Dosen Keperawatan Unair Masuk Daftar World's Top 2% Scientist 2022

Jumat, November 18, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments




Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh dosen Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (Unair) di kancah internasional. Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD, dosen Unair tersebut, masuk ke dalam daftar World's Top 2% Scientist 2022.
Daftar tersebut dirilis oleh Stanford University dan Elsevier. Prestasi ini menjadi kali pertamanya bagi Ferry, ia mengaku tidak menduga dapat masuk ke dalam jajaran tersebut.

"Tidak menduga bisa masuk dalam Top 2 Persen Peneliti Dunia," katanya, dikutip dari laman resmi kampus pada Rabu (16/11/2022).

Menurutnya, mendapatkan pencapaian tersebut tidak mudah. Terlebih, para peneliti yang masuk ke dalam daftar harus memiliki dampak dan kualitas tinggi dalam publikasi di jurnal internasional, khususnya dilihat dari sitasinya.


Gemar Menulis Sejak Kuliah
Ketertarikan Ferry di bidang penulisan berawal ketika dirinya mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa Ilmu Keperawatan Unair pada 2001 silam. Ia menuturkan, dirinya aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM).

Motivasinya dalam menulis ia dapatkan dari keinginan yang kuat untuk memperoleh pengalaman dan kesempatan jalan-jalan gratis keliling Indonesia.

"Waktu itu saya dan teman-teman ingin dapat pengalaman dan jalan-jalan gratis. Kita nggak punya apa-apa, tapi punya ide dan semangat," kenangnya.

Lebih lanjut Ferry menuturkan, melalui kegiatan PKM dan LTKM, ia mendapat penghargaan, pendanaan, serta berkesempatan jalan-jalan keliling Indonesia secara gratis.

"Ke sana kemari gratis, banyak ilmu baru yang didapat, ketemu orang-orang baru, orang-orang yang hebat, dan paling penting belajar dari pengalaman para pemenang," ungkapnya.

Banyak Belajar dari Orang-orang Hebat
Momen-momen itu memberikan pembelajaran yang berarti bagi Ferry, bahkan berperan dalam proses meniti karier. Karena bertemu banyak orang-orang hebat, Ferry merasa tidak ada batasan waktu untuk belajar.

"Ternyata setiap momen penuh dengan proses pembelajaran sehingga memotivasi saya untuk mau berkarya, menulis, dan meneliti," jelasnya.

Semasa kuliahnya, Ferry bersama timnya berhasil meraih medali emas pada PKM Pengabdian Masyarakat tahun 2006 silam. Bahkan, setiap tahunnya ia mendapat nominasi dan medali dari berbagai kegiatan kemahasiswaan.

"Puncaknya saat dapat emas PKM Pengabdian Masyarakat yang merupakan hadiah terindah," terangnya.

Beberkan Tantangan dalam Menulis
Bagi Ferry, menulis dan meneliti telah menjadi makanan sehari-hari. Namun, proses penelitian memiliki tantangan yang lebih berat ketimbang penulisan.

Menurutnya, ketika ia menulis, maka di akhir juga harus meneliti. Penelitian menjadi tantangan yang berat karena harus memiliki banyak kesiapan, mulai dari dana, sumber daya manusia (SDM), serta ekosistem.

Ia mengatakan, membuat ekosistem yang ramah penelitian membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tantangan akan terasa berat ketika peneliti berada di lingkungan yang minim dukungan.

Walau begitu, Ferry bersyukur karena Unair memiliki ekosistem yang baik bagi bisnis proses penelitian.

"Saya bersyukur karena di Unair ekosistemnya bagus. Dukungan yang diberikan luar biasa, kita semua difasilitasi. No excuse untuk tidak produktif, untuk tidak melakukan riset sehingga sampai publikasi," katanya.

Tantangan lainnya yaitu saat meneliti, dibutuhkan kerja tim dari mulai awal hingga publikasi. Semua proses membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tim.

Bagikan Tips dan Trik
Sekretaris Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) Unair tersebut membeberkan tips dan trik untuk membantu menanamkan budaya ilmiah sejak dini.

Ia mengatakan, seluruh sivitas akademika harus mulai membiasakan diri melakukan suatu tindakan berdasarkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Apapun perilaku atau tindakan setidaknya berbasis bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Membangun budaya ilmiah seperti meneliti dan menulis perlu dilatih, dibiasakan, dan dipaksa," kata Ferry.

Kemudian, tips lainnya ialah membiasakan diri untuk konsisten menulis. Hal ini merupakan kiat awal sebelum menjadi peneliti dan menghasilkan publikasi yang berkualitas.

Sumber : detik.com

0 comments: