Unik, Selama Musim Dingin di Jepang Akan Ada Minimarket yang Terbuat dari Es

Kamis, Oktober 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi minimarket di Jepang. Foto: Samuel Ponce/Shutterstock
Jepang merupakan salah satu destinasi wisata favorit turis asing yang harus dikunjungi setiap tahunnya.
Di sana para turis akan dimanjakan dengan pemandangan indah, tempat-tempat berbelanja, hingga kuliner-kuliner enak yang sayang untuk dilewatkan.
Walaupun begitu, inovasi para pelaku wisata di Jepang tidak pernah ada habisnya, demi menarik perhatian para turis. Kini, Jepang sedang membangun sebuah minimarket yang mungkin tidak biasa.
Kok minimarket tidak biasa? Bukannya di Jepang banyak minimarket? Enggak, minimarket ini beda dan hanya bisa dibangun di Hokkaido.
Dilansir Sora News24, musim dingin ini akan ada minimarket unik di Jepang, bukan hanya karena produknya, tapi karena toko itu sendiri.
Sebagai prefektur paling utara Jepang, Hokkaido menjadi sangat dingin di musim dingin. Kondisi ini pun berlaku dua kali lipat untuk Shimukappu, sebuah kota di Hokkaido yang terletak di pegunungan, di mana suhunya bisa turun hingga minus 30 derajat Celsius.
Berkat kondisi dingin itu, Shimukappu akan memiliki minimarket yang terbuat dari es bernama Seicomart. Ini akan menjadi toko cabang, setelah pusatnya sendiri berada di Hokkaido.
Selain produk Seicomart reguler, minimarket tersebut juga akan memiliki konter “Ice Chef”, dengan makanan penutup yogurt beku khusus yang disajikan dalam hidangan yang terbuat dari es.
Suhu dingin yang memungkinkan minimarket es ini berada di Shimukappu. Seikomart yang terbuat dari es akan dibangun di lahan Hoshino Resorts Tomamu, sebagai bagian dari acara tahunan Ice Village.
Bukan hanya itu, akan ada bangunan lain yang secara khusus dibuat saat musim dingin. Ada 11 bangunan yang berada di sana, mencakup kamar hotel, bar, kafe makanan penutup, dan kapel pernikahan.
Ice Village tahun ini dibuka pada 12 Desember 2022 hingga 14 Maret 2023 mendatang. Jangan khawatir untuk turis yang tidak menginap di resort tersebut, karena mereka bisa masuk dengan biaya 545 yen atau sekitar Rp 55 ribu per orang.


Sumber : kumparan.com

0 comments: