Mengenal 5 Jenis Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

Senin, November 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: RaiyaniM/Wikimedia Commons

Nusa Tenggara Barat memiliki lebih dari satu jenis rumah adat, lho. Setidaknya ada 5 rumah adat yang dikenal di Nusa Tenggara Barat. Kelima rumah adat tersebut bernama Rumah Adat Bale, Bale Jajar, Bale Lumbung, Berugaq Sekenam, dan Istana Sumbawa.
Bagi detikers yang sudah pernah berkunjung ke Nusa Tenggara Barat mungkin pernah juga melihat rumah-rumah adat ini tetapi belum mengetahui namanya. Nah, dalam artikel ini kita akan mempelajari dan mengenal kelima rumah adat Nusa Tenggara Barat tersebut dan apa keistimewaannya, dikutip dari situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat
1. Rumah Adat Bale

Rumah adat ini merupakan jenis rumah adat yang paling dikenal dari Nusa Tenggara Barat. Asalnya dari suku Sasak dan terletak di desa Sade, Lombok Tengah. Desa ini pun telah dikenal sebagai salah satu destinasi budaya oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok.

Mengutip eprints.uny.ac.id, rumah adat Bale terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, daun alang-alang, dan getah pohon yang berfungsi untuk membersihkan rumah dan menghindarkan serangan serangga. Arsitektur dan tata ruang rumah adat Bale biasanya berbeda dengan rumah tinggal biasa dan umumnya dibangun di atas perbukitan.

Suku Sasak sendiri memiliki kepercayaan dan aturan terkait pembangunan rumah. Artinya, rumah adat Bale tidak bisa asal dibangun di sembarang waktu, tetapi ada waktu-waktu khusus untuk mendirikan rumah. Jika aturan ini dilanggar, masyarakat percaya bahwa akan ada hal buruk yang menimpa.

2. Rumah Adat Bale Jajar
Rumah adat ini juga berasal dari suku Sasak, tapi biasanya ditinggali oleh warga yang kelas ekonominya menengah ke atas atau mampu. Bale Jajar biasanya digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan kebutuhan hidup lainnya.

Rumah adat Bale Jajar terdiri atas dua bale dan satu serambi atau sesangkok. Pada bagian depannya dilengkapi dengan sekepat, sementara pada bagian belakang dilengkapi sekenam. Sama seperti bale, Bale Jajar juga terbuat dari bahan alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang.

Dikutip dari repositori.kemdikbud.go.id, Bale Jajar memiliki bataran atau pondasi rumah yang tinggi sehingga berbentuk seperti rumah panggung. Untuk membuat bataran tinggi, bangunan didasari dengan batu yang kemudian ditutup tanah dan dicampur dengan sekam sebagai plesteran. Kemudian dilumuri kotoran sapi atau kerbau.

3. Rumah Adat Bale Lumbung
Bale lainnya yang dikenal sebagai rumah adat NTB adalah Bale Lumbung. Bentuknya seperti bangunan rumah panggung dengan ujung runcing dan lebar pada bagian atapnya. Bagian atap sendiri berjarak kurang lebih 1,5 meter hingga 2 meter dari tanah.

Bagian atap dan bubungan rumah adat Bale Lumbung terbuat dari jerami dan alang-alang. Kemudian bagian dinding dibuat dari anyaman bambu dan bagian lantai dari papan yang disangga beberapa tiang dan pondasi batu.

Dilansir budaya-indonesia.org, warga suku Sasak biasanya menggunakan bagian atap Bale Lumbung untuk menaruh hasil padi. Struktur rumah sengaja dibuat tinggi agar hasil panen yang disimpan di rumah tersebut tidak rusak akibat hama tikus atau banjir.

4. Rumah Adat Berugaq Sekenam

Berugaq atau Berugak Sekenam merupakan salah satu rumah adat NTB yang berfungsi sebagai ruang komunal. Mengutip Lalu Erwan Husnan dalam situs repositori.kemdikbud.go.id, Berugaq tergolong dalam jenis bangunan non rumah tinggal. Rumah adat ini kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga untuk belajar tentang kebudayaan dan tata krama.

Sesuai namanya yakni Sekenam, Berugaq ini memiliki enam tiang penyangga. Jika tiang penyangga hanya empat buah, maka disebut Berugaq Sekepat. Bagian bawah Berugaq meliputi lantai dasar sampai ke tempat duduk dan tiang penopang. Selain itu, pada bagian paling bawah juga terdapat elemen bernama sampak atau umpak, jejait, dan perteng.

5. Istana Sumbawa
Berbeda dengan rumah-rumah di atas, bangunan ini terbilang bangunan mewah yang hanya digunakan oleh raja dan keluarganya. Menurut catatan sejarah, Istana Sumbawa terletak di Kota Sumbawa Besar dan dikembangkan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah 3. Istana ini juga dikenal dengan nama Istana Dalam Loka.

Dilansir situs kebudayaan.sumbawakab.go.id, istana ini dirancang khusus sebagai pusat pemerintahan dan terdiri atas beberapa bangunan. Di antaranya ada Bala Rea untuk tempat tinggal keluarga sultan, Bala Bulo sebagai tempat berkumpul putra-putri sultan, Bala Datu Raja Muda untuk putra mahkota, dan Bale Bawa untuk para abdi dalem dan petugas istana.

Nah, itulah nama-nama rumah adat yang ada di Nusa Tenggara Barat. Jika detikers berkunjung ke provinsi tersebut, jangan lupa untuk mengunjungi juga rumah-rumah adat yang ada. Semoga bermanfaat!


Sumber : detik.com

0 comments: