10 Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia, Bakar Batu hingga Wayangan

Sabtu, Desember 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


NATAL yang diperingati tiap 25 Desember adalah hari penuh kebahagiaan bagi umat Kristiani. Untuk merayakan hari lahir Yesus Kristis, berbagai kegiatan dilakukan seperti mendekorasi rumah, kantor, atau ruang publik dengan berbagai pernak-pernik dan ornamen Natal.

Banyak cara untuk menyambut Natal salah satunya, seperti umat Kristiani Indonesia yang merayakan Natal dengan memadukan keragaman budaya di setiap daerahnya. Hal ini menjadikan momen perayaan Natal menjadi unik dan menarik.


Berikut rangkuman 10 tradisi unik menyambut Natal di Indonesia :

Van Vare, Larantuka

Masyarakat Larantuka, Flores Timur, NTT merayakan Natal dengan penampilan musik dari orkestra yang diiringi paduan suara Keuskupan Larantuka, atau lebih dikenal dengan Van Vare.

Di balik tradisi ini bertujuan agar masyarakat dapat membangunkan orang-orang dari kebiasaan buruk melakukan dosa. Melalui musik, lagu dan syair mereka diingatkan agar kembali menuju jalan kebenaran dan kembali suci di hari Natal.

Barapen, Papua

Barapen adalah tradisi bakar batu yang berada di Papua. Uniknya batu-batu ini akan dibakar dengan cara menggesekkan kayu hingga menghasilkan panas.

Saat menunggu api menyala ada beberapa tugas yaitu para wanita diminta menyiapkan daun-daunan seperti singkong, bayam, pepaya untuk pakis. Sedangkan laki-laki diberi tugas membuat tabung untuk meletakkan batu panas yang telah menyala.

Batu yang telah membara dijadikan sebagai tempat memasak sayuran dan daging babi. Tradisi ini dilakukan sebagai cara untuk memperingati hari lahirnya Isa Almasih.

Tradisi barapen (Foto: Okezone.com)

Kunci Taon, Manado

Tradisi unik lainnya berasal dari Manado, umumnya Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya, namun masyarakat Manado memulai merayakan Natal 1 Desember hingga awal tahun baru.

Berbagai acara dilakukan mulai dari pra Natal hingga puncak acara tanggal 25 Desember. Setelah melakukan puncak acara masyarakat Manado akan berkunjung ke pemakaman keluarga untuk membersihkan area pemakaman serta menghias area pemakaman dengan bunga segar. Tradisi ini berlangsung hingga tahun baru.

Pada awal tahun, seminggu pertama di bulan Januari ada acara yang masih berlanjut yaitu Taon Kunci. Masyarakat Manado melakukan tradisi Taon Kunci dengan parade berjalan keliling kampung dengan mengenakan kostum unik untuk menghibur penonton.

Marbinda, Sumatera Utara

Marbinda merupakan tradisi menyembelih hewan seperti kerbau,sapi, babi dan ternak lainnya. Sekaligus tradisi ini mirip penyembelihan kurban oleh Muslim saat Idul Adha. Namun terdapat perbedaan yaitu, hewan yang dikurbankan merupakan hasil iuran warga sebelum perayaan Natal.

Hewan yang dibeli tergantung berapa banyak jumlah dana yang terkumpul. Apabila mendapatkan jumlah yang cukup besar, warga akan mengurbankan kerbau. Namun, jika dana hanya terkumpul sedikit maka warga akan mengurbankan babi.

Hasil dari penyembelihan hewan akan dibagikan secara merata bagi warga yang berpartisipasi.

Wayang Kulit, Yogyakarta

Tradisi wayang kulit sangat kental bagi masyarakat jawa. Pada pertunjukan wayang kulit, seorang Pendeta atau Pastor akan memimpin ibadah di gereja dengan menggunakan bahasa Jawa halus lengkap dengan pakaian Yogyakarta, seperti blangkon dan beskap.

Ilustrasi

Rabo-Rabo, Jakarta

Tak hanya di daerah Ibukota Indonesia juga memiliki tradisi unik menyambut Natal yaitu Rabo-Rabo. Tradisi ini berawal pada masa penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Portugal yang mengunjungi warga lain saat Natal.

Tradisi ini mirip dengan halalbihalal saat Idul Fitri, namun perbedaannya terletak pada iringan musik dan tarian dan setiap warga yang didatangi harus menari bersama rombongan, begitupun seterusnya dari rumah ke rumah.

Meriam Bambu, Flores

Tradisi meriam Bambu menjadi tradisi yang disenangi oleh anak-anak saat Natal tiba. Meriam Bambu ini dibuat dari abu dapur dan minyak tanah yang dimasukkan ke dalam bayang bambu. Cara membunyikan meriam ini dengan memasukkan api dalam lubang kecil di sisi bambu.

Meriam Bambu ini akan menghasilkan dentuman suara, hal ini menandakan sebagai ungkapan rasa gembira atas kelahiran Yesus Kristus.

Bunyi Lonceng dan Sirine, Ambon

Tradisi Natal yang tak kalah seru lainnya yaitu dengan membunyikan lonceng di gereja serta sirine secara bersamaan pada malam Natal.

Tak hanya itu masyarakat Ambon juga memeriahkan dengan beragam dekorasi khas Natal seperti pohon Natal yang dihias di rumah hingga pertokoan. Tradisi sinterklas mengunjungi rumah-rumah juga dilakukan di Ambon.

Lovely Desember, Toraja

Lovely Desember merupakan tradisi Natal yang cukup meriah dilakukan oleh masyarakat Toraja. Perayaan ini dilakukan sejak awal bulan Desember.

Pemerintah daerah Toraja akan mengadakan festival budaya dan pariwisata (Lovely Desember) saat sebelum Natal tiba. Dengan puncak acara pada tanggal 26 Desember yang biasanya akan dilangsungkan prosesi upacara Lettoan. Berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan kuliner ikut memeriahkan tradisi ini.

Penjor, Bali

Penjor Bali merupakan perayaan Natal yang mirip dengan Hari Raya Galungan bagi umat Hindu. Saat Natal tiba, setiap gereja aka dihiasi dengan berbagai bambu dan janur yang indah. Penjor adalah hiasan janur di batang bambu yang melengkapi upacara adat serta agama masyarakat Bali. Pada saat Natal telah tiba, umat kristiani di Bali mengenakan pakaian kebaya tradisional lengkap dengan selendang dan kain kamen berwarna hitam atau putih.


Sumber : okezone.com

0 comments: