China Pamer 300 Pesawat Komersial Buatan Sendiri Laku Terjual

Sabtu, November 12, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

China mengklaim pesawat komersial buatan dalam negeri perdananya laku keras di pasaran. Ilustrasi.(Foto: Barn Images)

Jakarta, CNN Indonesia -- China mengklaim setidaknya 300 pesawat komersial buatan sendiri telah dipesan dan siap dijual awal 2023 mendatang.

Commercial Aircraft Corp of China (COMAC) menyatakan telah menyetujui 300 pesanan pesawat C919 berbadan ramping dalam pameran udara besar pada Selasa (8/11). Jenis itu menjadi pesawat buatan sendiri pertama bagi China.

Jika pesanan berlanjut, jumlah transaksi untuk C919 akan lebih dari 1.100 buah, menurut angka dari pernyataan COMAC sebelumnya.

Terkait penjualan ini, COMAC mengaku telah mencapai kesepakatan dengan tujuh perusahaan leasing atas 330 pesawat, termasuk 30 pesawat dari jenis sebelumnya yakni ARJ21 yang mulai beroperasi pada 2008.

"[Pesanan] sepenuhnya membuktikan kepercayaan mitra leasing kami [terhadap dua model jet kami]," kata COMAC, seperti dikutip AFP, Rabu (9/11).

Rincian pesanan terhadap C919 di antaranya dari China Eastern Airlines, maskapai penerbangan terbesar kedua di China, yang memesan empat pesawat. Pesawat-peswat itu bakal dikirim akhir tahun ini dan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2023.

China juga telah menyetujui kesepakatan atas jet Airbus senilai $17 miliar tahun ini. Menurut Xinhua, perusahaan mulai memproduksi model A321 di kota timur Tianjin pada Rabu untuk melakukan pengiriman awal tahun depan.

CEO Airbus China George Xu mengatakan langkah itu menunjukkan "dukungan teguh perusahaan untuk pasar China".

COMAC pada Selasa memamerkan C919 di China International Aviation and Aerospace Exhibition. Pesawat ramping itu meluncur di landasan pacu di kota selatan Zhuhai sebelum lepas landas di depan ratusan pengunjung.

Pihak berwenang berharap C919 nantinya mampu menyaingi model asing seperti Boeing 737 MAX dan Airbus A320.

Beijing mengaku pesawat itu akan membantu mengurangi ketergantungan negara itu pada teknologi asing di tengah hubungan sulit dengan negara-negara Barat.

Boeing 737 MAX sebelumnya dikabarkan telah resmi dilarang terbang di China sejak 2019 usai pesawat itu dua kali mengalami kecelakaan fatal.

Namun, pada Juli, Boeing mengatakan pengiriman pesawat ke China kemungkinan disetujui tahun ini.

Akan tetapi, persaingan dagang antara AS-China yang berlarut-larut serta kecelakaan udara komersial terburuk China yang melibatkan Boeing 737-800 memperlambat rencana pengiriman tersebut.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: