Tips Atasi Anak yang Kecanduan Media Sosial

Rabu, Oktober 26, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Masalah kecanduan media sosial mungkin menjadi salah satu perhatian di era digital seperti ini. Meski bukan termasuk masalah kesehatan mental, kondisi ini tentu mengkhawatirkan bila dialami oleh orang-orang di sekitar kita, termasuk anak-anak.
Mengutip Parents, para ahli mendefinisikan kecanduan media sosial sebagai kecanduan perilaku atau kecanduan non-zat. Hal itu merujuk pada hubungan media sosial dengan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter yang dibuat di otak atau yang dikenal sebagai hormon rasa senang. Adanya like, share, atau komentar positif membuat tubuh melepaskan hormon dopamin, sehingga seseorang menjadi kecanduan media sosial.
Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 38 persen anak usia praremaja menggunakan media sosial pada tahun tersebut. Sekitar 1 dari 5 anak menggunakan media sosial setiap hari.
Lantas, seperti apa tanda anak mengalami kecanduan media sosial dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini, Moms.

Tanda Anak Kecanduan Media Sosial

Menurut seorang peneliti kesehatan digital dan perilaku di Institut Penelitian Medis Feinstrein di Northwell Health Julia Tartaglia, MD., beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak mengalami kecanduan media sosial yaitu sebagai berikut.
  1. Menghabiskan lebih banyak waktu secara online termasuk di media sosial, dibanding di kehidupan nyata.
  2. Kehilangan teman, mengalami penurunan nilai di sekolah, dan terlibat konflik dengan orang tua atau guru karena penggunaan media sosial.
  3. Sulit mengurangi dan berhenti dari aktivitas di media sosial.
  4. Mengabaikan kebersihan diri, makan, tidur, dan olahraga, karena terlalu fokus pada aktivitas online.

Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial pada Anak

Membuka komunikasi dengan anak merupakan langkah pertama bagi orang tua untuk mengatasi masalah kecanduan media sosial pada anak, terutama yang berkaitan dengan pembatasan screen time untuk si kecil. Ya Moms, membatasi screen time untuk anak dapat mencegah kecanduan media sosial di kemudian hari.
“Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara screen time yang berlebihan, hasil psikologis, dan perkembangan yang lebih buruk, terutama pada anak-anak yang lebih muda. Ini menunjukkan bahwa membatasi screen time yang berlebihan banyak manfaatnya,” jelas dr. Tartaglia.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk mendorong pemikiran kritis pada anak terkait penggunaan media sosial. Misalnya, tanyakan pada anak, menurutnya berapa lama waktu yang ideal yang bisa digunakan untuk scrolling TikTok atau menonton YouTube. Kemudian, katakan padanya bahwa waktu yang ia habiskan itu mungkin bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.
Meski begitu, dalam mengatasi kecanduan media sosial pada anak, akan lebih baik jika orang tua mendengarkan anak dibanding menghabiskan tenaga untuk memarahinya. Pasalnya, si kecil mungkin akan lebih sering mengabaikan jika orang tua melibatkan emosi.
Alih-alih menghapus aplikasi media sosial dari ponselnya, Anda bisa duduk bersama anak dan diskusikan apa yang ia suka dan tidak suka dari media sosial. Selanjutnya, ajak anak mengurangi durasi bermain media sosial secara perlahan. Jika usaha yang Anda lakukan belum menunjukkan titik terang, cobalah libatkan psikolog untuk mengatasi masalah tersebut.

Sumber : kumparan.com

0 comments: