Cerita UMKM Olahan Teh Bangun Bisnis Saat Awal Pandemi

Rabu, Desember 14, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Pandemi COVID-19 yang berlangsung pada awal 2020 membuat banyak kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Wabah tersebut pun membuat banyak orang lebih sadar untuk menjaga kesehatan.

Perubahan tersebut yang tidak ingin disia-siakan oleh Founder dari Seduh Pertama, Alvi Faidaturrosyida untuk memulai usaha pada 2020. Dari perubahan tersebut Alvi melihat sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Pertimbangan pilihan produk di awal perjalanan bisnis Seduh Pertama jatuh kepada Teh. Seduh Pertama memperkenalkan berbagai produk artisan tea atau teh yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti herbs dan flower tea. Adapun bahan bakunya didapatkan dari petani lokal dan sebagian memanfaatkan produk impor.
"Hadirnya Seduh Pertama didasari oleh tren dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan hampers atau pemberian gift yang banyak diminati pada masa itu," kata Alvi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Ia mengatakan bisnisnya pun dijalankan bertujuan untuk mendukung masyarakat dalam menjalankan gaya hidup sehat, salah satunya dengan membudayakan menikmati minuman teh.

"Bisnis ini berangkat dari pemahaman kami bahwa di tengah situasi pandemi, masyarakat mulai bergerak dan sadar akan pentingnya gaya hidup sehat. Untuk mendukung hal tersebut, kami mencari produk yang memiliki potensi, di mana seperti yang kita ketahui teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat, dan Indonesia sendiri juga dikenal oleh kekayaan alam salah satunya daun teh," katanya.

Pada tahun awal memulai bisnis, ia bersama suami mempersiapkan segala halnya secara mandiri mulai dari stok produk hingga packing orderan. Aktivitas tersebut diimbangi olehnya dengan terus belajar agar bisnis yang dijalankan mampu terus tumbuh.

"Melalui produk-produk artisan tea yang kami hadirkan, Seduh Pertama tidak hanya berupaya untuk meningkatkan daya tarik melalui ragam manfaat sesuai dengan masing-masing kebutuhan konsumen, akan tetapi juga memperkenalkan produk lokal yang inovatif dan berkualitas," ujarnya.

Untuk pemasarannya, ia bersama suami memanfaatkan jaringan relasi yang dimiliki dengan menitipkan produk yang dimiliki ke coffee shop serta retail shop. Meskipun sudah memiliki pasar tersendiri, ia mengatakan dalam menjalankan bisnis tersebut tidak terlepas dari sebuah tantangan.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi dalam memulai bisnis yakni memahami kebutuhan pasar. Pasalnya, hampir setiap saat kebutuhan pasar terus mengalami perubahan.


"Dalam berjalannya waktu, kendala serta tantangan pun dihadapi salah satunya yaitu kesulitan dalam memprediksi keinginan pasar," jelasnya.

Manfaatkan Ranah Digital untuk Perluas Pasar

Meskipun begitu, semangatnya tetap terjaga untuk terus mengembangkan bisnis dengan cara beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi. Menurutnya, platform digital membantunya dalam mendapatkan konsumen baru.

"Kami merasa sangat terbantu dan ingin mengucapkan terima kasih untuk Shopee. Sejak Seduh Pertama sendiri berdiri di tahun 2020 saat masih dihadapkan pada situasi pandemi, Shopee terus memberikan wadah dan semangat bagi para pelaku usaha melalui inovasi dan program untuk menjaga keberlangsungan bisnis kami," tambah Alvi.

Ia mengatakan Seduh Pertama memutuskan untuk bergabung dengan ShopeeMall. Untuk memaksimalkan pemasaran, Alvi pun tidak segan untuk memanfaatkan sejumlah fitur yang terdapat di Shopee.

Mulai dari promo menarik, kampanye angka kembar 9.9 hingga 12.12 serta fitur interaktif seperti Shopee Video. Dengan memanfaatkan fitur dan program yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar, Seduh Pertama merasakan pengaruh positif dalam perluasan jangkauan produk, pengembangan toko dan pertumbuhan penjualan.

Antusiasme pengguna juga terlihat pada beberapa produk terfavorit di aplikasi Shopee antara lain lain Artisan Tea The Sleeping Beauty, Flower Tea Chamomile, Dried Lemon, Butterfly Pea, dan lain-lain. Produk-produk ini sering ditanyakan melalui fitur chat, permintaan akan video produk dan menjadi wishlist pengguna Shopee.

"Salah satu program yang sedang berlangsung adalah keikutsertaan kami pada kemeriahan kampanye Shopee 12.12 Birthday Sale. Program ini menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha guna meningkatkan eksposur melalui fitur-fitur yang ditawarkan, termasuk fitur Shopee Video," ujarnya.

"Kami sering mendapat permintaan dari konsumen untuk dibuatkan video terkait produk yang kami hadirkan agar bisa dilihat secara lebih jelas. Berbagai persiapan kami lakukan, mulai dari menjaga ketersediaan stok, promo-promo yang kami hadirkan, baik cuci gudang akhir tahun, hingga produk khusus spesial natal dan tahun baru. Tidak lupa, untuk menghadirkan konten-konten kreatif untuk semakin memperkuat daya tarik. Dan selama kampanye 12.12 yang sudah berjalan 2 minggu, manfaat dan peningkatan penjualan sangat terasa," imbuh Alvi.

Ia mengatakan para pengguna Shopee pun bisa memanfaatkan penawaran spesial dari Seduh Pertama seperti Pasti Diskon 50%, Gratis Ongkir, Cashback Xtra. Tak hanya itu, para pengguna pun bisa memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari hingga puncak Shopee 12.12 Birthday Sale di 12 Desember 2022.

Shopee pun telah menyiapkan ragam kemeriahan dan penawaran menarik, mulai dari Gratis Ongkir Rp0, Cuci Gudang Diskon s/d 90%, dan Rezeki Nama Diskon s/d 50RB.

"Kami berharap semakin banyak produk kami yang di jual di coffee shop serta retail shop dan dapat dikirim keluar negeri melalui program ekspor Shopee. Dengan lebih percaya diri, kami yakin produk lokal asal Indonesia dari Seduh Pertama dan para pelaku UMKM lainnya memiliki kualitas baik dan nilai yang tinggi untuk dapat dinikmati semua kalangan masyarakat," tutupnya.

Sumber : detik.com

0 comments: