Perayaan Halloween, Intip Gurihnya Bisnis Labu Kuning Tembus Rp7,7 Triliun

Senin, Oktober 31, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Inspirasi bisnis labu kuning (Foto: AP)

Perayaan Halloween erat kaitannya dengan labu kuning atau labu parang alias pumpkin. Labu kuning biasanya digunakan untuk hiasan pada saat perayaan halloween di Amerika Serikat.

Sejak akhir Agustus panen labu kuning melimpah bukan hanya dalam bentuk utuh, tetapi juga berupa rempah atau perasa. Bisnis labu kuning ternyata memiliki potensi hingga USD500 juta atau setara Rp7,7 triliun (kurs Rp15.500).

Minuman yang tengah populer adalah pumpkin spice latte yang ditawarkan setiap menjelang musim gugur di Amerika. Selain itu, berbagai produk baru terkait pumpkin diperkenalkan setiap tahun. Misalnya, kantong sampah beraroma labu, yang ludas terjual.

Labu berwarna cerah itu memang memiliki tempat khusus di hati, pikiran dan dompet orang Amerika. Data Nielsen menunjukkan, orang Amerika membelanjakan sekitar setengah miliar dolar untuk produk rempah dari labu setiap tahun.

Starbucks dilaporkan menjual 20 juta pumpkin spice latte setiap tahun. Menurut raksasa kopi itu, minuman tersebut begitu disukai sehingga perusahaan mencatat pekan penjualan terbaik sepanjang masa ketika minuman itu ditawarkan kembali pada 30 Agustus.

“Itu bagian dari tradisi. Dan masuk dalam film. Labu parang sebagai rempah juga menciptakan budaya yang baik sehingga ada donat labu parang, minuman, semuanya. Beragam sabun, sabun batangan, semuanya, saya menghargainya," ujar Nick Kokot, 20, mahasiswa yang mengaku suka labu parang, dilansir dari VOA, Senin (31/10/2022).


Namun apa yang mendorong orang mendadak tergila-gila pada labu parang setiap Musim Gugur?

"Tidak ada alasan yang praktis untuk membubuhkan pumpkin ke dalam kopi, memajangnya di beranda, atau untuk mengolahnya menjadi selai manis dan menyisipkannya ke dalam pai kita," tukasnya.

"Tetapi tradisi modern itu sebenarnya berasal dari tradisi yang jauh lebih tua yang mengaitkan labu parang dengan pertanian kecil milik keluarga. Jenis pertanian kecil keluarga yang indah dalam kehidupan Amerika," tambah Cindy Ott, pakar sejarah yang juga merupakan seorang dosen dan penulis 'Pumpkin: The Curious History of an American Icon.

Dengan menggunakan sejumlah besar sumber, termasuk lagu-lagu berusia 100 tahun, lukisan, buku masak, dan banyak sumber lain, Ott dapat melacak kecintaan Amerika terhadap labu kuning sampai ke masa-masa awal negara itu.

"Orang Amerika sendiri akan bertanya kepada ribuan sesamanya, 'mengapa Anda suka pumpkin’? Mereka tidak bisa menjawab mengapa mereka menyukainya. Itu sebabnya saya melakukan penelitian ini. Untuk melihat sejarah dan mencari tahu tentang ide-ide ini, di mana mereka dirumuskan," kata Ott.

Dalam bukunya, Ott secara detail menulis tentang bangkitnya reputasi labu kuning yang buruk semasa kolonial Amerika sampai akhirnya sayur atau buah itu menjadi kebanggaan dan orang tidak malu menanamnya pada abad ke-19. Bahkan labu parang ketika itu mulai dilihat sebagai simbol kesederhanaan kehidupan pertanian.

Mengolah kebun, bekerja untuk mendapatkan hasil bumi telah menjadi tanda kebajikan moral dan menciptakan warga negara yang baik dan semacam cita-cita lama, papar Ott. Cita-cita seperti itulah yang dapat dihadirkan oleh labu.


Sumber : okezone.com

0 comments: