Digitalisasi Bikin Wanita Kerja di Tambang Freeport Makin Gampang

Kamis, November 17, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments






Bos Freeport mengungkap digitalisasi menjadi tantangan bagi perusahaan. Tetapi hal itu juga menjadi sebuah peluang besar bagi perempuan untuk bekerja di industri tambang, terutama di Freeport.
Chairman of the Board and Chief Executive Officer of Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson mengungkap dengan transformasi digital pekerja perempuan bisa melakukan penambangan dengan alat digital. Hal ini bisa dilakukan tanpa menambang di bawah tanah.

"Jadi kami mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisien, keamanan, lebih ramah lingkungan. Ini memungkinkan kami melakukan pekerjaan dengan cara baru untuk memperluas tenaga kerja kami. Misalnya, wanita semakin bisa melakukan pengoperasian tambang secara digital menggunakan peralatan jenis robot," katanya kepada detikcom, di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022).

Richard mengatakan transformasi digital ini membuat cara kerja tambang memang berbeda dari sebelumnya. Pihaknya memastikan terus melakukan pengembangan digital di industri penambangan.


"Jadi, dengan menggunakan teknologi modern, robotika, kecerdasan buatan digital mengubah cara kita mengoperasikan semuanya menjadi lebih baik. Jadi kami berinvestasi di sana," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Freeport McMoran Inc. Kathleen L. Quirk berikan bocoran bagaimana upaya perusahaan meningkatkan perempuan di industri pertambangan. Ia mengatakan pihaknya memberikan pelatihan bagi pekerja perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya.

Hal ini dikatakan dalam agenda B20 Summit Indonesia yang bertemakan Investing In Inclusive Growth for a Resilient Future, di BNDCC, Nusa Dua Bali, Senin (14/11) kemarin.

"Kami memberikan pelatihan, dengan pelatihan itu kami juga mendapatkan imbal hasil investasi mereka-mereka, baik yang menjadi UMKM atau memberikan pelayanan bagi usaha kami," ujarnya.

Menurutnya bekerja di industri harus tahan banting atau tangguh. Industri tambang menurutnya penuh dengan kondisi yang naik turun, makanya perlu adanya kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk melalui rintangan industri tambang.

"Bekerja di industri pertambangan harus tangguh, selalu ada naik dan turun akan tetapi kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan kami bisa memenangkan hari hari kami," jelasnya.


Sumber :detik finance

0 comments: