Mahasiswa UPN Yogyakarta Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci, Harganya Murah!

Kamis, Desember 15, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments


Jika umumnya minyak jelantah dianggap limbah, lain halnya dengan inovasi mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVYK).

Pembuangan minyak bekas menggoreng atau jelantah secara sembarangan akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Terlebih, apabila pencemaran dibiarkan akan menimbulkan kerusakan pada tanah, ekosistem perairan, hingga kesehatan manusia itu sendiri.

Labitta Anjani Mustikarini namanya, mahasiswa Manajemen semester 7 itu berinovasi mengubah minyak jelantah menjadi sabun pencuci baju. Tidak sendiri, Labitta bersama kelompok KKN-nya yang beranggotakan 10 orang menyulap limbah minyak jelantah.

Mengundang Narasumber untuk Melakukan Pelatihan
Dalam membuat inovasi tersebut, Labitta dan kawannya yang merupakan anggota dari Kelompok 88 mengundang narasumber untuk mendapatkan pelatihan cara mengolah minyak jelantah menjadi sabun pencuci baju. Setelahnya, ilmu tersebut ia bagikan kepada warga lain.

"Kamu mengundang narasumber dari kampung Suronatan, Ngampilan. Beliau salah satu pengurus di bank sampah Suronatan. Pembicara pada program pelatihan sabun dari minyak jelantah ini mendapat inovasi dari pelatihan yang diadakan dari kelurahan, kemudian ditularkan kepada kami dan warga lainnya," kata Labitta.

Langkah kecil ini dapat menekan masalah pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Terlebih, minyak jelantah ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat.

Mengutip dari laman resmi kampus pada Rabu (14/12/2022), modal yang diperlukan tidaklah banyak. Hanya dengan Rp16.000 sudah dapat menghasilkan 12 pcs sabun pencuci baju.


"Alasan kamu mengajak warga mengolah minyak jelantah karena minyak jelantah ini tidak bisa dibuang sembarangan. Seperti tidak boleh dibuang ke tanah karena akan merusak kesuburan tanah, dan tidak boleh dibuang ke air karena akan menyumbat saluran," ujar Labitta.

Hanya dengan modal Rp16.000, dapat diperoleh bahan-bahan untuk membuat sabun pencuci dari minyak jelantah.

Jika dirinci,setengah liter minyak jelantah dihargai Rp3.000, lalu 82 gram soda api Rp3.500, baskom plastik Rp5.000, alat pengaduk Rp1.500, dan cetakan Rp3.000. Sangat terjangkau bukan?

Cara Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cukup Mudah
Cara mengolahnya juga tidak sulit. Pertama-tama, minyak jelantah direndam dengan arang selama satu malam, selanjutnya disaring untuk membuang remah-remah kotoran dari minyak jelantah.

Jika sudah, masukkan air 170 ml ke dalam baskom dan 82 gram soda api untuk diaduk sampai larut dan dingin. Kemudian, masukkan 450 ml minyak jelantah dan diaduk lagi hingga kental.

Setelah itu, tuanglah ke cetakan dan diamkan hingga mengeras. Lalu, lepas dari cetakan dan sabun cuci dari minyak jelantah sudah dapat digunakan selama dua minggu.

Bermanfaat dari Segi Lingkungan dan Ekonomi
Pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya ramah lingkungan tapi juga sangat membantu warga, terutama dari segi ekonomi. Masyarakat tidak perlu membeli sabun cuci karena sudah bisa memproduksi sendiri.

Alasan pemilihan inovasi minyak menjadi sabun pencuci tak lain untuk mengubah sesuatu yang tak bernilai menjadi bermanfaat, khususnya bagi masyarakat.

"Targetnya untuk ibu-ibu rumah tangga yang memiliki limbah minyak jelantah," jelas Labitta.

Menurutnya, KKN menjadi pengalaman yang paling berharga. Selain terjun langsung ke masyarakat dan saling belajar, melibatkan masyarakat untuk mencari potensi juga dinilai penting. Dengan begitu, program dan inovasi dapat berkelanjutan.

Sumber : detik.com

0 comments: