Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun di Australia, Ada Apa Saja yang Baru?

Kamis, Oktober 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Singapura - Seperti negara-negara lain di dunia, Australia juga sudah membuka kembali perbatasan mereka untuk wisatawan mancanegara (wisman), termasuk dari Indonesia. Jadi, ada apa saja yang baru di Negeri Kanguru?

Country Managers Tourism Australia di Indonesia, Agitya Nuraini, mengatakan bahwa setelah kembali membuka perbatasan, alih-alih semata tempat, Australia lebih ingin menawarkan pengalaman untuk para pelancong. "Salah satunya adalah star gazing di Blue Mountain," kata Agitya saat ditemui di acara perilisan kampanye wisata Australia dalam format film animasi pendek bertajuk "Come and Say G'day" di Projector X Picturehouse, The Cathay, Singapura

Ia menyambung, "Blue Mountain berjarak 60 menit berkendara dari Sydney. Saat masih terang, pengunjung direkomendasikan untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan sekitar. Baru setelah sunset bisa star gazing."

"Lalu, di Melbourne," tutur Agitya. "Sekarang sudah banyak display art. THE LUME Melbourne salah satunya yang menawarkan digital art experience."

Tidak ketinggalan, Australia Barat juga mau menarik banyak pasang mata lewat promosi Pink Beach. "Turis dari Indonesia cenderung suka pemandangan Instagramable, makanya Pink Beach ini cocok," katanya.

Semuanya memang bisa jadi inspirasi destinasi liburan akhir tahun, namun jika ingin tempat yang cenderung sejuk, Agitya punya rekomendasi lain. "Musim di Australia kan berlawanan dengan belahan dunia lain. Desember-Januari itu di sana musim panas," tuturnya. "Kalau mau ke wilayah tidak terlalu panas, bisa bergeser ke Tasmania."

Bagaimana dengan Ketentuan Visa Turis?

Agitya menyebut bahwa 10 hari jadi waktu ideal untuk berkunjung ke Australia. "Tapi, kalau mau cuma tujuh hari juga sudah lumayan," katanya, menambahkan bahwa Tourism Australia tengah mempromosikan perjalanan monostate.

"Diam di satu negara bagian saja sebenarnya sudah bisa mengeksplorasi banyak tempat," ia mengatakan. "Tapi, jika mau mengunjungi banyak tempat, selain pesawat, direkomendasikan juga untuk road tripView-nya luar biasa cantik, selain mengakali harga tiket pesawat domestik (di Australia) yang masih cukup tinggi."

Soal visa turis, Agitya mengatakan, "Kabar baiknya, ada ketentuan khusus bagi pemegang visa turis yang habis pada 20 Maret 2020 sampai 30 Juni 2022. Mereka bisa reapply tanpa biaya tambahan. Batas pengajuan kembali visa tersebut sampai Desember 2022."

Sejak perbatasan Australia dibuka sampai Agustus 2022, tercatat 45 ribu orang Indonesia bepergian ke Negeri Kanguru menggunakan visa turis. "Turis Indonesia menempati peringkat ke-7 untuk seluruh (wilayah) Australia," katanya. "74 persen pengunjung dari Indonesia itu adalah repeat visitor. Mereka suka dengan pengalaman di Australia, makanya datang lagi."

Come and Say G'day

Mendorong kunjungan lebih banyak wisman, termasuk dari Indonesia, Tourism Australia telah merilis kampanye terbaru dalam bentuk film animasi pendek. Bertajuk "G'day," klip yang sudah rilis, termasuk di kanal YouTube Australia itu bertujuan mengundang wisman untuk "Come and Say G'day."

"Jadi, masing-masing wisatawan akan membuat G'day versi masing-masing," kata General Manager Regional Tourism Australia, South and South East Asia (SSEA), Brent Anderson, di kesempatan yang sama. Selain, ini juga menandai babak baru yang menarik dalam menceritakan kisah Australia pada dunia.

Digarap sutradara terkenal asal Australia, Michael Gracey, yang juga merupakan sutradara film The Greatest Showman, film pendek G'day menunjukkan petualangan boneka suvenir berbentuk kanguru bernama Ruby. Karakter itu disuarakan aktor Australia, Rose Byrne.

Juga, ada mainan unicorn bernama Louie, yang disuarakan aktor Will Arnett. Film pendek ini mengikuti Ruby dan Louie saat mereka kabur dari toko suvenir yang terletak di Great Barrier Reef dan berpetualangan luar biasa di seputar Australia. 

Sumber : liputan6

0 comments: