Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Monitor Kualitas Air Kolam Ikan, Akurat Sampai 99 Persen!

Jumat, Desember 02, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) UGM mengembangkan sebuah aplikasi untuk memonitor kualitas air kolam budi daya ikan. Aplikasi yang dinamai dengan S-POND itu dirancang untuk bisa mendeteksi perubahan pH, suhu kolam, suhu lingkungan, kelembaban, oksigen terlarut (DO), hingga kematian ikan.

Mereka adalah Bintang Ramadhan (Prodi Teknologi Veteriner), Saarah Khairunnisa (Teknologi Veteriner), Kaisa Fadhilah (Prodi Teknologi Veteriner), Rizky Nur (Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol) dan Latief Hasyim (Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol). Aplikasi ini mereka kembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM bidang Karsa Cipta di bawah bimbingan drh. Dela Ria Nesti M.Sc.

Aplikasi ini dilatarbelakangi oleh persoalan yang dialami para petani dan pembudidaya ikan nilai. Bintang menjelaskan, persoalan utama yang dialami adalah kematian ikan akibat perubahan kualitas air kolam. Hasilnya, para petani mengalami kerugian panen karena hal ini.

"Tindakan pencegahan berupa monitoring kondisi kolam dapat dilakukan petani ikan untuk mencegah kerugian akibat kematian massal ikan. Namun, monitoring pada umumnya dilakukan secara langsung melalui pengamatan di kolam atau menggunakan alat ukur yang dioperasikan secara manual," papar Bintang dalam laman UGM, dikutip Jumat (2/12/2022).

Oleh sebab itu, kelima mahasiswa muda ini mengembangkan alat berbasis internet of things (IoT) dan management data system untuk mendeteksi dan memonitor kualitas air, kematian ikan secara berkala, dan mengetahui kondisi cuaca di sekitar kolam.


Harapannya dengan alat tersebut bisa membantu dan memudahkan pembudidaya ikan mendapatkan informasi dengan cepat melalui smartphone. Petani ikan juga dapat melakukan penanganan dini apabila terjadi kematian ikan sehingga mencegah kerugian yang besar

Bentuk dan Fitur SmartPond
Prototipe SmartPond dirancang dengan ukuran 40×28×15 cm dan berbobot 0,5 kg. Alat dengan badan aluminium ini menggunakan sumber daya listrik dengan input 220v pada AC current dan output 12v pada DC current.

Prototipe SmartPond dapat mendeteksi kualitas air dan ikan mati menggunakan alat sensor yang dipasang pada tepi kolam dengan 5 sensor yakni sensor ultrasonik, pH, suhu, dan dissolve oxygen. Sensor ultrasonik memiliki jangkauan 420 cm pada range 75 derajat sehingga dapat maksimal pada kolam ikan dengan ukuran 3×4 meter persegi.

"Aplikasi S-POND difungsikan untuk memonitoring parameter kondisi kolam dan kematian ikan. Parameter yang tertampil dalam aplikasi S-POND meliputi pH, suhu kolam, suhu lingkungan, DO, dan kelembapan lingkungan, serta lokasi keberadaan kolam," urai Bintang.

Hasil pendeteksian akan disalurkan pada master control unit untuk selanjutnya dikirim pada aplikasi SmartPond. Informasi secara real time dapat diketahui melalui notifikasi yang muncul di smartphone.

Data akan tersimpan selama seminggu melalui database dalam bentuk soft file di spreadsheet sehingga memungkinkan pemilik untuk melakukan evaluasi dan analisis kondisi kolam selama seminggu.

Telah Diuji di Laboratorium dan Kolam Ikan Petani Nila
Prototype SmartPond telah diujikan pada kolam ikan dalam laboratorium dan kolam ikan nila kelompok tani Mina Rukun Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Berdasarkan pengujian, prototype SmartPond telah mencapai 99,986 persen akurat saat dibandingkan dengan alat berstandar SNI.

"Sistematika pendeteksian ikan mati, yaitu ikan mati akan mengapung akibat pembusukan terjadi di saluran pencernaan sehingga gas CO2 membuat perut ikan menggembung dan mengapung di permukaan air. Ikan akan terdeteksi sebagai ikan mati apabila tidak mengalami pergerakan aktif selama 1 jam," imbuh Latief.

Mahasiswa prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol itu mengatakan bahwa pengembangan aplikasi SmartPond akan terus dilakukan terutama untuk mengoptimalkan parameter deteksi, durasi penyimpanan database serta integrasi sistem prototype dengan treatment tools.

"Kedepannya pengembangan prototipe akan terfokus pada parameter lainnya sehingga diharapkan alat ini menjadi early warning dan comprehensive monitoring system bagi petani ikan," tuturnya.

Sumber : detik.com

0 comments: