Dosen UMM Olah Limbah Rambut Jagung Jadi Teh Kaya Antioksidan

Sabtu, November 19, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments




Pada umumnya, rambut jagung dibuang begitu saja alih-alih diolah lagi untuk dikonsumsi. Namun, ternyata rambut jagung punya manfaat lebih bagi kesehatan lho.
Hal itu dibuktikan oleh Dosen Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Vritta Amroini Wahyudi, Ssi, MSi. Bersama tim, Vritta menyulap limbah rambut jagung menjadi teh kaya antioksidan.

Proses yang dilalui Vritta dan tim tidaklah sebentar. Penelitiannya dimulai pada 2019 lalu.

Mereka mendapat kesempatan mengabdi dengan cara berbagi ilmu untuk masyarakat Desa Sragi, Blitar yang mayoritas merupakan petani jagung. Desa tersebut mempunyai banyak limbah rambut jagung.


"Setelah dilakukan screening, ditemukan bahwa rambut jagung atau corn silk memiliki antioksidan yang tinggi. Sehingga dipilihlah produk ini untuk dikembangkan," kata Vritta, dikutip dari laman UMM pada Jumat (18/11/2022).

Dia menerangkan, antioksidan bermanfaat untuk memperkuat sistem imun.

Sudah Dapat Hak Cipta Merek
Rupanya, Vritta bersama tim dan pihak Desa Sragi bahkan telah memasarkan produk mereka ke berbagai daerah dan tengah membangun rumah produksi. Pada 22 Desember 2022 mendatang, produk itu resmi diluncurkan.

Teh rambut jagung tersebut sudah memperoleh sertifikat Pemenuhan Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Kesehatan dan hak cipta merek dari Dirjen HKI.

Proses Membuat Teh Rambut Jagung
Vritta memaparkan, proses pembuatan teh diawali dengan penyortiran untuk memilih corn silk terbaik. Rambut jagung itu lalu dicuci dan dikeringkan di suhu tertentu sampai pencacahan agar bisa berbentuk serbuk.

Serbuk kemudian dimasukkan ke kemasan yang bentuknya mirip dengan teh celup.

"Jadi produk tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dari jurusan Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dan jurusan Agribisnis UMM bersama mitra desa," sebut Vritta.

Dia melanjutkan, teh rambut jagung karyanya itu bisa menjadi functional beverage yang berpotensi untuk jadi tren minuman pasca pandemi.

Sebagai informasi, functional beverage adalah minuman nonalkohol yang mengandung bahan seperti mineral, vitamin, asam amino, dan sebagainya. Demikian dikutip dari sebuah artikel di Science Direct.

Kembali ke Vritta, selama empat tahun mendampingi masyarakat Desa Sragi, dia dan tim sudah menghasilkan dua produk minuman seduh, yaitu minuman seduh rambut jagung dan minuman serbuk instan corn silk dan jahe.

"Saya berharap banyak mitra desa yang mau berkolaborasi dan mendapatkan pendampingan. Sehingga tidak hanya memunculkan produk baru tapi juga bisa membantu perekonomian warga," ungkapnya.

Sumber : detik.com 

0 comments: