25 Tempat Wisata di Ubud Favorit Wisatawan

Selasa, November 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Bicara soal Ubud, pasti yang terbayang adalah pemandangan alam yang hijau. Namun jangan salah. Ubud tak hanya punya wisata alam yang menakjubkan, namun juga berbagai jenis wisata, seperti wisata sejarah, wisata religi dan wahana super seru yang bisa kalian coba.
Sekilas tentang Ubud Bali

AA Inten Asmariati dalam jurnal Universitas Udayana, menjelaskan Ubud adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar yang terkenal sebagai daerah pariwisata selain Kuta. Ubud terkenal dengan wisata budayanya karena tidak terlepas dengan Puri Ubud yang merupakan puri kecil yang pernah dihuni raja.

Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sejarah Ubud berawal pada abad ke-8 ketika seorang pendeta bernama Rsi Markandeya mendirikan Pura Gunung Lebah. Di belakang pura, terdapat Bukit Campuhan yang diyakini sebagai kawasan suci dan memiliki aura spiritual yang kuat.

Rsi Markandeya juga menemukan wilayah kontur tanah strategis persawahan di yang dijadikan terasering, yaitu Tegallalang yang kini sangat populer dengan sistem teraseringnya yang indah. Tanah Ubud pun dinilai cocok untuk menanam aneka tanaman obat atau dalam Bahasa Bali disebut ubad. Dari kata ubad itu kemudian para masyarakat dari luar Pulau Bali menyebutnya dengan nama Ubud.

Rekomendasi Tempat Wisata di Ubud yang Terkenal
1. Monkey Forest Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana

Kawasan Ubud yang masih alami salah satunya dapat dilihat di Monkey Forest Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana. Dilansir dari monkeyforestubud.com, ada ratusan monyet yang dapat ditemui di sana. Selain itu, banyak juga tumbuhan langka yang dapat dimanfaatkan untuk ritual maupun institusi pendidikan.

Lokasinya berada di desa adat Padangtegal, Ubud. Di dalam hutan terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal yang merupakan pura kuno nan artistik. Pura ini diyakini sebagai sumber kesucian bagi candi-candi lainnya.

Tiket masuk saat weekday yakni Rp 80 ribu untuk dewasa, Rp 60 ribu untuk anak-anak. Sedangkan saat weekend, harganya Rp 100 ribu untuk dewasa, Rp 80 ribu untuk anak-anak. Objek wisata ini buka setiap hari pukul 09.00-18.00 Wita.

2. Bali Bird Walks

Dilansir dari balibirdwalk.com, detikers bisa melihat 100 spesies burung. 30 spesies di antaranya ialah fauna endemik Indonesia, seperti jalak bersayap hitam dan pelatuk berkepala merah. Tempat konservasi burung ini sudah 25 tahun didirikan oleh Wayan Sumadi.

Lokasinya berada di Penestanan Kelod, Tjampuhan Ubud, Bali. Selain burung, detikers bisa menyaksikan kupu-kupu yang dikembangbiakkan di sana. Dengan biaya USD 37 atau sekitar Rp 555 ribu (konversi Rp 15 ribu per dolar AS), Anda akan mendapatkan makan, kopi dan teh, serta tersedia teropong yang jumlahnya terbatas.

Objek ini buka setiap Senin, Selasa, Jumat, dan Sabtu pagi dengan titik star di tanda Bali Bird Walks atau Warung Murni pukul 09.00 Wita. Kemudian dilanjutkan makan siang hingga pukul 12.30 Wita.

3. Campuhan Ridge Walk

Bukit Campuhan atau Campuhan Ridge Walk berada di Jalan Bangkiang Sidem, masih satu kawasan dengan Pura Gunung Lebah. Terdapat dua anak sungai yang di sekitarnya sehingga menambah suasana yang semakin sejuk.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Anda bisa beraktivitas seperti joging di bukit ini atau bersepeda sambil menikmati senja. Tentunya selama perjalanan, detikers bisa berburu foto yang cakep.

Fasilitas di bukit ini, antara lain tempat parkir luas, kamar mandi, tempat Istirahat dan persewaan sepeda. Tidak dikenai biaya untuk masuk ke bukit ini, hanya perlu membayar biaya parkir dan biaya sewa jika ingin bersepeda.

4. Istana Ubud atau Ubud Palace

Istana Ubud atau Ubud Palace merujuk pada salah satu puri yang terus tegak melewati zaman, yaitu Puri Saren Agung. Dilansir dari laman Pesona Indonesia milik Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, istana ini berdiri sejak di Bali masih dikuasi beberapa kerajaan.

Istana ini dahulunya adalah tempat tinggal resmi keluarga Kerajaan Ubud sekaligus pusat pemerintahan. Kini, kompleks bangunan bersejarah yang berada di jantung Ubud ini difungsikan sebagai museum dan pusat kesenian tradisional Bali.

Di sini, detikers bisa berjalan-jalan sambil berburu foto, menyaksikan pertujukan tradisional pada waktu malam hari, yakni pukul 19.30 - 21.00 Wita. Tiket masuk ke istana ini gratis pada pukul 08.00 - 18.00 Wita.

Namun untuk melihat pertunjukan tradisional, Anda dikenai biaya Rp 100 ribu. Fasilitas di sini antara lain tempat penukaran uang, restoran khas Bali, hingga kamar istana yang bisa digunakan pengunjung untuk menginap.

5. Pasar Seni Ubud

Setelah jalan-jalan di alam Ubud, yuk coba masuk ke Pasar Seni Ubud. Detikers bisa melihat banyak pilihan cendera mata khas Bali yang bisa dibeli. Di sini juga banyak kafe, toko-toko perhiasan, toko baju hingga toko oleh-oleh khas Bali. Sebagai pasar tradisional, tawar-menawar harga menjadi sebuah proses yang menyenangkan.

Pasar Seni Ubud berada di Jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Di pagi hari, pasar ini digunakan sebagai pasar sembako, sedangkan sore hari digunakan untuk menjual suvenir.

6. Agung Rai Museum Art (ARMA)

Museum ini memuat lukisan-lukisan seniman Bali, Indonesia dan mancanegara, antara lain koleksi ARMA Foundation dan karya-karya pinjaman koleksi Agung Rai. Koleksinya terdiri dari karya tradisional hingga kontemporer, antara lain lukisan klasik Kamasan di kulit pohon, karya seniman Batuan tahun 1930-an dan 1940-an, dan karya Raden Saleh dan Syarif Bustaman.

Karya lain yang menonjol adalah lukisan empu Bali seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Anak Agung Gede Sobrat dan I Gusti Made Deblog. Kemudian seniman asing seperti Willem Gerard Hofker, Rudolf Bonnet, dan Willem Dooijewaard. Ada juga karya-karya pelukis Jerman Walter Spies yang mendapat tempat khusus karena berkontribusi penting dalam perkembangan seni rupa Bali.

Di sini, detikers juga bisa menyaksikan pertunjukan teater, kelas tari, musik dan lukisan, masuk ke toko buku, perpustakaan dan ruang baca, mengadakan lokakarya budaya, konferensi, seminar dan pelatihan. ARMA juga menyediakan resor dengan berbagai pilihan kamar, kemudian paket pernikahan, restoran, juga warung kopi.

Lokasinya berada di Jalan Raya Pengosekan Ubud. Untuk masuk ke ARMA, detikers akan dikenai tiket sebesar Rp 100 ribu. Museum ini buka pukul 09.00-18.00 Wita.

7. Museum Puri Lukisan

Bali juga terkenal dengan keseniannya, termasuk seni lukis. Dilansir dari indonesiakaya.com, di Ubud terdapat museum lukis tertua di Bali, yaitu Museum Puri Lukisan yang berada di Jalan Raya Ubud. Koleksi museum ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu lukisan wayang kamasan, ukiran kayu lukisan karya anggota Pitamaha, lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad, dan lukisan Bali era modern.

Ada empat galeri di museum ini, yaitu Galeri Pitamaha yang berisi lukisan Bali antara 1930-1945 dan karya I Gusti Nyoman Lempad, kemudian Galeri Ida Bagus Made yang berisi lukisan Bali tahun 1945-saat ini dan lukisan Ida Bagus Made, ketiga adalah Galeri Wayang yang berisi lukisan Bali tahun 1945-saat ini dan lukisan wayang kamasan, terakhir ialah galeri yang menampilkan informasi sejarah para pendiri Museum Puri Lukisan.

Harga tiket masuk ditetapkan Rp 50 ribu untuk dewasa. Anak-anak di bawah 15 tahun tidak dikenakan biaya. Di museum ini, terdapat fasilitas ruang workshop seni dan juga restoran. Untuk kunjungan rombongan, silakan kontak kepada pengelola untuk mendapatkan diskon.

8. Monkey Forest Walk
Monkey Forest Walk ini bukan jalan-jalan sambil melihat monyet. Lokasi ini adalah sepanjang Jalan Monkey Forest atau Monkey Forest Road yang berada di utara Monkey Forest Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana.

Di sepanjang jalan ini, detikers dapat menjumpai hasil kerajinan tangan Bali dan barang-barang antik. Tentu tempat ini bisa menjadi pilihan Anda membeli suvenir untuk cendera mata.

9. The Blanco Renaissance Museum

Blanco Renaissance Museum adalah museum yang didirikan Antonio Blanco yang merupakan seniman ternama di Bali. Museum ini berada di bekas rumahnya di puncak bukit Campuan, Ubud sejak 1998. Tak hanya lukisan, bangunan museum beserta ornamennya juga merupakan karya seni yang luar biasa.

Ada tiga lantai pada bangunan di tanah seluas 20.000 meter persegi tersebut. Tiga lantai ini merupakan simbol kepercayaan Bali yang mewakili dunia bawah, tengah dan atas. Lantai paling atas yang melambangkan dewa, menampung karya-karya seniman yang paling bernilai tinggi.

Di museum tersebut terdapat galeri yang dapat diakses, kemudian ada studio lukis yang biasa digunakan Antonio Blanco, kafe, amphiteater dan candi yang dibangun di lokasi museum.

Tiket masuk ke Blanco Renaissance Museum yakni Rp 100 ribu untuk turis mancanegara, Rp 55 ribu untuk turis domestik. Rombongan bisa mendapatkan diskon tiket masuk. Museum buka pukul 10.00-17.00 Wita.

10. Terasering Tegalalang

Tegalalang memiliki keindahan panorama yang menakjubkan. Terdiri dari persawahan dengan sistem terasering yang berpadu dengan suasana sejuk. Dilansir dari indonesia.travel, lokasi ini juga dikenal dengan nama Tegalalang Rice Terrace.

Uniknya, sistem pertanian di sini masih tradisional, yakni dengan irigasi subak. Selain melihat pemandangan alam, detikers juga bisa mencoba wahana bali swing dengan latar belakang persawahan Tegalalang.

Untuk bisa menikmati pemandangan menakjubkan ini, detikers tidak dikenakan biaya. Di sekitar lokasi terdapat beberapa tempat wisata yang menyediakan berbagai fasilitas berbayar, seperti penginapan, wahana permainan, hingga restoran.

11. Arung Jeram Sungai Ayung

Ingin menikmati alam Ubud dengan cara berbeda? Detikers bisa mencoba berarung jeram di Sungai Ayung, sungai terpanjang di Bali. Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, rafting di sini aman untuk pemula karena arusnya tidak terlalu deras.

Anda akan menikmati medan arung jeram di Sungai Ayung sekitar 10 km atau kurang lebih 1,5-2 jam. Terdapat beberapa pengelola rafting yang ada di Ubud. Masing-masing menetapkan harga berbeda dengan fasilitas yang berbeda pula.

12. Desa Nyuh Kuning Ubud

Ubud memiliki desa tradisional bernama Desa Nyuh Kuning. Desa Nyuh Kuning masih memegang konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keselarasan dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.

Detikers bisa mencoba bersepeda sambil menikmati suasana desa yang masih alami, dengan kondisi jalanan bersih, hingga terlihat seperti lukisan. Masuk ke desa ini tidak dikenakan biaya, namun dikenai parkir.

Di beberapa sudut desa telah disiapkan pertunjukan tradisional yang berbayar hanya Rp 10 ribu. Rumah makan di desa ini kebanyakan menyediakan menu lokal yang dimasak secara tradisional.

13. Desa Petulu
Desa lain yang memiliki potensi wisata alam ialah Desa Petulu. Dilansir dari detikTravel, di desa ini bisa Anda temui burung kokokan atau bangau putih yang dihormati masyarakat.

Burung kokokan menjadi simbol dari Desa Petulu. Warga dilarang menangkap burung ini. Bahkan dipercaya bahwa orang yang menangkap burung ini akan diganggu oleh makhluk halus.

Kini burung tersebut dikembangbiakkan di Desa Petulu hingga berjumlah ratusan. Desa ini menyediakan beberapa fasilitas seperti tempat parkir, penginapan, toilet umum, hingga rumah makan.

14. Museum Rudana

Museum Rudana didirikan oleh Nyoman Rudana, seorang kolektor lukisan pada 1995. Dilansir dari museumrudana.org, koleksi di museum ini tak hanya lukisan, namun juga prasasti, hingga patung. Bahkan bangunan museum dan lingkungannya pun adalah sebuah karya seni yang hebat.

Beberapa koleksi lukisan ialah karya I Gusti Nyoman Lempad, Srihadi Soedarsono, Dullah dan Sunaryo Sutono. Koleksi prasasti ada Prasasti Panca Tan Matra dan Prasasti Angkus Prana. Kemudian ada patung Sapta Rsi, Ganesha dan Gajah Nusantara.

Harga tiket untuk dewasa dikenakan Rp 20 ribu dan untuk anak-anak Rp 10 ribu. Museum Rudana buka pukul 08.00 - 17.00 Wita.

15. Pura Dalem Agung Padangtegal

Pura Dalem Agung Padangtegal merupakan satu dari tiga pura tua di dalam kawasan Monkey Forest Ubud. Lokasinya berada di sebelah barat daya. Dilansir dari monkeyforestubud.com, Pura Dalem berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa

Selain itu, pura suci ini juga merupakan tempat pemujaan Dewi Durga sebagai Dewa Utama Sekte Bhairawa. Maka Pura Dalem berkaitan dengan setra atau pemakaman. Turis mancanegara mengenalnya dengan sebutan Temple of The Dead.

Tiket masuk Monkey Forest Ubud saat weekday yakni Rp 80 ribu untuk dewasa, Rp 60 ribu untuk anak-anak. Sedangkan saat weekend, harganya Rp 100 ribu untuk dewasa, Rp 80 ribu untuk anak-anak. Objek wisata ini buka setiap hari pukul 09.00 - 18.00 Wita. Jika detikers ingin berdoa di Pura Dalem Agung harus mengenakan pakaian Bali dengan benar.

16. Pura Gunung Lebah
Pura Gunung Lebah termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat yang menjadi asal muasal Desa Ubud. Pura ini cukup unik karena lokasinya di bawah Jembatan Kuning Payangan.

Dari tempat ini, detikers bisa menikmati bangunan pura yang megah yang berpadu dengan keindahan sungai beserta bukit Campuhan. Pura ini dibuka pukul 09.00 - 17.00 Wita. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke pura ini.

17. Museum Neka

Dilansir dari nekaartmuseum.com, Museum Seni Neka didirikan Pande Wayan Suteja Neka, lebih dikenal sebagai Suteja Neka, seorang pecinta seni. Dia adalah putra dari I Wayan Neka yang pernah mendapat pengakuan sebagai pemahat terbaik di Provinsi Bali pada tahun 1960.

Koleksi dari museum ini, mulai dari lukisan, keris, karya seni pahat dan foto. Tiket masuk untuk dewasa Rp 100 ribu, anak-anak di atas 12 tahun Rp 50 ribu, anak-anak kurang dari 12 tahun gratis. Museum buka pada 09.00-17.00 Wita.

18. Goa Gajah

Goa Gajah merupakan salah satu situs purbakala. Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada mulut goa terlihat tonjolan yang berbentuk seperti mulut raksasa yang menyeramkan. Kemudian ada bentuk-bentuk seperti daun, batu karang, kera dan babi.

Di dalamnya terdapat beberapa patung dan arca, salah satunya arca Ganesha. Goa Gajah disebut juga sebagai Kunjarankunjapada atau 'asmara kunjara.' Kunjara sendiri merupakan bahasa Sansekerta yang berarti gajah.

Goa Gajah terletak di Banjar Goa, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar Masih sekitar 5 km dari Ubud. Tiket masuk ke Goa Gajah dikenakan biaya Rp 30 ribu per orang, termasuk biaya parkir. Jam operasionalnya dimulai dari 08.00 hingga 17.00 Wita.

19. Candi Gunung Kawi

Sekitar 13 km di utara Ubud terdapat Candi Tebing Gunung Kawi dibangun sejak sekitar pertengahan abad ke-11, yakni pada masa dinasti Udayana. Candi ini berada di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Keunikan dari candi ini ialah berada di areal persawahan. Ada 10 candi yang dipahat di dinding tebing batu pasir. Tiket masuk untuk turis domestik sebesar Rp 30 ribu, sedangkan turis asing Rp 50 ribu. Situs ini dibuka pukul 08.00 - 18.00 Wita.

20. Bali Bird Park
Dilansir dari situs resmi Bali Bird Park, taman burung ini memiliki 250 spesies burung yang dibagi menjadi tujuh zona, mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Papua, Amerika Latin dan Afrika Selatan.

Di sini, detikers bisa menikmati kuliner bersama kicau burung yang merdu. Selain itu, ada fasilitas bioskop 4D yang bisa Anda coba. Detikers juga bisa melihat koleksi reptil seperti komodo dan ular sanca sepanjang 8 meter.

Harga tiket untuk WNI ialah sebesar Rp 140 ribu, WNA dengan KITAS Rp 180 ribu dan turis mancanegara Rp 385 ribu.

21. Aloha Ubud Swing

Di Ubud, rasanya kurang seru kalau hanya melihat pemandangan. Cobalah wahana ayunan di ketinggian atau swing di Aloha Ubud yang masih satu kawasan dengan Alas Harum, yakni di Jalan Raya Tegallalang, Gianyar, Bali. Sekitar 20 menit dari pusat Ubud.

Dilansir dari situs alohaubudswing.com, Aloha Ubud menyediakan beberapa paket wisata dengan harga mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 650 ribu dengan fasilitas dasar lima jenis ayunan (single, tandem, libra, romantic swing), dua jenis sarang (sarang burung dan sarang ayam), batu besar dengan pemandangan persawahan, dan taman kupu-kupu. Harga juga bertambah mahal berdasarkan titik penjemputan.

22. Patung Dewa Indra
Jika detikers melewati Jl Raya Peliatan, Ubud, kalian akan melihat Patung Dewa Indra. Patung Dewa Indra terlihat berdiri dengan posisi tangan kiri lurus ke depan memegang gendewa dan tangan kanan memegang sebatang anak panah.

Dewa Indra terlihat berdiri di atas kepala gajah yang diapit sepasang naga bermahkota. Ekor kedua itu saling mengait membentuk lingkaran. Hati-hati kalau berfoto di situ karena patung berada di tengah jalur padat.

23. Pura Agung Peliatan
Puri Agung Peliatan adalah salah satu istana tertua di Bali, yakni sekitar tahun 1700-an. Meski masih digunakan sebagai istana, turis bisa masuk untuk menyaksikan arsitektur istana yang mengagumkan.

Di sini, detikers bisa menyaksikan pertunjukan tari kecak atau Tari Legong dan upacara keagamaan di waktu tertentu. Lokasinya berada di Jl. Cok Gede Rai, Peliatan, Ubud. Tidak dikenakan biaya di sini, namun Anda harus membayar Rp 80 ribu jika ingin melihat pertunjukan tari.

24. Museum Pendet
Nama Pendet diambil dari nama pendirinya yaitu Wayan Pendet. Museum Pendet ini berlokasi di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud. Wayan Pendet adalah pemahat andal sekaligus pelukis hebat.

Ada sekitar 80 karya yang ditampilkan di museum ini. Uniknya, banyak karya di sini mengandung unsur jenaka. Baik Wayan Pendet maupun putranya sama-sama menyukai karya bersifat jenaka. Tiket masuk ke Museum Pendet yakni Rp 75 ribu. Museum buka pada pukul 14.00 - 17.00 Wita.

25. Puri Kauhan Ubud
Puri Kauhan Ubud berbeda dengan museum lain. Puri Kauhan menyimpan puluhan manuskrip kuno yang berisi catatan-catatan sejarah, kisah budaya, serta sastra Bali. Uniknya, karya sastra itu ada yang ditulis di daun pohon kelapa dan disebut lontar. Lokasinya berada di Jl Raya Ubud No.35, Ubud.

Daya Tarik Ubud Bali Sebagai Destinasi Wisata
Nah, dari 25 tempat wisata di atas, detikers pasti tahu destinasi Ubud yang cocok untuk kalian pilih. Jika ingin menjelajahi keindahan alam Ubud dan eksotismenya berikut pilihan buat detikers

Jalan-jalan atau joging di Bukit Campuhan atau Hutan Monyet Ubud.
Mengenal kebudayaan khas Bali di Ubud dengan suguhan kreasi seni di Ubud Palace, Pura Taman Saraswati, atau Goa Gajah.
Relaksasi di Bali Bird Walks.
Untuk menuju Ubud, Anda harus menempuh jarak 25 km atau sekitar 1 jam dari Denpasar. Sedangkan dari Bandara Ngurah Rai, jarak tempuhnya 40 km atau sekitar 1 jam 20 menit.

Demikian tadi ulasan panjang mengenai pariwisata Ubud lengkap dengan sejarahnya. Kalau ke Bali, pastikan mampir ke Ubud ya.

Sumber : detik.com

0 comments: