Pria Singapura Dibui Gegara Jual Susu-Kopi ke Korut

Selasa, Desember 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Singapura - Seorang pria Singapura dijatuhi hukuman penjara karena menjual minuman, berupa susu stroberi dan kopi, senilai nyaris US$ 1 juta (Rp 15,6 miliar) ke Korea Utara (Korut). Penjualan semacam itu masuk dalam kategori aktivitas perdagangan yang melanggar sanksi yang dijeratkan terhadap Pyongyang.

Sebelumnya, otoritas Singapura juga membongkar perdagangan terlarang, yang mencakup wine, wiski dan parfum ke Pyongyang.


Seperti dilansir AFP, Selasa (13/12/2022), Korut dijatuhi rentetan sanksi, termasuk dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), terkait uji coba nuklir dan rudal balistiknya. Singapura diketahui menangguhkan hubungan perdagangan dengan Pyongyang sejak tahun 2017 lalu.

Phua Sze Hee (59), yang seorang warga Singapura, kedapatan menjual minuman, termasuk susu rasa stroberi dan minuman kopi, ke beberapa perusahaan Singapura, dengan mengetahui produk minuman itu akan diekspor ke Korut untuk dijual di sana. Aktivitas itu dilakukan Phua dari tahun 2017 hingga tahun 2018.

Phua diketahui merupakan mantan manajer perusahaan minuman Pokka International.

Dokumen pengadilan Singapura menyebutkan bahwa Phua tidak mendapatkan komisi apapun dari penjualan tersebut, namun itu memungkinkan Phua untuk memenuhi target penjualan bulanan.

Pada Senin (12/12) waktu setempat, Phua dijatuhi hukuman lima minggu penjara oleh pengadilan Singapura, setelah dia mengaku bersalah.

Disebutkan juga dalam dokumen pengadilan itu bahwa pada tahun 2014, seorang konsumen memperkenalkan Phua kepada seseorang yang dipanggil 'Tuan Kim, yang bekerja sebagai duta besar di Kedutaan Besar Korea Utara di Singapura' dan kemudian diperkenalkan dengan seorang pegawai lainnya di kedutaan.

Hukuman maksimum untuk mengekspor barang dari Singapura ke Korut adalah hukuman denda hingga SG$ 100.000 (Rp 1,1 miliar) atau denda hingga tiga kali lipat dari nilai barang yang diekspor, atau hukuman maksimum dua tahun penjara, atau gabungan kedua hukuman itu.

Beberapa tahun ini, ada sejumlah kasus serupa yang melibatkan perusahaan dan warga Singapura yang diadili karena memasok barang-barang terlarang ke Korut. Singapura sendiri dikenal sebagai pusat perdagangan dan finansial penting di kawasan Asia.

Awal tahun ini, dua perusahaan Singapura didakwa mengekspor wiski, wine dan minuman lainnya ke Korut. Tahun 2019 lalu, seorang direktur perusahaan perdagangan Singapura dijatuhi hukuman nyaris tiga tahun penjara atas dakwaan memasok barang-barang mewah, termasuk minuman beralkohol dan parfum, senilai US$ 4,4 juta ke Korut.

Tahun 2016, sebuah perusahaan perkapalan di Singapura dihukum denda atas perannya dalam upaya penyelundupan senjata dan jet tempur era Soviet dari Kuba ke Korut.

Pemimpin Korut Kim Jong Un diketahui menggemari minuman beralkohol, sedangkan mendiang ayahnya Kim Jong Il dilaporkan pernah menghabiskan lebih dari US$ 700.000 dalam setahun untuk mengimpor cognac Hennessy.


Sumber : detik.com

0 comments: