Ada Duit Dikorupsi, Erick Thohir Bongkar Kebobrokan Dapen BUMN

Kamis, Januari 12, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi lembaga dana pensiun BUMN, Rabu (11/1) malam. Dalam acara bertajuk 'Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Sistem', Erick Thohir mengingatkan agar direksi tidak meninggalkan masalah seperti yang terjadi pada Asabri dan Jiwasraya.
"Sebagai profesional, dengan amanah Merah Putih, kita wajib jaga legacy ini," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Kamis (12/1/2023).

Acara ini dihadiri Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan. Mengutip pernyataan Pahala, Erick mengatakan, pencegahan korupsi yang terbaik harus dimulai dari orang dalam.

"Dari awal, saya memiliki kesepakatan dengan KPK. Dan kita juga memproses hukum di Kejaksaan," katanya.

Erick pun menekankan dua hal penting. Pertama adalah pencegahan korupsi dan kedua perbaikan sistem. Kedua hal ini tersebut diperlukan untuk memperkuat transformasi BUMN yang dalam tiga tahun terakhir yang terbukti membawa BUMN ke jalan yang lebih baik.

Perbaikan positif ini terlihat dari beberapa indikator seperti pertumbuhan aset, ekuitas, pendapatan usaha, dan laba bersih yang terus meningkat.

"Insya Allah dengan sistem yang baik dan insan BUMN yang bertanggung jawab, BUMN bisa terus memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat dan berkontribusi untuk negara," kata Erick.

Erick mengingatkan, saat ini dana pensiun BUMN tidak dapat lagi dikelola seperti dulu yang cenderung tidak transparan, akuntabel dan sering bocor.


"Track record-nya sudah ada. Ada aset yang hilang, investasi yang dimainkan atau dana yang dikorupsi. Sekarang saya bekerjasama dengan BPKP untuk menyusun blacklist, siapa saja direksi yang korup, akan masuk daftar ini. Dan yang bisa mencabut dari blacklist hanya Presiden Republik Indonesia. Kita baru selesai dengan ASABRI dan Jiwasraya," tegas Erick.

Sebelumnya, Erick menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sebesar 65% dana pensiun di perusahaan pelat merah bermasalah. Hanya 35% saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik.

"Saya mau bersih-bersih, mumpung masih ada waktu," tuturnya.

Sumber : detik.com

0 comments: