Masa Kecil Wilbur & Orville Wright hingga Jadi Penemu Pesawat Pertama

Sabtu, Desember 17, 2022 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Wright bersaudara adalah penemu dan perintis penerbangan yang menerbangkan pesawat berkelanjutan, bertenaga listrik, dan terkontrol pertama pada 17 Desember 1903, tepat 119 tahun yang lalu.
Kurang dari 2 tahun kemudian, Wilbur dan Orville Wright juga membuat dan menerbangkan pesawat praktis pertama, seperti dikutip dari Encyclopaedia Britannica.

Jauh sebelum menjadi penemu, Wilbur Wright muda putus sekolah saat SMA dan mengubur harapannya masuk Yale University. Apa yang membuatnya putus sekolah? Lantas, bagaimana ia dan Orville Wright terus belajar dan menjadi perintis penerbangan?

Mainan Helikopter dari Ayah
Wilbur lahir pada 16 April 1867 sebagai anak ketiga. Keluarganya pindah dari Milville, Indiana, AS ke Dayton, Ohio agar Milton, ayah Wilbur, bisa bertugas sebagai editor surat kabar gereja. Kebiasaan menulis ini kelak akan menurun ke Wilbur.

Orville lahir pada 19 Agustus 1871. Anak keempat ini dekat dengan Wilbur dan menjadi teman mainnya.

Kendati hidup di lingkungan yang kurang mendukung, Orville mendapati orang tuanya mendorong ia dan saudaranya untuk menginvestigasi apapun hal yang menimbulkan rasa penasaran agar minat intelektualnya tumbuh.

Sepulang kerja, Milton biasanya membawa pulang mainan kecil untuk anak-anaknya. Suatu hari pada 1878, ketika Wilbur berusia 11 tahun dan Orville 7 tahun, ayahnya tersebut membawa mainan helikopter untuknya.

Helikopter itu terbuat dari gabus, bambu, dan kertas. Agar bisa dimainkan, helikopter itu ditenagai karet gelang untuk memutar bilahnya, seperti dikutip dari History.

Model helikopter tersebut berdasar pada desain helikopter pioner penerbangan Prancis, Alphonse PĂ©naud. Karena mainan pemberian ini, Wilbur dan Orville jadi sangat senang dan tumbuh mencintai ilmu penerbangan


Putus Sekolah, Tetap Ingin Jadi Guru
Wilbur semula merupakan anak yang ramah, percaya diri, dan kuat. Di sekolah, ia dikenal sebagai atlet, anak cerdas, rajin belajar, dan memiliki ingatan kuat. Ia berencana kuliah di Yale University jika sudah lulus sekolah.

Di akhir tahun akhir SMA Wilbur di Richmond High School, Indiana, ayahnya memboyong mereka sekeluarga kembali ke Dayton untuk tugas gereja. Karena itu, Wilbur tidak bisa menyelesaikan mata pelajaran yang tersisa dan lulus.

Terlepas dari kondisi saat itu, Wilbur masih berharap kuliah di Yale University dan yakin bisa sukses melakoni profesi yang diminatinya, yaitu sebagai guru. Wilbur pun mendaftar ke beberapa program persiapan kampus di Central High School in Dayton.

Namun, ia mengalami kecelakaan pada musim dingin tahun 1885-1886 saat bermain semacam ice hockey. Cedera dan luka pada muka serta giginya sembuh, tetapi ia mengalami komplikasi jantung dan pencernaan, seperti dikutip dari laman National Air and Space Museum AS.

Karena tak yakin dengan kesehatan dan masa depannya, Wilbur merasa depresi. Ia membatalkan rencana kuliah, memilih membaca di perpustakaan rumahnya selama 4 tahun, dan merawat ibunya yang sakit tuberkulosis hingga meninggal pada 1889.

Orville: Penemu Pemalu dan Raja Penasaran
Masa kecil Orville kecil lebih dekat dengan stereotipe penemu ketimbang Wilbur. Ia gemar melakukan percobaan dan membongkar barang-barang untuk melihat bagaimana caranya bekerja.

Orville lebih impulsif ketimbang kakaknya yang lebih kontemplatif dan bijaksana. Rasa penasaran Orville membuat dia mengejar minatnya yang banyak, mulai dari teknik, piano, sampai bermain mandolin. Bunyi-bunyian mandolin dan piano Orville yang dinilai berisik oleh adiknya, Katherine, terdengar ke rumah tetangga.

Rasa penasaran Orville juga membuat ia lebih memilih belajar di kursus-kursus persiapan perguruan tinggi lanjutan ketimbang fokus belajar di kelas sesuai kurikulum sekolah menengah. Akibatnya, nilai-nilai Orville di sekolah tidak mencukupi untuk lulus SMA.

Tidak tertarik dengan kredensial ijazah formal, Orville memutuskan untuk tidak lanjut sekolah di semester terakhir dan tidak lulus.

Kendati demikian, pembelajaran mandiri serta luas yang ditekuni Orville dan Wilbur, menurut Museum Penerbangan dan Ruang Angkasa Nasional AS, setara dengan kuliah 4 tahun masa kini.

Orville dikenal cerdas dan kerap membuat penemuan-penemuan baru. Ide membuat pesawat terbang semula merupakan ide Wilbur, tetapi antusiasme dan optimisme Orville kerap mendorong kakaknya dalam menemukan solusi masalah-masalah teknis.

Di sisi lain, Orville sangat pemalu di depan publik. Ia bisa jadi anggota keluarga dan teman dekat yang lucu, serta gemar membawakan alur diskusi yang menarik. Namun, saking pemalunya Orville di tengah orang asing sejak kecil, Wilbur kelak selalu jadi juru bicaranya jika Wright bersaudara diundang di muka publik

Penerbangan Pertama
Pada tahun 1889, Wilbur & Orville membuat surat kabar West Side News. Wilbur mengedit koran, dan Orville menerbitkannya. Mereka juga mengalami demam sepeda, hingga membuka toko sepeda pada 1892, memperbaiki sepeda, dan menjual desain mereka sendiri.

Wright bersaudara ini juga selalu mengerjakan proyek mekanis yang berbeda dan mengikuti informasi penelitian ilmiah. Salah satunya yaitu penelitian penerbang Jerman Otto Lilienthal .

Lilienthal meninggal dalam kecelakaan pesawat layang. Wilbur dan Orville pun terdorong memulai penelitian sendiri dalam penerbangan dan membuat desain pesawat sendiri.

Mereka pun pergi ke wilayah bukit pasir di Kitty Hawk, North Carolina, yang terkenal dengan angin kencangnya.

Di sana, mereka mencari cara merancang sayap untuk terbang. Pengamatan mereka mendapati bahwa bahwa burung memiringkan sayap untuk keseimbangan dan kontrol. Dari situ, keduanya mengembangkan konsep "pembengkokan sayap" dan menambahkan kemudi yang dapat digerakkan.

Formula tersebut mengantarkan Wilbur dan Orville berhasil menerbangkan pesawat pertama secara bebas dan terkendali bertenaga listrik yang lebih berat dari udara. Wilbur menerbangkan pesawat mereka selama 59 detik, menempuh jarak 852 kaki atau 259 meter.

Namun, kesuksesan mereka tidak dihargai pers dan tidak dipercayai pakar penerbangan. Karena itu, Wilbur berangkat ke Eropa pada tahun 1908 untuk meyakinkan publik dan menjual pesawat terbang.

Di Prancis, Wilbur melakuan banyak penerbangan publik, memberi tumpangan pada pejabat, jurnalis, dan negarawan, disusul Orville pada 1909 dan adiknya, Katharine.

Dikenal luas di kalangan bangsawan dan masyarakat, ia menjual pesawat di Eropa, menjadi penguasaha kaya di Eropa dan Amerika Serikat. Wilbur menjadi presiden perusahaan Wright dengan insting, pemikiran bisnis, dan eksekutif operasi, sementara Orville di bagian teknik dan perintisan.

Wilbur kelak meninggal pada 30 Mei 1912 karena demam tifoid. Ayahnya, Milton, mengenang Wilbur buku hariannya, "Hidup yang singkat, penuh konsekuensi. Kecerdasan yang tak pernah gagal, temperamen yang tak tergoyahkan, kemandirian yang besar dan kesopanan yang luar biasa, melihat yang benar dengan jelas, mengejarnya dengan mantap, dia hidup dan mati."

Sementara itu, Orville kemudian bertugas di dewan dan komite terkait aeronautika selama 30 tahun kemudian, termasuk Komite Penasihat Nasional untuk Aeronautika, yang kelak jadi National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Orville maupun Wilbur tidak pernah menikah. Pada 30 Januari 1948, Orville meninggal karena serangan jantung kedua dan dimakamkan di petakan keluarga di Dayton, Ohio.

Sumber : detik.com

0 comments: