Melihat Keseruan Warga Larangan Indramayu Berebut Gunungan Hasil Bumi

Rabu, November 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Warga larangan berebut gunungan hasil bumi (Foto: Sudedi Rusmadi/detikJabar).

Warga di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu berebut gunungan hasil bumi. Hanya beberapa menit, aneka pangan di tumpengan besar ludes.

Meski begitu, senyuman warga terlihat jelas saat saling merebut aneka buah dan sayuran. Salah satu warga, Mukidin mengaku sengaja mengincar buah yang lebih enak dan jarang untuk bisa dinikmati bersama keluarga.

"Ambil Duren, apel, jeruk, pete. Biasanya cuma sayuran sekarang ada buah-buahan juga. Ya seneng aja, lumayan buat keluarga di rumah," kata Mukidin kepada detikJabar, Rabu (23/11/2022).


Gunungan hasil bumi atau tumpengan besar ini merupakan salah satu ikon yang disajikan dalam tradisi sedekah bumi desa Larangan, Kecamatan Lohbener. Kemeriahan ini bentuk antusias masyarakat dalam menyambut masa tanam padi musim rendeng.

Sebelumnya, 3 gunungan hasil bumi dan tumpengan besar di arak masyarakat dari masing-masing blok menuju kantor desa. Tarian topeng serta keseruan atraksi hiburan Kebo Ngamuk pun mewarnai tradisi tahunan warga Larangan tersebut.

"Sedekah bumi ini wujud rasa syukur atas apa yang diperoleh masyarakat dari hasil bumi. Kedua mengharap keselamatan masuki musim tanam rendengan. Jadi, masyarakat belum menggarap sawah sebelum sedekah bumi," kata Kepala Desa Larangan Sukarno.

Selain itu, ratusan tumpeng pun dihadirkan oleh setiap keluarga. Di tempat yang ditentukan nasi tumpeng yang lengkap dengan aneka lauk-pauk terkumpul sebelum melaksanakan doa bersama.

Sukarno menjelaskan, tradisi ini sudah lama dilakukan masyarakat setempat. Sebab, mayoritas warga Larangan bermatapencaharian sebagai petani.

"Dari hampir 6 ribu penduduk, 75 persen sebagai petani, baik penggarap maupun pemilik lahan," ujar Sukarno.

Dijelaskan Sekretaris Desa Larangan Suta mengaku banyak adat tradisi yang masih dilestarikan di desa ini. Terlebih tradisi yang berkaitan dengan pertanian.

"Setiap tahun memang banyak adat tradisi desa. Unjungan, Mapag Sri, Baritan, Mapag Tamba yang umumnya berkaitan dengan prosesi pertanian," kata Suta.

Sekedar diketahui, lahan pertanian desa Larangan yang luas jadi salah satu penyumbang lumbung pangan di Indramayu. Tak hanya pertanian padi, beberapa petani juga mengelola aneka tanaman hortikultura.

"Rata-rata setiap hektare menghasilkan 8 ton gabah kering panen (GKP) per musim. Lahan sawah sekitar 291 hektare dan Ladang 202 hektare.


Sumber : detik.com

0 comments: