6 Tanda Kedekatan PM Malaysia Anwar Ibrahim dengan RI

Sabtu, Januari 07, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bakal berkunjung ke Indonesia pada Minggu (8/1). Kedekatan dia dengan RI pun menjadi sorotan. (Fazry Ismail/Pool via Reuters)

Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bakal berkunjung ke Indonesia pada Minggu (8/1). Kedekatan dia dengan RI pun menjadi sorotan.

Anwar memang memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia. Saat memberikan selamat usai Anwar dilantik menjadi PM saja, Presiden Joko Widodo menyebut warga RI sangat menghormati sang pemimpin Malaysia.

Berikut deret tanda-tanda kedekatan PM Malaysia ke-10 itu dengan Indonesia.

1. Jokowi jadi pemimpin negara pertama ucapkan selamat
Presiden Indonesia, Joko Widodo, menjadi pemimpin negara pertama yang memberikan selamat kepada Anwar tak lama setelah ia terpilih menjadi PM.

Dalam pembicaraan telepon itu, Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia menghormati Anwar.

"Selamat dari Indonesia untuk Yang Mulia Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia. Datuk Anwar adalah tokoh yang sudah lama dikenal luas dan dihormati oleh rakyat Indonesia," ujar Jokowi.


Anwar kemudian mengunggah video percakapan dirinya dengan Jokowi di seluruh media sosialnya.

"Terima kasih. Saya anggap ini menjadi suatu penghormatan di antara yang paling awal menelpon. Ini menunjukkan bahwa saya kekal sebagai sahabat sejati Indonesia," kata Anwar merespons ucapan Jokowi di telepon.

Pengamat dari Universitas Sultan Zainal Abidin di Malaysia, Suyatno Ladiqi, menilai banyak warga menghormati Anwar karena dia sangat menghargai hubungan RI-Malaysia.

Selain itu, Anwar juga kerap bercanda terkait Indonesia dalam pidatonya. Suyatno bercerita, suatu kali Anwar pernah membandingkan jumlah penduduk dan luas negara Malaysia-Indonesia.

"Dalam pidatonya ia mengatakan hanya mengurus 30 juta orang rakyat di Malaysia. Itu pun sudah membuat dia sakit kepala. Tak bisa membayangkan bagaimana kalau mengurus rakyat berjumlah 270 juta dan luas negara seperti Indonesia. Pasti sakit kepalanya enggak ketulungan," ujar Suyatno.

2. Warganet RI girang Anwar jadi PM
Begitu dekat hubungan Anwar dengan RI, sejumlah warganet Indonesia turut girang usai Anwar terpilih menjadi perdana menteri.

Mereka menyampaikan sukacita itu di media sosial. Salah satu netizen RI mengaku senang dan berharap hubungan Indonesia-Malaysia kian baik.

"Selamat pak @anwaribrahim atas ditunjuknya menjadi PM Malaysia. Saya warga Indonesia merasa senang Negeri Jiran dipimpin Bapak," tulis warga RI itu.

Warganet RI yang lain menghitung penantian Anwar dari zaman menjadi eks wakil perdana menteri pada 1994 hingga sekarang.

"Rintangan 24 tahun tak membuatmu gentar. Kami di Indonesia turut berbahagia atas terpilihnya Bapak sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10," tulis dia di Twitter.

3. RI jadi negara pertama yang dikunjungi
Indonesia menjadi negara pertama yang Anwar kunjungi setelah dia dilantik menjadi perdana menteri.

Selama nyaris dua bulan menjabat, ia terpantau belum melakukan perjalanan ke luar negeri.

Rencana lawatan PM Malaysia itu muncul saat Menteri Luar Negeri Abdul Zambry Kadir bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta.

Selama di RI, Anwar dijadwalkan akan bertemu Jokowi di Istana Bogor. Ia juga bakal menghadiri CT Corp Leadership Forum di Auditorium Menara Bank Mega pada Senin (9/1).

4. Dekat dengan eks Wapres BJ Habibie
Anwar memiliki hubungan yang hangat dengan mendiang eks wakil presiden Indonesia BJ Habibie.
Ia bahkan mengatakan Habibie banyak menolong dia saat masa-masa sulit di penjara.

Tokoh reformasi Malaysia itu sempat dibui dua kali. Saat pertama dipenjara, ia dituduh atas kasus sodomi, yang dinilai bermuatan politis, dan korupsi pada 1999.

Habibie yang saat itu menjabat sebagai wapres RI meminta Malaysia agar tak mengucilkan Anwar.

Ketika itu, intelijen Indonesia memberi tahu Habibie ada kemungkinan Anwar mengalami kekerasan di penjara.

"Habibie lalu membuat suatu yang luar biasa dari segi hubungan diplomatik. Ia menyatakan, 'Saya dengar begini-begitu. Tolong jangan apa-apakan adik saya," kata Anwar saat menghadiri tahlilan 28 hari kepergian Habibie.

Setelah keluar dari penjara, Anwar menjalani operasi saraf tulang belakang di Jerman. Selama masa penyembuhan, ia menginap di rumah Habibie.

Pada 2015, Anwar kembali dijebloskan ke penjara. Sehari sebelum vonis pengadilan Malaysia, Habibie sempat meminta pejuang itu untuk menginap di rumahnya.

"Habibie bilang ke saya, 'Anwar, kamu jangan pulang. Kami tahu, kalau kamu pulang, kamu akan dipenjara lagi. Kamu tidak lagi muda. Kamu sudah lama tersiksa hampir tujuh tahun keluar masuk penjara," tutur Anwar menirukan ucapan Habibie.

5. Dekat dengan tokoh Indonesia
Selain Habibie, sejumlah tokoh Indonesia lain juga dekat dengan Anwar, salah satunya mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK)

Pada Mei 2018 lalu, Anwar mengunjungi JK yang saat itu masih menjabat sebagai wakil presiden Indonesia di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, mereka saling berbagi pengalaman dan situasi di Malaysia.

Usai berkunjung ke kediaman JK, Anwar menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketika itu, ia bertemu dengan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj.

Kemudian pada Juli 2018, ketua koalisi Pakatan Harapan itu makan malam bersama Megawati Soekarnoputri di Hotel Fairmont, Jakarta.

6. Putri Anwar galang dukungan di RI
Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, juga sempat mengunjungi Indonesia pada 2015 lalu.

Kedatangan ini sekaligus bertujuan meminta dukungan usai ayahnya dipenjara karena tuduhan sodomi.

Di mata Nurul, Indonesia dalam hal demokrasi lebih baik dari Malaysia.

Selama berkunjung ke Indonesia Indonesia, dia menyambangi Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak kekerasan (KontraS).

"Semua kalau tidak kita tangani bisa kehilangan peluang untuk menjadi Malaysia yang adil dan multikultural," ujar Nurul di kantor KontraS.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: