Makna Tari Ondel-Ondel sebagai Warisan Budaya Masyarakat Betawi

Jumat, Desember 02, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Setiap wilayah di Indonesia memiliki tarian khas daerahnya masing-masing, termasuk DKI Jakarta. Salah satu tari daerah Jakarta yang sangat populer adalah tari ondel-ondel.

Dihimpun dari buku Mahir dan Terampil Berbahasa Indonesia susunan Utami Pratiwi, S.Pd., ondel-ondel adalah tari pertunjukkan yang sering ditampilkan masyarakat suku Betawi untuk memeriahkan berbagai kegiatan pesta rakyat.
Dalam tari ondel-ondel akan menceritakan sosok leluhur Betawi yang suka menari. Ia juga senantiasa memelihara keamanan, ketertiban, keberanian, ketegasan, kejujuran, dan antimanipulasi.
Awalnya, ondel-ondel hanya digunakan untuk menaikkan citra suku Betawi sebagai masyarakat lokal Jakarta yang memiliki ciri khas tersendiri. Kini, fungsinya digunakan untuk seni pertunjukan yang menghibur.

Sejarah Kesenian Ondel-Ondel


Dikutip dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, ondel-ondel merupakan salah satu kesenian masyarakat Betawi yang tergolong sebagai teater tanpa tutur. Selain karena awalnya memerankan personifikasi leluhur, dalam penampilan tari ondel-ondel juga hanya ada gerakan tanpa dialog.
Secara historis, ondel-ondel diyakini sudah ada sejak sebelum tahun 1600 masehi. Dugaan ini diperkuat dengan pemaparan pedagang asal Inggris bernama W. Scot dalam buku perjalanannya.
Dalam catatannya, Scot mengaku melihat ada kebudayaan unik berbentuk boneka raksasa yang dipertunjukkan masyarakat Sunda Kelapa dalam upacara adat. Meski tidak disebutkan namanya, boneka tersebut diyakini mirip dengan ondel-ondel.
Dahulu, ondel-ondel dikenal dengan nama Barongan. Kata Barongan memiliki arti serombongan, karena kesenian ondel-ondel senantiasa tampil beriringan atau serombongan. Kesenian ini pada awalnya milik masyarakat Betawi Pinggir sebagai penolak bala dan dinikmati oleh orang kota sebagai hiburan.
Kini pengelompokkan masyarakat Betawi (Tengah, Pinggir,Udik) telah terkikis dan menjadi satu kesatuan. Tari ondel-ondel bukan lagi milik masyarakat Betawi Pinggir, namun milik seluruh masyarakat Betawi.
Ondel-ondel sendiri berbentuk seperti boneka berukuran besar dengan tinggi mencapai 2,5 meter. Rangka tubuhnya terbuat dari bambu dan mempunyai mata besar yang melotot. Rambutnya terbuat dari ijuk berwarna hitam.
Agar lebih menarik, rambutnya diberikan hiasan berupa kembang kelape. Ondel-ondel digerakkan oleh seseorang yang berada di dalam boneka. Selain itu, ondel-ondel biasa dibuat sepasang, yakni yang berpenampilan laki-laki dan perempuan.

Makna Tari Ondel-Ondel

Dalam tari ondel-ondel terkandung makna dan nilai-nilai estetik kearifan lokal. Salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk menjunjung hidup bersih dari kejahatan yang mampu merusak struktur kehidupan masyarakat.
Pada zaman dahulu, masyarakat Betawi meyakini fungsi tari ondel-ondel sebagai perantara mengusir roh jahat yang gentayangan sekaligus penolak bala. Maka, tidak heran apabila kesenian tradisional ini kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis.
Setiap bagian ondel-ondel juga memiliki arti masing-masing. Bentuk ondel-ondel yang tinggi dan besar dianggap ampuh untuk mengusir roh jahat.
Ondel-ondel laki-laki yang dibuat dengan bentuk mata melotot, kumis, dan senyuman menyeringai, menimbulkan kesan berani dan semangat. Sedangkan ondel-ondel perempuan yang dibuat dengan bentuk mata besar serta mulutnya tersenyum manis dengan riasan warna merah, memberikan kesan energi baik dan kesucian.

Sumber : kumparan.com

0 comments: