Cerita Horor Tanjakan Silayur Semarang, Sering Dikaitkan Kejadian Kecelakaan

Selasa, November 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Semarang - Tanjakan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang memang rawan kecelakaan. Kejadian ini sering dikaitkan dengan cerita mistis atau urban legend yang kental di sana. Konon ada sosok perempuan yang kerap menampakkan diri di sekitar lokasi.

Sebelum membahas soal urban legend, lokasi tanjakan atau turunan Silayur berada di Jalan Prof dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan. Lalu lintas cukup ramai di jam-jam tertentu. Sedangkan medannya sebenarnya halus, tapi ada beberapa kelokan. Kebanyakan kecelakaan terjadi saat kendaraan turun.

Catatan detikJateng, kecelakaan terakhir terjadi hari Rabu (26/10) lalu yaitu truk molen terguling menimpa lapak penjual bunga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari turunan Silayur, Adhi Satria mengatakan jika dikaitkan dengan cerita mistis, maka ada cerita yang beredar di antara warga asli di sana. Konon ada perempuan PSK yang dipenggal dan badannya dibuang di sekitar Silayur pada tahun 1980-an.

"Dari kabar yang beredar, namanya Ranem. Ya dari cerita -cerita itu korban pembunuhan," kata Adhi kepada detikJateng

Ia membenarkan kerap terjadi kecelakaan dari berbagai kendaraan. Mayoritas kecelakaan terjadi saat kendaraan menuruni Silayur. Menurut Adhi memang medan di sana cukup rawan, namun pernah juga ada sopir truk yang mengaku mendengar suara perempuan sebelum kendaraannya terperosok.

"Saya lupa tahunnya, tapi ada truk gandeng itu kecelakaan. Kata sopirnya sempat dengar suara perempuan, dia jadi tidak fokus," ujarnya.

Kisah mistis lain justru diceritakan oleh ayahnya sendiri. Adhi menceritakan peristiwa terjadi ketika dia masih kecil dan ayahnya pergi bersama temannya naik vespa menuju kantor Kecamatan Ngaliyan untuk nonton wayang.

"Bapak berangkat jam 22.00-an melihat ada sosok orang duduk di kiri jalan pakai pakaian merah. Dulu kan penerangan baru satu, jadi tidak kelihatan laki-laki atau perempuan. Bapak sama temannya pulang sekitar jam 02.00 dan sosok itu masih ada tapi pindah ke seberang jalan," cerita Adhi.

"Tadinya bapak curiga kenapa masih di sana, mau berhenti tapi tidak jadi. Terus pas jalan dicegat sama laki-laki minta rokok sama dinyalakan. Tapi pas bapak menyalakan korek di dekat wajah laki-laki itu ternyata nggak ada wajahnya. Langsung tancap gas," jelasnya.

Urban legend dengan sosok hantu di Silayur memang cukup kental. Komunitas Semarang Angker (Semarangker) atau sebuah komunitas yang kerap mendatangi lokasi-lokasi urban legend atau angker juga pernah menelisik ke sana.

Ketua Semarangker, Pamuji Yuono mengatakan mitos yang beredar di sana yaitu wujud dari Ranem atau si Ranem yang digambarkan oleh warga kadang muncul sebagai wanita cantik atau badan wanita tanpa kepala.

"Kalau soal di Silayur memang mitosnya ada penghuni namanya Ranem atau Si Ranem. Ada dua versi, ada cuma kepala atau tanpa kepala. Konon memang di mutilasi antara kepala dan badan. Banyak warga yang sering bertemu sosok Ranem itu bahkan utuh. Tahun (pembunuhan Ranem) setahu saya, nanti dicek ya, tahun 80-an," ujar Pamuji.

"Kami sering jelajah ke sana tapi tidak pernah melihat sosok itu. Tapi suara tangisan kami pernah dengar. Bau anyir darah pernah terus jadi bau wangi," imbuhnya.

Meski berkecimpung di dunia metafisika dan sering datang ke lokasi horor, Pamuji menegaskan ada penjelasan ilmiah dari penyebab kecelakaan di sana yaitu karena medan turunan yang berkelok.

"Itu kan tanjakan, ya. Gerongrafisnya bahaya. Sopir-sopir pada bilang lihat perempuan menyeberang ada yang tanpa kepala. Itu metafisika. Bisa saja sopir ngantuk atau rem kurang pakem itu ilmiahnya," jelas Pamuji.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit menjelaskan, soal kecelakaan yang kerap terjadi di Silayur diakibatkan beberapa faktor. Ia mengatakan kecelakaan beberapa kali terjadi di jam-jam padat seperti saat berangkat atau pulang kerja.

"Berdasarkan database kejadian laka lantas sering terjadi pada jam-jam tertentu yakni pada waktu keberangkatan atau kepulangan pekerja dan anak sekolah dimana untuk arus lalulintas cenderung padat. Kecelakaan juga terjadi karena kurangnya kesadaran pengguna jalan dalam mematuhi tata tertib berlalu lintas," jelas Sigit.

Sedangkan kecelakaan yang kerap melibatkan kendaraan berat, biasanya berhubungan dengan muatan. Maka tidak hanya pengemudi, seharusnya pemilik perusahaan juga memperhatikan berat muatan dan kelayakan kendaraan.

"Untuk kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat bukan hanya dari pihak pengemudi tetapi pihak pemilik atau perusahaan juga memperhatikan berat muatan dan kelayakan kendaraan yang dioperasionalkan. Semua pihak (harus) open, semua elemen saling mendukung demi keselamatan berlalu lintas," tegasnya.

Sumber : okezone

0 comments: