Cerita Ita & Hasprita, Lulusan Unesa dengan IPK Sempurna

Senin, November 21, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Predikat Summa Cum Laude diraih Wisudawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam Wisuda ke-103 dan 104 Unesa, 16-17 November 2022 lalu. Keduanya, Ita Rahmawati dan Hasprita Restiamangastuti Boru Simangunsong, dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna: 4.00.
Tidak sekadar lanjut kuliah, keduanya juga punya misi masing-masing sambil belajar.

Kuliah Linjur, Beasiswa, dan Pengajar Judo
Ita Rahmawati lulus dari Prodi S2 Pendidikan Olahraga Unesa. Sebagai lulusan S1 bidang teknik, ia harus belajar ekstra untuk mendalami teori keolahragaan dari awal. Bagi perempuan yang kuliah lintas jurusan (linjur) sering membaca dan mendalami materi keolahragaan jadi kunci belajar.

"Alhamdulilah, meskipun banyak tantangan, setelah saya lalui sepenuh hati, ternyata hasilnya luar biasa," kata Ita, dikutip dari laman kampus, Senin (21/11/2022).


Ita sendiri berkuliah S2 dengan beasiswa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Sambil berkuliah, ia juga mengajar judo.

Atlet berprestasi ini diketahui sudah menggeluti judo sejak 2008. Ita tercatat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 hingga medali perunggu pada South East Asean (SEA) Games 2021, di antara puluhan medali emas di ajang Kejurnas tahunan.

Untuk itu, ia harus pandai-pandai membagi waktu menggeluti judo dan kuliah agar bisa menuntaskan studi dengan dengan beasiswa sampai lulus.

"Saya harus memberi pelatihan olahraga judo. Apalagi saya bisa kuliah karena judo, beasiswa dari KONI Jawa Timur. Jadi memang tantangannya di manajemen waktu," tutur pemilik Cendana Judo Club tersebut.

"Saya berkeinginan lebih memasyarakatkan olahraga judo dan menepis anggapan masyarakat kalau judo itu olahraga menyeramkan," harapnya.

Visualisasi Wayang Potehi
Lain cerita dengan Hasprita Restiamangastuti Boru Simangunsong. Perempuan lulusan S2 Seni dan Budaya Unesa dengan IPK 4.00 ini terdorong lanjut studi karena kecintaannya dengan bidang ini.

Di tesisnya, Hasprita menggagas visualisasi budaya Nusantara wayang potehi modern lewat ilustrasi digital.

"Wayang potehi merupakan wayang khas Tiongkok yang dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah di Nusantara. Wayang ini masih aktif di Klenteng Hong San Kiong Gudo, Jombang Jawa Timur. Itu yang saya visualisasikan," jelasnya.

Selama berkuliah, ia mengaku tidak memasang target lulus dengan predikat terbaik. Yang penting, belajar sebaik mungkin, bersungguh-sungguh, dan kerja keras selama berkuliah.

Ia menuturkan, dirinya juga menetapkan standar dalam pengerjaan tugas agar selesai sesuai target. Hasprita juga merutinkan diri membaca jurnal, artikel dalam negeri, dan artikel luar negeri. Harapannya, wawasan dan pengetahuannya lebih luas.

Bagaimana, mau lulus cum laude juga seperti Ita dan Hasprita? Semangat kuliah, ya!

Sumber : detik.com

0 comments: