gabungan kedua nama itu diartikan sebagai ‘reuni’ dan ‘persatuan’. Kala itu pula, hubungan kedua negara masih hangat di bawah kepresidenan pemimpin pro-Beijing Ma Ying-jeou.
Pasangan panda ini menjadi bintang besar di Taiwan, dan Yuan Yuan sempat melahirkan dua anak betina.
Seiring waktu berlalu, pada Agustus tahun ini dokter hewan dari Kebun Binatang Taipei menyadari bahwa Tuan Tuan mulai menderita kejang-kejang dan kesehatannya menurun. Ia pun diberikan obat anti-kejang, namun kondisinya tidak membaik.
Pada awal pekan ini, Kebun Binatang Taipei melaporkan, Tuan Tuan diduga menderita tumor otak dan oleh karenanya, ia dipindahkan ke perawatan paliatif (perawatan terhadap penyakit yang tidak dapat disembuhkan).
Hubungan diplomatik antara China dan Taiwan telah merenggang sejak 2016, ketika Presiden Tsai Ing-wen yang pro-kemerdekaan naik ke tampuk kekuasaan.
Sejak itu pula, Beijing memutuskan komunikasi resmi serta kunjungan pemerintahan antara kedua negara semakin jarang dilakukan. Ketegangan militer juga terjadi di perbatasan masing-masing negara.
Meski begitu, situasi kesehatan Tuan Tuan yang sekarang sekarat dijadikan sebagai pengecualian.

Sumber : kumparan.com

0 comments: