Wow! Polisi di Blitar Raup Cuan dari Bisnis Kopi Rempah, Omzetnya Istimewa

Selasa, November 22, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Blitar - Seorang polisi di Kabupaten Blitar menggeluti bisnis kopi rempah di sela aktivitas dinasnya. Adalah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponggok, Blitar, Aipda Jauhari Fitrianto yang sukses mengolah kopi rempah dan jadi ladang cuan untuknya.

Polisi berusia 40 tahun itu getol memproduksi kopi rempah sejak 3 tahun terakhir. Dia memanfaatkan hasil rempah-rempah dari warga Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

"Kebetulan wilayah kerja saya di Desa Kawedusan Ponggok dan hasil rempah di sini memang banyak. Kemudian sejak awal COVID-19 saya mulai mencoba meracik kopi rempah ini," kata Jauhari saat ditemui

Jauhari mengaku tak kesulitan untuk membagi waktu antara tugasnya dengan bisnis kopi rempah tersebut. Dia memilih memproduksi kopi rempah ketika sedang lepas dinas. Sedangkan untuk bahan dasar racikan kopi rempah diambil dari warga sekitar yang kesulitan mengelola rempah-rempah.

"Karena saya ada ikatan dinas di Polsek, biasanya sambil patroli saya mengumpulkan rempah dari warga. Untuk produksi kopi rempah menunggu saya libur, karena saya juga mengerjakan sendiri," jelasnya.

Ada dua produk kopi rempah yang diracik dan diproduksi oleh Jauhari. Yakni kopi kapulaga dan kopi rempah murni. Bahan produk kopi kapulaga hanya campuran kopi, jahe, dan serai.

Sedangkan bahan produk kopi rempah terdiri dari campuran kopi, jahe merah, kapulaga, kayu manis, cabai jamu, cengkeh, lada hitam, serta bunga lawang.

Terkait proses produksi, kata Juahari, kopi disangrai selama 30 menit. Kemudian, berbagai macam rempah dimasukkan ke mesin sangrai untuk proses pencampuran. Campuran kopi dan rempah-rempah itu disangrai lagi selama lebih kurang dua jam.

"Setelah kopi dan rempah matang, baru kami giling, lalu baru dikemas," bebernya.

Saat pandemi COVID-19, kopi rempah sangat digemari karena dianggap bisa meningkatkan daya tahan tubuh alias imun. Bahkan, kopi rempah hasil produksi Pak Bhabinkamtibmas ini dilirik pembeli dari Malaysia.

"Termasuk di musim pancaroba seperti ini, alhamdulillah tetap diminati. Karena mengonsumsi kopi rempah bisa untuk menjaga imunitas dan menjaga stamina," imbuhnya.

Dalam satu bulan, Jauhari bisa memproduksi sekitar 70 kilogram atau 700 kemasan kopi rempah. Sementara, setiap kemasan memiliki berat 100 gram per kemasan. Untuk harga jualnya yakni Rp 20.000 per kemasan. Omzet pun istimewa jika Jauhari banyak dapat pesanan.

"Omzetnya ya antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Bisa juga lebih kalau mendapat banyak pesanan," tukasnya.

Sumber : detik.com

0 comments: