Cerita Shofiah, Mahasiswa Pertukaran ke AS Berbekal Jago Nulis

Rabu, Desember 14, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



St Shofiah Aghnani Alfi Laila Fq tercatat sebagai mahasiswa Kimia, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB). Dengan kemampuannya menulis, ia terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam program pertukaran mahasiswa Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sebagai delegasi Indonesia, Shofiah berangkat ke Amerika Serikat dengan dibiayai penuh pemerintahan AS. Di University of Connecticut (UConn), ia belajar selama 5 pekan, pada 17 September -21 Oktober 2022.

"Hal ini berawal dari personal statement 250 kata yang saya tulis sebagai syarat seleksi," kata Shofiah, dikutip dari laman kampus, Senin (12/12/2022).

Shofiah sebelumnya aktif belajar menulis, menuangkan gagasan penelitian, dan meriset lewat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (RKIM) UB.

Ia dan tim mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari UB salah satunya menciptakan teknologi alat pemanen air hujan berbasis Internet of Things (IoT) bernama Raiter untuk mengatasi krisis air minum bersih saat kemarau.

Tim yang diketuai Muh. Fijar Sukma dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB ini beranggotakan Shofiah, Muhammad Aditya dari Filkom UB, serta Faris Febrian dan Miftahul Pebrianti dari FMIPA UB.

Gagasan tim PKM mereka lolos dalam ajang PKM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan mendapat pendanaan.

Inovasi mereka dilengkapi sensor suhu, sistem filtrasi, sterilisasi, dan sistem dekontaminasi untuk menyaring kotoran dan membunuh nano partikel berbahaya di dalam air hujan.


Raiter juga dilengkapi dengan beberapa sensor, termasuk sensor suhu, yang berfungsi sebagai indikator air bersih siap minum yang dihasilkannya. Sebaga alat IoT, Raiter terkoneksi ke smartphone.

Bagi Shofiah, menuangkan gagasan lewat tulisan dan inovasi bisa membawanya ke berbagai kesempatan yang lebih besar.

"Menurut saya, skill menulis merupakan hal dasar yang bisa membawa saya ke berbagai event," tuturnya.

Belajar Apa di AS?
Dalam program YSEALI ke AS, Shofiah belajar tentang kewirausahaan sosial.

"Selain menyukai bidang science dan kepenulisan, saya juga memiliki ketertarikan di bidang social entrepreneurship. Untuk itu saya tertarik mengikuti program ini," katanya.

"Program ini tidak hanya berfokus pada social entrepreneurship, tetapi juga menyediakan dua cohort lainnya yaitu civic engagement dan environment issue. Dari segi leadership juga sangat insightful dan implementatif untuk diterapkan di lingkungan serta bisnis sosial di masa mendatang," imbuh Shofiah.

Ia juga mempresentasikan tentang Indonesia di kelas terbuka Uconn bersama delegasi Indonesia lain. Selain belajar di kelas, ia juga merasakan volunteering, study tour, dan trip.

Bagi mahasiswa asal Sumenep, Madura ini, menjadi peserta pertukaran mahasiswa ke AS ini memungkinkannya menjalin pertemanan dengan teman-teman baru dari 10 negara ASEAN lainnya dan mahasiswa lokal di UConn.

"Program ini sangat cocok untuk teman-teman yang aktif di komunitas dan antusias untuk membawa dampak di masa yang akan datang. Tahapan seleksinya juga lebih singkat dan sederhana jika dibandingkan dengan exchange lainnya yaitu tahapan seleksi administrasi dan interview," pungkasnya.

Sumber : detik.com

0 comments: