Terkotor di Dunia, Kenapa Sungai Gangga Tetap Disucikan Umat Hindu India?

Kamis, Desember 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Masyarakat Hindu India tengah membersihkan diri di Sungai Gangga Foto: Shutter Stock

Membentang sejauh 2.400 kilometer (km), Sungai Gangga menjadi sungai paling vital bagi masyarakat India. Ibarat urat nadi, banyak dari masyarakat India hingga Nepal yang menggantungkan hidupnya di Sungai Gangga.
Kebutuhan masyarakat pun beragam, mulai dari mencuci pakaian, kebutuhan air bersih, bahkan ritual keagamaan. Ya, bagi umat Hindu, khususnya di India, Sungai Gangga tak hanya dipandang sebagai sebuah tempat di mana air mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, Sungai Gangga juga dianggap sebagai tempat suci yang harus dijaga dan 'didoakan'.

Kota Varanasi berlokasi di tepi Sungai Gangga yang dipercaya suci Foto: Shutter Stock
Dilansir Learn Religions, dalam ajaran agama Hindu, sungai ini disebut sebagai jelmaan Dewi Gangga. Sang dewi digambarkan sebagai wanita cantik lengkap dengan mahkota putih, serta mengendarai Makra (makhluk berkepala buaya dan berekor lumba-lumba).
Dewi Gangga digambarkan memiliki dua hingga empat tangan yang memegang berbagai benda, mulai dari bunga lili air hingga sebuah guci air. Tak hanya itu, Sungai Gangga juga sering disebut sebagai Ma Gangga, atau Ibu Gangga.

Alasan Kenapa Sungai Gangga Disucikan

Kota Varanasi bukan hanya kota suci menurut agama Hindu, tetapi juga pusat kebudayaan dan pengetahuan di India sejak 700 SM Foto: Shutter Stock
Sungai ini dianggap suci dalam ajaran Hindu, lantaran disebut sebagai jelmaan Dewi Gangga yang merupakan dewi pemberi kesuburan dan pembersih dosa dengan air yang dikucurkan dari gucinya.
Setiap harinya, banyak umat Hindu yang melakukan ritual mandi di tepi sungai ini. Ritual mandi di Sungai Gangga merupakan tradisi paling sakral dari ziarah Hindu.
Karena sifat sungai yang menyucikan, umat Hindu percaya bahwa ritual apa pun yang dilakukan di tepi Sungai Gangga atau di airnya akan membawa keberuntungan dan membersihkan kotoran.
Sungai Gangga Tercemar Foto: REUTERS/Danish Siddiqui
Menurut Purana--kitab suci Hindu kuno-- Sungai Gangga disebut dapat membersihkan salah satu dari segala dosa. Berendam di sungai tersebut juga bisa memberikan berkah surgawi
Tak heran jika setiap harinya banyak umat Hindu yang melakukan ritual mandi di tepi Sungai Gangga. Ritual mandi di Sungai Gangga tersebut juga menjadi sebuah tradisi paling sakral dari ziarah umat Hindu.
Sebagai tempat yang suci, aliran Sungai Gangga dijadikan masyarakat Hindu sebagai lokasi pembuangan abu jenazah. Pembuangan abu jenazah di sini dipercaya dapat mengantar yang sudah mati menuju surga.

Asal-usul dan Mitos Sungai Gangga

Selain dianggap sebagai sungai yang suci, ada beberapa mitos yang menceritakan asal-usul Sungai Gangga. Menurut tradisi yang diceritakan secara turun-temurun, dikatakan bahwa Sungai Gangga dianggap memberikan kehidupan kepada orang-orang. Kemudian, pada gilirannya orang-orang di sekitar sungai membalas memberikan kehidupan kepada Sungai Gangga.
Nama Gangga hanya muncul dua kali dalam Rig Veda, sebuah teks suci Hindu awal, dan baru kemudian keberadaan Gangga menjadi sangat penting karena disebut sebagai dewi Gangga.
Umat Hindu berendam suci pada perayaan festival Makar Sankranti selama festival tahunan Hindu 'Magh Mela' di Sangam pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati di Allahabad, India. Foto: SANJAY KANOJIA / AFP
Sementara itu, sebuah teks Hindu kuno, Wisnu Purana, menjelaskan bagaimana Dewa Wisnu membuat lubang di alam semesta dengan jari kakinya.
Kemudian, sang dewa membiarkan dewi Gangga mengalir di atas kakinya ke surga dan turun ke bumi seperti air Sungai Gangga. Karena dia bersentuhan dengan kaki Wisnu, Gangga juga dikenal sebagai Wisnupadi, yang berarti keturunan dari kaki padma Wisnu.
Adapun, versi lainnya, Gangga diceritakan sebagai sosok yang berniat mendatangkan malapetaka di bumi dengan keturunannya sebagai sungai yang mengamuk untuk membalas dendam. Untuk mencegah kekacauan, Dewa Siwa menanggkap Gangga dan melepaskannya di aliran sungai yang menjadi sumber mata air Sungai Gangga.
Mitos lain merinci bagaimana Gangga berniat mendatangkan malapetaka di bumi dengan keturunannya sebagai sungai yang mengamuk untuk membalas dendam. Untuk mencegah kekacauan, Dewa Siwa menangkap Gangga di rambutnya yang kusut, melepaskannya di aliran yang menjadi sumber Sungai Gangga.

Terlepas dari mitos dan legenda tentang Sungai Gangga, umat Hindu di India menganggap Sungai Gangga sebagai sungai yang disucikan. Tak heran jika Sungai Gangga menjadi tempat penyelenggaraan ratusan festival dan perayaan Hindu setiap tahunnya.
Misalnya, pada tanggal 10 bulan Jyestha (jatuh antara akhir Mei dan awal Juni pada kalender Gregorian), perayaan Gangga Dussehra digelar untuk merayakan turunnya sungai suci ke bumi dari surga.
Pada hari ini, berendam di sungai suci seraya berdoa konon dapat menyucikan dosa dan mengobati penyakit.
Adapun, ritual keagamaan lainnya yang juga digelar di Sungai Gangga adalah Kumbh Mela. Dalam ritual ini para peziarah Sungai Gangga akan mandi di sungai tersebut. Ritual ziarah yang dilaksanakan oleh umat Hindu di India ini biasanya dilakukan setiap 12 tahun sekali.
Selain ritual mandi berjemaah, Sungai Gangga juga kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan tradisi kanibalisme oleh sekte Aghori. Sekte Aghori adalah sekte kecil yang melakukan ritual kanibalisme atau makan jenazah di Sungai Gangga.

Sungai Paling Tercemar di Dunia

Meski disucikan, nyatanya Sungai Gangga mendapat predikat sebagai sungai tercemar di dunia. Pemerintah India mencatat pada tahun 1970-an, 600 kilometer area Sungai Gangga ialah zona paling berpolusi.
Pencemaran Sungai Gangga disebabkan oleh beberapa alasan, termasuk limbah manusia dan industri. Bahan kimia untuk pertanian mengalir langsung ke sungai, bersama dengan air kotor dari pemukiman.
Selain mempengaruhi manusia, pencemaran Sungai Gangga juga mempengaruhi kehidupan air di sungai. Misalnya, ada perkembangan tumor di dalam zooplankton, yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan kecil.
Meski masyarakat India mengetahui bahwa aliran Sungai Gangga sudah tercemari oleh limbah pabrik dari kota, masyarakat tetap memanfaatkan air Sungai Gangga untuk kepentingan minum, mandi, mencuci, dan lainnya. Setidaknya ada 400 juta orang yang menggantungkan hidupnya di Sungai Gangga.
Sumber : kumparan.com

0 comments: