Wajah Baru TMII & Perjamuan Seharga Rp1,08 Triliun untuk Tamu G20

Kamis, November 03, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Bisnis.com, JAKARTA - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dipermak habis oleh pemerintah, karena akan digunakan untuk perjamuan makan malam para petinggi negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20. Pemerintah merogoh kocek Rp1,08 triliun untuk melakukan renovasi TMII. Perombakkan ikon wisata pada era Orde Baru tersebut dibagi dalam 3 zona. 

Zona pertama, dengan tema 'Indonesia Klasik ' dilakukan penataan pada area gerbang utama, renovasi koridor utama Sasono, plaza utara dan selatan, Plaza Gadjah Mada, Tugu Pancasila, Keong Mas, Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, Sasono Adiguno, Museum Indonesia, dan lantai satu gedung pengelola sebagai gerai UMKM. 

Adapun zona kedua, bertema 'Arsitektur Nusantara' dengan sentuhan Tradisi dan Budaya Sulur melalui renovasi jalan dan pedestrian kawasan lingkar dalam, Plaza Boulevard Nusantara, amphiteater, dan promenade keliling Danau Archipelego.

Sementara itu, zona ketiga dengan tema 'Indonesia Kini Modern' di antaranya penanganan jalan dan pedestrian kawasan lingkar luar.

Secara terperinci biaya untuk renovasi itu terdiri dari koridor utama Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, dan Sasono Adiguno dilaksanakan oleh kontraktor PT PP senilai Rp167,4 miliar. 

Adapun Renovasi Museum Indonesia, penataan lansekap anjungan dan pedestrian, penataan outer ring (halte), area parkir, dan gedung pengelola oleh kontraktor PT Waskita Karya senilai Rp182,9 miliar. Lalu, penataan lansekap pulau-pulau di Danau Archipelego (promenade, pedestrian anjungan, dan amphitheater) oleh PT Brantas Abipraya senilai Rp183,6 miliar.

Sementara itu, renovasi Museum Theater Garuda, Museum Telkom, dan Keong Mas dengan kontraktor PT Nindya Karya senilai Rp100,9 miliar. Penataan lansekap pedestrian anjungan, viewing tower, Kaca Benggala, dan pembangunan community center oleh kontraktor PT Adhi Karya senilai Rp70 miliar. Kemudian struktur parkir dengan desain elevated oleh PT Hutama Karya senilai Rp186 miliar.

Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, mengatakan pihaknya berahap TMII dapat dipergunakan sebagai tempat rekreasi sekaligus kegiatan sosial warga sekitar.  "Pemerintah berharap TMII dapat menjadi pusat kegiatan sosial budaya, termasuk rekreasi warga Jakarta dan sekitarnya, seperti layaknya GBK," kata Endra dalam keterangan resminya.

Endra menilai berbagai kota lain pun membutuhkan ruang publik seperti GBK dan TMII. Apalagi, TMII kini mengusung konsep destinasi wisata rakyat yang menawarkan suasana lebih alami dan hijau.  "Kota-kota besar Indonesia membutuhkan banyak ruang terbuka publik seperti TMII dan GBK ini agar kotanya lebih hijau, nyaman dan humanis," ujarnya. Sebagai informasi, renovasi TMII telah dimulai sejak Januari 2022.

Kementerian PUPR mengklaim renovasi telah selesai 100 persen pada pertengahan Oktober 2022. Seluruh infrastruktur siap untuk diresmikan meliputi area penataan bangunan seluas 7,71 hektare dan kawasan seluas 26,56 hektare. Sementara itu, peresemian masih menunggu amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kementerian PUPR menyebut telah menuntaskan seluruh proyek infrastruktur pendukung perhelatan KTT G20. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan menjelaskan proyek-proyek tersebut di antaranya adalah revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah, penataan Kawasan Mangrove Ngurah Rai, dan peningkatan infrastruktur Kawasan Garuda Whisnu Kencana (GWK). "Sudah semua," ujarnya . Presiden Joko Widodo sendiri menyampaikan bahwa negara yang akan hadir dalam G20 telah mengonfirmasi sebanyak 17 negara. Menurutnya, tiga negara belum memastikan akan datang. Jokowi tidak menyebutkan tiga negara tersebut.


Sumber : bisnis

0 comments: