Pengaruh Budaya Tiongkok ke Indonesia, dari Makanan hingga Arsitektur

Rabu, November 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Perayaan Imlek di Singkawang/Ade Putra

Pengaruh budaya luar atau antar budaya di Indonesia sudah umum terjadi. Percampuran budaya ini biasa disebut akulturasi.

Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang bisa saja antar budaya tersebut tercampur membentuk suatu budaya baru.

Salah satunya adalah budaya Tiongkok ke Indonesia. Pada zaman dahulu kala banyak orang Tionghoa yang datang ke Indonesia untuk berdagang.

Sebagian orang Tionghoa banyak yang menetap di Indonesia dan menciptakan golongan masyarakat baru di Indonesia.

Akibatnya budaya Tionghoa terus menyebar di Indonesia.

Sehingga hal ini berpengaruh dalam berbagai sektor di Indonesia dan terjadilah percampuran antara budaya Tiongkok dengan Indonesia.

Lalu, dari segi apa saja pengaruh budaya Tiongkok ke Indonesia. Berikut macam-macamnya:

1. Bahasa

Terdapat berbagai macam pencampuran atau penggunaan bahasa Tiongkok dalam kehidupan sehari-hari. Empat kelompok bahasa utama Tionghoa ada Hokkien, Mandarin, Hakka, dan Kantonis.

Contoh penggunaan bahasa Tionghoa dalam kosa kata sehari-hari masyarakat Indonesia adalah loteng.

Kata ‘lo’ artinya puncak dan ‘teng’ artinya ‘puncak’, jika digabung menjadi puncak-puncak.

2. Arsitektur dan Bangunan

Banyak arsitektur dan bangunan di Indonesia yang memiliki ciri khas bangsa Tionghoa. Arsitektur Tionghoa di Indonesia dinilai berbeda dengan di daratan Cina.

Arsitektur Tiongkok di Indonesia dapat terlihat dari berbagai bentuk, seperti kuil, tempat belajar, dan rumah-rumah.

Contohnya Masjid Cheng Ho di Palembang, Masjid yang memiliki nuansa Tionghoa di Indonesia.

3. Seni Pertunjukkan

Seni pertunjukkan Tiongkok juga banyak berkembang di Indonesia. Seperti teater, musik, ataupun seni tari Tionghoa sangatlah berkembang.

Teater Tiongkok yang dapat kita nikmati di Indonesia ada Wayang Potehi. Wayang Potehi adalah salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan.

Lalu sektor musik ada Gambang Kromong, yang merupakan sejenis orkes perpaduan antara gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.

Sedangkan seni tari ada beberapa macam, yaitu Barongsai dan Liang Liong. Keduanya sama-sama tarian tradisional.

Namun, jika Barongsai menggunakan sarung yang menyerupai singa dan Liang Liong adalah tarian yang memainkan naga-nagaan dengan belasan tongkat.

4. Busana

Busana Tiongkok juga berpengaruh dalam perkembangan busana di Indonesia. Ada tiga busana yang terkenal, yaitu baju koko, batik lasem Cina, dan cheongsam.

Baju koko adalah baju muslim versi Cina dengan kerah bulat tertutup dan model seperti piyama. Sedangkan batik lasem cina adalah batik dengan ornamen China.

Cheongsam adalah busana tradisional untuk perempuan Tionghoa. Ciri-cirinya kerah berdiri, sisi kanan terbuka, pas pinggang, dan tergelincir bawah, dengan tujuan untuk memicu keindahan bentuk tubuh perempuan.

5. Makanan

Tahukan kalian jika Soto merupakan makanan yang berasal dari Tiongkok. Memang banyak variasi Soto di Indonesia, namun semua berawal dari Tiongkok.

Selain itu ada bakso, yang berasal dari kata bak-so yaitu ‘daging halus’ atau 'daging yang dicincang'.

Sehingga makanan ini disebut pencampuran antara Tionghoa dan Indonesia.

Sebenarnya ada berbagai macam makanan pencampuran budaya Tionghoa dan Indonesia, seperti bakmi, laksa, kwetiau, bihun, capcay, nasi tim, dan lain-lain yang tidak perlu dijelaskan satu-satu.

Itulah 5 kami rangkum, pengaruh budaya Tiongkok ke Indonesia. Semoga bermanfaat!


Sumber : okezone.com

0 comments: