Pecah Rekor! China Kerahkan Total 21 Pesawat Pengebom Berkemampuan Nuklir ke Zona Pertahanan Udara Taiwan

Sabtu, Desember 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

China kerahkan 21 pesawat pengebom ke zona pertahanan udara Taiwan (Foto: Xinhua)

TAIWAN - Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China telah mengirim rekor 18 pesawat pembom H-6 berkemampuan nuklir ke zona pertahanan udara Taiwan. Hal ini terjadi ketika Beijing terus meningkatkan tekanan pada pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, ke-18 pesawat pembom itu adalah bagian dari total 21 pesawat tempur China yang dikirim ke zona identifikasi pertahanan udara barat daya Taiwan – penyangga wilayah udara yang biasa disebut sebagai ADIZ – dalam rentang 24 jam antara Senin (12/12/2022) pagi dan Selasa (13/12/2022) pagi.

Kementerian tersebut mengatakan pihaknya memantau situasi dan menggunakan jet tempurnya serta sistem rudal darat untuk melacak pesawat China.

Penerbangan tersebut mewakili jumlah H-6 terbesar dalam periode 24 jam sejak Taipei mulai merilis data harian tentang serbuan pesawat tempur China pada 2020.

ADIZ diberlakukan secara sepihak dan berbeda dari wilayah udara berdaulat, yang didefinisikan berdasarkan hukum internasional sebagai perpanjangan 12 mil laut dari garis pantai suatu wilayah.

Seperti diketahui, Partai Komunis China yang berkuasa di China memandang Taiwan – sebuah pulau berpenduduk 24 juta jiwa yang diperintah secara demokratis – sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun tidak pernah menguasainya. Ia telah lama berjanji untuk "menyatukan kembali" pulau itu dengan daratan China, dengan kekerasan jika perlu.

Ketegangan di sekitar Taiwan telah meningkat tajam tahun ini. Kunjungan ke pulau itu oleh Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi pada bulan Agustus memicu kemarahan China dan segera melakukan latihan militer.

Sejak itu, Beijing telah meningkatkan taktik tekanan militer di pulau itu, mengirim jet tempur melintasi garis median Selat Taiwan, perairan yang memisahkan Taiwan dan China.

Selama beberapa dekade, garis median telah berfungsi sebagai garis demarkasi informal antara keduanya, dengan serangan militer yang jarang terjadi.

Pada November lalu, Presiden AS Joe Biden bertemu langsung dengan pemimpin China Xi Jinping untuk pertama kalinya selama masa kepresidenannya di KTT G20 di Indonesia. Setelah itu, Biden menggambarkan pertemuan tiga jam itu sebagai "terbuka dan jujur", dan meragukan invasi yang akan segera terjadi ke Taiwan.

Pembicaraan bilateral formal tentang kerja sama iklim diperkirakan akan dilanjutkan serta bagian dari serangkaian perjanjian yang lebih luas antara Biden dan Xi. China sebelumnya menghentikan pembicaraan sebagai bagian dari pembalasan atas kunjungan Pelosi ke Taiwan.


Sumber : okezone.com

0 comments: