Sindy Nur Fitri, Anak dari SD Inpres Pernah Dikucilkan Kini Bekerja di PBB

Selasa, November 22, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments




Wanita bernama Sindy Nur Fitri ini tak pernah menyangka bisa berkarier di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menginspirasi anak muda dengan aktif bekerja sebagai sekretaris kedua Perutusan Tetap RI (PTRI) di New York.

Wanita yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat ini mengaku sempat dikucilkan kerena cita-citanya ingin bekerja dan tinggal di luar negeri. Tetangganya dulu nyinyir menyebutnya tidak akan bisa pergi ke luar negeri.

"Saat ini saya bekerja untuk PBB di New York. Saya datang dari Kabupaten di Bandung, Barat, SD Inpres. Tetangga saya dulu mengatakan tidak mungkin saya bisa ke luar negeri. Kadang kamu sudah punya visi dan cita-cita yang besar, ada saja yang mematahkan tidak mungkin karena saya datang dari tempat terpencil," kata Sindy saat ditemui Wolipop dalam acara Cari Spotlight di Dunia Internasional, di Lazada Women's Fest, Jiexpo Convention Center, Jakarta Utara.

Berbagai komentar negatif dari lingkungannya, tak mempengaruhi Sindy untuk terus mengejar impiannya. Dia malah terus memupuk semangat agar bisa pergi ke luar negeri.

"Saya pernah tidak mendengarkan hal-hal yang bersifat negatif dan memupuk minat untuk tahu lebih banyak, belajar lebih banyak agar bisa ke luar negeri. Dari kecil suka mengikuti education fair, seminar dan ingin ketemu dengan bule. Saya juga ikut lomba-lomba bahasa Inggris," ujarnya.

Sindy merupakan alumnus fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Setelah lulus dari UGM, dia sukses mencapai cita-citanya dengan pergi ke luar negeri yaitu kuliah di Universitas Edinburgh. Ia menceritakan kegiatannya saat masih duduk di bangku kuliah.

"Saat kuliah mengikuti kegiatan yang bersifat internasional dan menjadi volunter. Kemudian Alhamdulillah saya diterima di Kementerian Luar Negeri," ungkap Sindy.


Sindy mengatakan pencapaiannya sekarang ini juga mematahan anggapan jika wanita tidak bisa mencapai karier yang tinggi. "Saya bekerja di pemerintahan dan ditugaskan di luar negeri, mungkin kita kadang berpikir kalau belum banyak wanita berada di titik atas. Wakil Sekjen PBB adalan wanita, Amina J. Muhammad dan duta asing juga banyak seorang wanita. Semua wanita sebenarnya bisa dan mampu," sambung Sindy.

Wnita berambut panjang ini menuturkan sehari-hari bekerja sebagai diplomat PBB. Dia ingin merepresentasikan warga negara Indonesia di depan forum yang kebanyakan orang asing.

"Saat kamu di luar dan merepresentasikan sebagai warga negara Indonesia, itu lah yang dilihat oleh orang di luar sana. Mereka itu memandang masyarakat kita orang yang ramah dan bekerja sama," jelasnya.

Tips dari Sindy Agar Bisa Cari Spotlight di Luar Negeri
Sindy berbagi tips bagaimana agar kamu bisa menunjukkan personal branding sesuai dengan minat. Cara termudah saat ini adalah menggunakan media sosial. Media sosial bisa kamu gunakan untuk mengunggah berbagai konten positif.

"Jadikan platform media sosial menjadi hal yang positif. Timeline media sosial kamu isinya apa saja dan mengunggah postingan yang bisa menginspirasi. Jadi lah orang yang memberikan solusi," kata Sindy.

Sindy menuturkan jika kamu ingin berkarier di luar negeri bisa mencari informasi cara mendapatkan akses bekerja di luar negeri. Misalnya jika masih bersekolah, bisa mencari tahu apakah sekolah memiliki chanel untuk ke dunia internasional.

"Pertama coba lihat apakah sekolah kamu bisa memberikan channel atau ekskul yang berkaitan dengan dunia internasional. Kedua mencoba agar kamu terus melompat jangan selalu berada di circle kamu yang itu-itu saja. Terakhir temui mentor yang sudah berhasil dan mempunyai pengalaman. Saya yakin banyak yang mau berbagi dan saling membantu," kata Sindy.

Selain itu, Sindy menyebutkan penting bagi kamu untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan pastinya mempelajari bahasa asing.

"Penting banget kamu harus maju dan up skill jangan sampai kamu maju tanpa bekal. Pertama kamu harus menambah kemampuan bahasa asing, karena bisa berkomunikasi di dunia internasional, terus mengekspos pergaulan yang sifatnya internasional, nggak harus langsung bekerja kok, misalnya menjadi volunter dan komunitas," tutur Sindy.

Sumber : detik.com

0 comments: