Presiden Korsel Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi Itaewon

Senin, Oktober 31, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan masa berkabung nasional selama sepekan setelah 151 orang tewas akibat tragedi Itaewon pada Sabtu (29/10). (AFP)

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan masa berkabung nasional selama sepekan setelah 151 orang tewas akibat berdesakan ketika merayakan Halloween di Itaewon pada Sabtu (29/10).

"Pemerintah akan mencanangkan periode hari ini hingga insiden ini terkendali sebagai masa berkabung nasional dan akan memprioritaskan terkait urusan administrasi untuk pemulihan dan langkah-langkah lanjutan," ujar Yoon, seperti dikutip kantor berita Yonhap.


Setelah itu, Perdana Menteri Korsel, Han Duck Soo, menjabarkan lebih lanjut bahwa masa berkabung itu ditetapkan sejak Minggu hingga Sabtu (5/11).

Pemerintah Korsel juga akan membangun altar untuk berduka di Seoul. Di altar itu nantinya warga dapat mengenang para korban tragedi Itaewon.

Sementara itu, Yoon juga memerintahkan semua kantor pemerintahan untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung ini.

Yoon kemudian kembali menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia juga berharap korban terluka dapat segera pulih.

"Ini sangat tragis. Tragedi dan bencana yang seharusnya tak terjadi di jantung Seoul kemarin malam," kata Yoon, sebagaimana dilansir Reuters.

Tragedi ini memang dianggap tragis karena 151 orang itu tewas akibat berdesakan dan terinjak ketika sedang merayakan Halloween di kawasan Itaewon.

Para warga antusias karena ini merupakan kali pertama mereka dapat merayakan Halloween setelah tiga pekan terhalang pandemi Covid-19.

Yoon berjanji bakal mengusut tuntas tragedi di pesta Halloween di Itaewon yang seharusnya menjadi ajang bersenang-senang tersebut.

"Yang paling penting adalah menentukan penyebab insiden dan mencegah insiden serupa. Kami akan menyelidiki penyebab insiden dan membuat perubahan fundamental agar insiden serupa tak terjadi di masa mendatang," katanya.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: