5 Tradisi Unik Orang Sumba, dari Prosesi Pernikahan hingga Kematian

Kamis, November 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Tradisi Kuda Pasola di Sumba, NTT (Foto: Instagram @adventnesia)

MENGULAS 5 tradisi unik orang Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau Sumba bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tapi ada begitu banyak tradisi budaya unik yang dilakoni turun-temurun oleh masyarakatnya.

Adat istiadat dan budaya dari masyarakat Sumba bisa membuat Anda merasa takjub karena keunikannya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini 5 diantaranya.

1. Tradisi Belis

Beli merupakan tradisi seserahan masyarakat Sumba. Kaum pria yang ingin meminang wanita di Sumba wajib memberikan sejumlah hewan ternak sebagai seserahan, mulai dari kerbau, sapi, babi, hingga kuda.

Jumlah hewan yang menjadi syarat akan pernikahan tersebut ditentukan oleh keluarga mempelai wanita, atau sesuai dengan kesepakatan perundingan dengan keluarga laki-laki.

Semakin terpandang keluarga calon mempelai wanita, maka makin banyak pula jumlah hewan yang harus diberikan. Bahkan jumlahnya bisa sampai puluhan ekor hewan ternak.

2. Tradisi Kede

Kede merupakan upacara kematian dalam tradisi Sumba yang sudah dilakukan secara turun temurun atau sejak dulu. Kegiatan ini sebagai lambang saling bela sungkawa atas meninggalnya orang tersebut, keluarga maupun kerabat dari seseorang yang meninggal itu akan mengantarkan hewan ternak ke kediaman keluarga yang sedang berduka.

Berbeda dengan tradisi pernikahan, dalam Kede tak ada batasan dari jumlah hewan ternak yang wajib diberikan. Setelah hewan ternak diterima, pihak keluarga yang berduka akan langsung menyembelih hewan tersebut, kemudian dimasak dan disajikan kepada pelayat yang datang.

3. Upacara Kuda Pasola

Upacara Kuda Pasola dilakukan setiap tahunnya masyarakat Sumba.

Konon, dulunya Kuda Pasola sudah dikembangbiakan sejak zaman dahulu kala dan juga menandakan sebagai status sosial bagi masyarakat Sumba.

Atraksi utama dalam tradisi ini adalah dengan beberapa pemuda naik ke atas kuda dan mereka saling serang antar kampung dengan melemparkan lembing atau menghunuskan parang atau yang disebut katapo.

Upacara Kuda Pasola ini masih digelar di sejumlah desa adat yang kental dengan kepercayaan Marapu. Seperti di Wanokaka, Lamboya, dan Gaura (Sumba Barat) dan dilakukan setiap Februari.

4. Makan Sirih Pinang

Makan sirih dan pinang dalam masyarakat Sumba timur disebut dengan happa. Tradisi tersebut sebagai lambang kekerabatan dalam pergaulan sehari hari.

Tak hanya itu saja, dalam berbagai acara seperti perkawinan dan kematian dan beberapa acara lainnya juga kerap dilakukan tradisi makan sirih pinang ini sebagai simbol penghormatan dan keakraban.

5. Tradisi Cium Hidung

Tradisi cium hidung disebut dengan pudduk dalam bahasa Sumba Timur. Tradisi tersebut diwariskan secara turun temurun oleh leluhur orang Sumba. Tradisi ini dilakukan sebagai simbol kekeluargaan dan persahabatan yang sangat dekat.

Kemudian apabila ada pihak yang sedang berseteru dan ingin daai, maka cium hidung ini akan menjadi simbol perdamaian. Tradisi unik ini ternyata bukan hanya ditemukan di Sumba saja.

Akan tetapi, suku Maori dari Selandia Baru juga melakukan tradisi tersebut. Ada yang berpendapat bahwa tradisi cium hidung tersebut sama karena suku asli NTT, Papua, Maluku, Aborigin, dan Maori masi satu ras yaitu melanesian.

Sumber : okezone.com

0 comments: