Tips Pengasuhan agar Anak Sukses di Masa Depan

Jumat, Desember 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya bisa tumbuh dan sukses di masa depan. Kesuksesan tersebut mungkin tak hanya bermanfaat untuk diri anak sendiri, tetapi juga untuk masa depan bangsa.
Ya Moms, Indonesia disebut sedang memasuki era bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia tidak produktif. Hal itu bisa menjadi modal untuk menyambut 100 tahun Indonesia pada tahun 2045 ini.
Menurut Septi Peni Wulandari, pemerhati ibu dan anak serta founder School of Life, pada tahun 2045 nanti bukan kita lagi yang akan memimpin negeri ini, tetapi anak-anak yang saat ini mungkin masih kecil atau memasuki usia sekolah. Tak hanya orang tua, upaya dalam mempersiapkan anak untuk masa depan bangsa juga membutuhkan kontribusi dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat secara luas.
“Perlu adanya dukungan kolektif dari masyarakat dan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi anak-anak Indonesia agar mendorong terciptanya cita-cita menuju Generasi Emas 2045 yang diusung pemerintah,” jelas Septi dalam acara Konferensi Pers Virtual ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ yang diadakan oleh SGM pada Rabu (14/12).
Meski membutuhkan kontribusi dari banyak pihak, orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mempersiapkan anak untuk masa depannya. Lantas, seperti apa pengasuhan yang bisa diterapkan agar anak bisa sukses di masa mendatang?

Kata Ahli tentang Pengasuhan yang Tepat agar Anak Sukses di Masa Depan

Sebagai guru pertama bagi anak, penting bagi orang tua untuk memiliki growth mindset atau pemikiran yang berkembang dalam mengasuh anak.
“Kalau saya ambil dari sisinya ya, bagaimana cara bunda berkomunikasi, bagaimana cara bunda memandang bahwa setiap anak lahir itu unik. Maka mereka tidak boleh dibanding-bandingkan antara dirinya dengan anak-anak orang lain,” ungkap Septi.
Menurut Septi, alih-alih membandingkan anak dengan anak orang lain, orang tua bisa membandingkan diri anak saat ini dengan diri anak pada masa lalu untuk melihat bahwa anak sudah berkembang dengan baik. Hal itu akan menumbuhkan kepercayaan diri si kecil.
Selain itu, Septi juga merumuskan empat poin penting dalam mengasuh anak agar ia bisa sukses di masa depan. Ia menyingkatnya sebagai ‘I CAN’. Apa saja poin pentingnya?
  1. I, merupakan intelectual curiosity atau rasa ingin tahu yang luar biasa,
  2. C, merupakan creative imagination, yaitu membiarkan anak untuk kreatif dan membangun imajinasinya sendiri,
  3. A, merupakan art of discovery and invention, yaitu membiatkan anak bahagia saat menemukan sesuatu yang ada dalam dirinya selama proses belajar
  4. N, merupakan noble attitude atau akhlak mulia, tujuannya agar anak memanfaatkan kepandaiannya untuk berbagi dengan masyarakat bukan untuk hal buruk.
“Kalau sekarang berarti kita harus sudah mempersiapkan generasi masa depan kita menjadi generasi yang unggul, siap bersama dengan negara-negara lain, bersaing dengan negara-negara lain. Mereka menjadi global citizen, siap menjadi warga dunia,” pungkas Septi.

Sumber : kumparan.com

0 comments: