Qatar Ingin Kenalkan Budaya Muslim dengan Pakaikan Messi Jubah Tradisional Arab

Selasa, Desember 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Pemain Argentina Lionel Messi berselebrasi dengan trofi bersama rekan setimnya setelah memenangkan Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS

Argentina berhasil menjadi juara dunia usai menaklukkan Prancis di final Piala Dunia 2022 via adu penalti 4-2, Minggu (18/12). Pada momen pengangkatan trofi Piala Dunia di Stadion Lusail, Qatar, ada yang menarik saat Lionel Messi dikenakan jubah tradisional Arab, "Bisht".
Itu merupakan pakaian yang telah dipakai di dunia Arab selama ribuan tahun. Itu adalah jubah pria tradisional. Bisht biasanya dikenakan pada acara-acara khusus, seperti pernikahan dan festival keagamaan.
Awalnya ada yang mengecam ini sebab dianggap menutupi jersi milik Messi. Namun, Hassan Al Thawadi selaku Sekretaris Jenderal Piala Dunia 2022 Qatar menyebut itu sebagai kesempatan untuk mengenalkan budaya muslim dalam perayaan bersejarah tersebut.
“Piala Dunia memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia budaya Arab dan muslim kami. Ini bukan tentang Qatar, ini adalah perayaan regional," kata Hassan Al Thawadi kepada BBC Sport.
Pemain Argentina Lionel Messi berselebrasi dengan trofi bersama rekan setimnya setelah memenangkan Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS

"Itu adalah pakaian untuk acara resmi dan dipakai untuk perayaan. Ini adalah perayaan Messi," imbuhnya.
"Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dapat datang, mengalami apa yang terjadi di sini dan memahami bahwa kita mungkin tidak saling berhadapan dalam segala hal, tetapi kita masih bisa merayakannya bersama," lanjutnya.
Emir Qatar, Sheikh Tamim, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Qatar sebagai representasi negara Arab untuk menghelat ajang bergengsi sekelas Piala Dunia. Menurutnya, ini adalah kesempatan yang baik untuk mengenalkan dunia tentang budaya Arab dan muslim.
"Kami telah memenuhi janji kami untuk menyelenggarakan kejuaraan yang luar biasa dari negara-negara Arab," ucap Sheikh Tamim via Twitter.
"Ini memberikan kesempatan bagi orang-orang di dunia untuk belajar tentang kekayaan budaya kita dan orisinalitas nilai-nilai kita," sebutnya.
Piala Dunia kali ini begitu spesial sebab itu adalah catatan sejarah bagi Lionel Messi yang menjadi juara untuk pertama kalinya. Pemain 35 tahun itu juga disematkan titel pemain terbaik di turnamen ini dengan 7 gol dan 3 assist.
Sempat dikabarkan bakal 'gantung sepatu' dari Timnas Argentina sesudah ajang ini, tetapi Messi menegaskan ingin melanjutkan perjalanannya bersama La Albiceleste sebagai juara dunia.
Pemain Argentina Lionel Messi mencium trofi Piala Dunia saat berselebrasi setelah memenangkan Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Hannah McKay/REUTERS
Perjuangan Lionel Messi untuk mencapai titik ini tentu tidak mudah. Messi cs sempat gagal pada Piala Dunia 2014. Kala itu, Messi dan kolega harus mengakui ketangguhan Jerman dengan skor 0-1.
Pada 2018, mereka juga harus tersingkir usai takluk 3-4 dari Prancis di 16 besar. Tak mau menyerah, Messi cs akhirnya mampu mencapai ambisi juara dunia mereka di tahun ini kendati sempat kalah secara mengejutkan di laga pertama fase grup melawan Arab Saudi.

Sumber : kumparan.com

0 comments: