Sepekan Jadi PM Malaysia, Anwar Ibrahim Belum Punya Kabinet

Jumat, Desember 02, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Anwar Ibrahim belum mengumumkan kabinet pemerintahannya hingga hari ini, Kamis (1/12), tepat sepekan setelah ia dilantik sebagai perdana menteri Malaysia. (AP/Vincent Thian).

Anwar Ibrahim belum mengumumkan kabinet pemerintahannya hingga hari ini, Kamis (1/12), tepat sepekan setelah ia dilantik sebagai perdana menteri Malaysia.
Masyarakat Negeri Jiran pun masih menanti keputusan Anwar, yang memang mengakui kesulitan dalam menyusun kabinet pemerintahannya.

Penantian ini kian mendesak karena Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, dijadwalkan ke luar negeri pada Sabtu (3/12). Sementara itu, Anwar harus meminta persetujuan raja sebelum melantik kabinetnya.


Malaysia lantas merasakan angin segar saat Anwar dilaporkan bertemu dengan raja pada Rabu (30/11). Menurut laporan MalayMail, Anwar diduga memberikan daftar kabinet usulannya kepada raja.

Rumor pun langsung beredar bahwa Anwar kemungkinan bakal mengumumkan kabinetnya pada pekan ini.

Jika tidak, paling tidak Anwar diharapkan dapat menggelar konferensi pers untuk menentukan tenggat kabinetnya terbentuk.

Fahmi Fadzil selaku direktur komunikasi partai Anwar, Parti Keadilan Rakyat (PKR), mengaku belum mendapatkan informasi mengenai pengumuman soal kabinet.

"Saya tak punya informasi. Beberapa jurnalis menghubungi saya dan saya tak punya informasi soal itu. Yang saya tahu, [pengumuman] akan secepatnya, tapi saya tak tahu waktu pastinya," ujar Fahmi.

Anwar sendiri memang sempat mengaku kesulitan dalam menyusun kabinet, salah satunya karena pemerintahannya saat ini melibatkan banyak pihak.

"Berbeda dengan sebelumnya, pemerintahan gabungan ini melibatkan banyak pihak. Sebelum mengambil keputusan, saya harus mendengarkan semua pandangan," ujar Anwar seperti dikutip The Star, Selasa (29/11).

Anwar memang membentuk pemerintahan gabungan karena perolehan suaranya dalam pemilihan umum lalu tak cukup untuk membentuk mayoritas parlemen.

Kini, Anwar harus melakukan konsolidasi kekuatan dengan pihak-pihak lainnya dalam pemerintahan gabungan tersebut, termasuk Barisan Nasional (BN) yang dikenal sangat nasionalis.

Selain itu, Anwar juga harus memikirkan janji kampanyenya, yaitu ia ingin membentuk kabinet yang ramping.

Ia ingin memangkas kabinet ini karena menurutnya, jajaran pemerintahan di masa-masa sebelumnya terlalu besar.

"Sebelumnya, Anda bisa memasukkan 50, 60, atau 70 (anggota) kabinet. Jika ini tidak cukup, ada penunjukan utusan dan penasihat khusus. Saya tidak mau melakukan itu," kata Anwar.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: