7 Pulau Sungai Terbaik untuk Mengasingkan Diri Sejenak dari Keramaian Kota Besar di Dunia

Kamis, November 03, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


KERAMAIAN dan kebisingan kota kadang membuat orang merasa sumpek bahkan stres, sehingga butuh suasana lebih tenang agar otak kembali fresh. Salah satunya dengan liburan sejenak di kawasan yang asri seperti pulau sungai.

Melansir dari Traveller, berikut 7 pulau sungai yang tepat untuk Anda mengasingkan diri sejenak dari kota-kota terbesar di dunia.

1. Pulau kecil, New York, AS

Sebuah taman umum yang baru saja dibuka tahun 2021 di New York merupakan pulau buatan indah di dermaga industri yang telah direnovasi, berada di atas Sungai Hudson pada serangkaian pilar putih.

Pulau ini dikemas di bukit-bukit kecil alur berliku dan ruang pertunjukan untuk musik dan karya teater, Anda akan disuguhi tempat yang cocok bagi anak-anak dengan seringnya diadakan kegiatan seni gratis.

2. Pulau Margaret, Budapest, Hungana

Suara bising kendaraan akan membuat Anda lupa ketika pergi ke Pulau Sungai Danube, tempat untuk Anda bersantai di antara pepohonan, halaman rumput, dan petak bunga-bunga indah.

Anda bisa berpiknik di pulau sungai ini, selama perjalanan pun Anda dapat melihat pemandangan kota dan gedung-gedung parlemen neo-Gotik Hongaria luar biasa. Sebuah menara air Art Nouveau membuat Anda dapat melihat pemandangan yang lebih memanjakan kedua mata, serta reruntuhan gereja abad pertengahan dan kompleks pemandian air panas akan menarik perhatian.

3. Ile Saint-Louis, Paris, Prancis

Salah satu dari dua pulau alami di Seine, kota Paris, le de la Cité banyak dikunjungi oleh pelancong, seperti Notre Dame. Namun, ada pulau lain di Sungai Seine yang wajib dikunjungi.

Distrik perumahan yang begitu tenang dan elegan menampakkan pesona Paris di fasad jalan, restoran, dan butik yang apik. Orang-orang seperti Voltaire, Chopin dan Baudelaire pernah tinggal di sini. Taman kecil di ujung timur, tempat piknik luar biasa akan menyejukkan Anda dengan hembusan angin Seine.

4. Pulau Shamian, Guangzhou, China

Pulau yang satu ini merupakan jembatan pendek dari kota terbesar di CIna Selatan yang berlokasi di titik Sungai Mutiara, Shaiman, tetapi atmosfernya jauh dari dunia. Daerah tersebut begitu rindang, bahkan pernah menjadi konsesi Inggris dan Prancis, juga ingin mempertahankan arsitektur era kolonialnya.

Anda benar-benar merasakan ketenangan jalan-jalan dengan suara kicauan burung, klik ubin mahjong, dan musik yang mengiringi wanita tua melakukan rutinitas olahraga pagi.



5. Djurgarden, Stockholm, Swedia

Pulau Sungai Djurgarden bisa Anda jelajahi selama satu hari penuh, penawaran pulau yang berhutan dan cukup luas. Di sini, Anda akan mengunjungi Museum ABBA yang keren atau Museum Vasa yang memesona, menyimpan kapal perang 1628 dan artefaknya.

Kemudian, museum terbuka Skansen yang melestarikan sekitar 150 bangunan bersejarah, termasuk rumah pertanian, gereja, rumah pedagang, dan kincir angin,. Suguhan suasana naturalistik dengan staf berkostum yang menunjukkan keterampilan tradisional, seperti menenun dan mengocok mentega.

6. Pulau Museum, Berlin, Jerman

Mungkin Anda ingin melihat banyaknya barang antik dan seni kelas dunia, cobalah datang ke Museumsinsel di Sungai Spree yang menyuguhi lukisan karya romantis Jerman dan impresionis Prancis terkemuka.

 Ilustrasi

Beberapa patung dan gerbang Persia, Asyur, juga Babilonia yang sangat besar di Near East Museum dan miniatur, ukiran kayu yang indah di Museum of Islamic Art. Setiap barang antik Yunani dan Romawi di Pergamon Museum sungguh luar biasa.

7. Ile D’orleans, Kota Quebec, Kanada

Sebuah pedesaan yang dikelilingi oleh kebun-kebun anggur, lading lavender, tanah pertanian dan enam desa cantik di Sungai St Lawrence yang berada dalam jarak pandang dari kota.

Enam kota tersebut, di antaranya bangunan yang berasal dari abad ke-17. Saat musim panas, tempat ini ramai dengan pasar petani, ruangan untuk mencicipi anggur, galeri seni, tempat pembuatan bir mikro, fomagerie, dan pembuatan sirup maple,

Kemudian, Manor Mauvide-Genest, sebuah rumah pedesaan megah pada tahun 1734 yang memamerkan warisan Prancis-Kanada.

Sumber : OKEZONE.COM

0 comments: