Tips Pilih Obat Aman untuk Anak

Senin, November 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Seiring dengan maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak, masyarakat dituntut untuk lebih selektif dalam memilih obat yang aman bagi anak.
Pasalnya, kegagalan fungsi organ tersebut diduga dipicu oleh obat-obatan sirup yang kerap dikonsumsi anak-anak.
Untuk itu, Pakar Farmasi Unair, Prof Junaidi Khotib SSi Apt MKes PhD membagikan tips memilih obat yang aman bagi anak-anak.
Pertama, Prof Junaidi mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan sumber resmi dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan BPOM.
“Masyarakat harus mengikuti informasi dan sumber resmi pemerintah, karena yang tahu dan berwenang dalam menentukan hold, penundaan, atau penarikan obat mengandung etilen glikol dan dietilen glikol ‘kan pemerintah. Terlebih lagi sekarang sudah ada listing atau daftar obat-obat yang ditarik, sehingga masyarakat bisa mengacu ke sana, insyaallah aman,” ujarnya, Senin (7/11).
Selain itu, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak serta merta menelan mentah-mentah informasi terkait obat-obatan di media sosial. Pasalnya, media sosial kerap kali menjadi sumber informasi yang tidak benar (hoax).
“Masalahnya, masyarakat sering ambil informasi di media sosial yang mana semua orang bisa memasukkan dan menyebarkan info di sana, sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam memperoleh informasi dan sumber terkait obat-obatan itu tadi,” tambahnya.
Tips kedua yakni beralih ke obat puyer. Menurutnya, puyer bisa menjadi salah satu opsi aman dalam memilih obat untuk anak. “Meskipun mungkin rasanya pahit, tetapi ini bisa menjadi opsi di tengah maraknya kasus ini,” imbuh Junaidi.
Terakhir, Prof. Junaidi mengatakan, masyarakat harus melibatkan peran serta dokter dan apoteker dalam menentukan obat yang aman bagi anak.
“Ketika obat-obat tersebut harus dengan resep dokter, maka tentu saja mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sebelum selanjutnya datang ke apotek. Di apotek, mereka bertemu apoteker, di sana apoteker pasti memberikan informasi mana obat yang baik, aman, serta tidak menimbulkan potensi gagal ginjal,” ujarnya.
Tak lupa, ia juga berpesan pada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Namun masyarakat diminta tetap harus waspada agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Saya harap masyarakat juga tidak panik dengan hal yang sedang kita hadapi ini. Tentu semua prihatin. Oleh karena itu, kejadian ini harus kita waspadai agar tidak terjadi di masa mendatang,” pungkasnya.



Sumber : kumparan.com

0 comments: