Asal Usul Gunung Pegat Wonogiri, Dibelah untuk Jalan dan Menyimpan Misteri

Selasa, November 22, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Solopos.com, SOLO–Asal usul Gunung Pegat Wonogiri banyak cerita yang berkembang dan menyimpan misteri.

Asal usul Gunung Pegat Wonogiri yang kini menjadi jalur utama Ngadirojo menuju Baturetno dan Pacitan Jawa Timur itu, ternyata menyimpan cerita-cerita mistis maupun cerita awal mula munculnya nama gunung pegat.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, asal usul Gunung Pegat itu berawal dari pemerintah yang akan membuat jalan penghubung. Awalnya, Gunung Pegat merupakan gunung yang dibelah karena pembangunan jalan.

Alhasil, pegunungan Ngadiroyo yang menghubungkan Wonogiri dan Pacitan itu dibelah, dan hingga kini menjadi jalur utama untuk seluruh kendaraan yang akan menuju Baturetno maupun Pacitan Jawa Timur.

Selain itu hingga kini di Gunung Pegat itu sangat rawan kecelakaan. Hal itu karena minimnya penerangan jalan.

Jalur Ngadirojo-Baturetno, Wonogiri di ruas dekat Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri sepanjang kurang lebih 2 km tidak ada penerangan. Alhasil, jalan tersebut sangat gelap saat malam, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Asal usul Gunung Pegat Wonogiri itu posisi berada di sisi timur jalan, sedangkan barat jalan terdapat jurang, tegal, dan kawasan hutan.

Jalur itu terdiri atas beberapa tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Lebar jalan kurang lebih 6 meter. Jalan aspal tersebut terdapat beberapa lubang dan gundukan di sejumlah tempat.

Selain asal usul, kawasan Gunung Pegat Wonogiri yang dikenal sebagai jalur tengkorak di Wonogiri itu juga menyimpan kisah misteri.

Konon, pasangan pengantin baru yang berani ke sana harus siap menerima kesengsaraan hidup.

Menurut mitos yang berkembang, asal usul Gunung pegat di Desa Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri itu dihuni makhluk halus bernama Mbah Glondor.

Konon, lelembut itu tidak suka melihat pasangan yang berbahagia.

Kabarnya, Mbah Glondor meninggal dalam kondisi sakit hati. Dia berikrar akan menghancurkan setiap kebahagiaan mereka yang datang ke Gunung Pegat.

Menurut cerita yang dipercaya masyarakat, dulu Mbah Glondor harus rela ditinggal pasangannya. Mbah Glondor yang sakit hati berjanji menduda seumur hidup.

Sumber : solopos

0 comments: