Ahli Fisika Temukan Kristal Waktu di Mainan Anak-anak

Rabu, Januari 11, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Di 2016, sekelompok ilmuwan menemukan kristal waktu, padatan dengan struktur internal berosilasi yang berulang dalam waktu, bukan di ruang. Kini, mereka menemukan lagi yang lain, dan uniknya ditemukan di mainan anak-anak.

Seperti yang dilaporkan dalam dua penelitian yang diterbitkan dalam Physical Review Letters dan Physical Review B, peneliti telah mengidentifikasi perilaku khas kristal waktu diskrit atau discrete time crystal (DTC) dalam mono-amonium fosfat.

Penemuan ini memperumit teori di balik kristal waktu, karena para peneliti umumnya percaya bahwa benda-benda ini memerlukan 'gangguan internal' tertentu untuk dapat bertindak sebagai kristal waktu.

Tim peneliti menumbuhkan kristal untuk percobaan yang berbeda tetapi ingin tahu apakah mereka dapat mengamati sinyal DTC yang diharapkan di dalamnya. Mereka menggunakan resonansi magnetik nuklir dan terkejut menemukan tanda (signature) secepat yang mereka lakukan.

"Pengukuran kristal kami terlihat sangat mencolok," kata peneliti utama untuk dua studi baru ini, Profesor Sean Barrett, dari Yale University, dikutip dari IFL Science.

"Pekerjaan kami menunjukkan bahwa tanda dari DTC dapat ditemukan, pada prinsipnya, dengan melihat pertumbuhan kristal yang masih," ujarnya.

Kristal waktu diibaratkan seperti agar-agar jelly yang bisa bergoyang aneh. Ketika kita menggoyangkannya, agar-agar berosilasi dengan frekuensi yang tidak sesuai dengan gerakan kita. Inilah yang terjadi dengan kristal waktu. Apa pun dorongan awal kita, kristal waktu akan mengasumsikan frekuensi tertentu.

Bagaimana struktur seperti itu bisa muncul, belum diketahui dengan jelas. Dan berbagai penelitian menantang banyak gagasan yang diajukan selama beberapa tahun terakhir.


"Kami menyadari bahwa hanya menemukan signature DTC tidak serta merta membuktikan bahwa sistem tersebut memiliki memori kuantum tentang bagaimana hal itu terjadi," kata Robert Blum, mahasiswa pascasarjana Yale University, salah satu penulis studi tersebut.

Tim kemudian mendorong penyelidikan mereka lebih lanjut. "Ini mendorong kami untuk mencoba 'gema' kristal waktu, yang mengungkap koherensi tersembunyi, atau tatanan kuantum, di dalam sistem," jelas penulis utama Jared Rovny yang juga seorang mahasiswa pascasarjana Yale University.

Kristal waktu untuk apa?
Mungkin banyak yang bertanya, apa manfaat nyata dari penelitian ini? Kristal waktu berpotensi meningkatkan teknologi mapan seperti jam atom, magnetometer, bahkan giroskop yang digunakan di smartphone kalian dalam menentukan orientasinya.

Kristal waktu bahkan mungkin memainkan peran penting dalam teknologi kuantum yang muncul, bidang penelitian yang kemungkinan akan makin gencar dilakukan selama beberapa tahun ke depan.

Sumber : detik.com

0 comments: