Misteri Waduk Gajah Mungkur, Konon Pembangunannya Dibantu Makhluk Gaib

Senin, November 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Yogyakarta - Waduk Gajah Mungkur atau WGM berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Waduk ini memiliki luas hingga 8.800 hektare dan mulai dibangun pada 1976-1982.

Waduk Gajah Mungkur terbentang di 7 kecamatan di Wonogiri. Masing-masing, Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Baturetno, Kecamatan Giriwoyo, Kecamatan Eromoko, dan Kecamatan Wuryantoro

Dikutip dalam jurnal berjudul "Pembangunan Waduk Gajah Mungkur Tahun 1976-1986" (2015) oleh Sri Utami, pembangunan waduk ini sudah direncanakan sejak 1964. Waduk Gajah Mungkur direncanakan sebagai waduk serbaguna yang dapat mengendalikan banjir, penyediaan air untuk irigasi, dan PLTA di lembah Sungai Bengawan Solo.

Konon, waduk ini tidak sepenuhnya dibangun oleh usaha manusia. Ada peran makhluk gaib yang turut mewarnai kisah pembangunan waduk ini.

Kisah mistis mengenai waduk ini kian santer terdengar setelah ada beberapa makam leluhur yang tak berhasil dipindahkan, sehingga tenggelam di waduk ini. Keberadaan makam di waduk ini dapat terlihat pada saat musim kemarau, tepatnya ketika volume air waduk mulai surut.

Batu nisan makam di dalam waduk ini akan terlihat jelas ketika air waduknya surut dan tidak akan terlihat pada saat musim hujan. Waduk Gajah Mungkur juga kerap kali menelan korban jiwa.

Orang-orang yang tenggelam di waduk ini dapat dipastikan akan meregang nyawa. Kadang-kadang, proses pencarian jasad korban juga membutuhkan waktu berhari-hari.

Kejadian Mistis Lainnya

Kejadian mistis tidak hanya terjadi di waduk saja, tetapi beberapa tempat yang berada di dekat waduk juga terkena imbas dari keangkeran Waduk Gajah Mungkur. Selain mitos mengenai larangan calon pengantin melintas di jalan yang berada di antara Gunung Pegat yang berada di kawasan waduk, ternyata ada sejumlah cerita mistis lain di gunung tersebut.

Konon, Gunung Pegat adalah lokasi pembuangan mayat pada zaman pemberontakan G30S. Penampakan makhluk halus adalah hal biasa bagi pengendara yang melintas di kawasan ini pada larut malam.

Selain itu, ada wejangan bahwa pengendara tidak perlu menghentikan kendaraan ketika ada orang yang mencoba menghentikan untuk menumpang. Pasalnya, orang tersebut bisa saja makhluk halus yang tiba-tiba menghilang ketika sudah diberi tumpangan.

Keberadaan makhluk astral berbungkus kain kumal juga turut meramaikan mitos keangkeran waduk ini. Makhluk astral ini kerap menampakan diri di jalanan waduk, terlebih jalanan sekitar waduk memang gelap dan minim penerangan dimalam hari.

Sumber : liputan6

0 comments: