Alasan Kenapa Tidak Boleh Menolak Makanan di Kalimantan, Pendatang Wajib Tahu

Senin, Januari 09, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Rumah warga suku Dayak di Kalimantan (Foto: iNews)

MENGULAS alasan kenapa tidak boleh menolak makanan di Kalimantan? Sebagai negara yang memiliki ragam kebudayaan, Indonesia masih kental dengan adat istiadatnya.

Sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia untuk menerima pemberian dari orang yang dikenal. Apalagi pemberian berupa makanan pasti tak seorang pun yang akan menolaknya. Terlebih makanan yang dihidangkan dalam sebuah hajatan.

Jika ada orang yang menolaknya mungkin akan dianggap sebagai seorang yang sombong. Namun, hal itu bisa jadi lebih parah jika terjadi di Kalimantan bahkan diyakini mengundang bencana.

Orang Kalimantan memiliki pamali yakni larangan menolak makanan yang diberi warga setempat. Masyarakat Kalimantan menyebutnya dengan Kapunuhan.

Adapun berikut ini penjelasan terkait larangan menolak makanan di Kalimantan.

Kenapa Kita Tidak Boleh Menolak Makanan di Kalimantan?

Masyarakat Kalimantan memiliki kepercayaan tentang menolak makanan yang diberikan masyarakat, baik berupa tawaran atau makanan hidangan pada hajatan. Siapapun diwajibkan untuk memakannya meski barang mencicipi sedikit saja.

Bila tidak, mereka akan mengalami kapuhunan atau musibah. Kapuhunan ini termasuk salah satu kepercayaan masyarakat Kalimantan yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

Banyak dikisahkan bila seseorang diberi makanan dan menolak makan akan mendapatkan musibah, entah itu terjatuh dari motor, atau kemalangan lainnya. Untuk itu, siapapun orang yang berada di Kalimantan dan ditawari makanan jika tak ingin menyantapnya lebih memilih 'nyantap' atau mencicipi barang sedikit.

Nyantap di Kalimantan berarti menyentuh makanan hanya sebatas memasukkan telunjuk jari ke makanan kemudian menempelkan ke bibir.

Selayaknya pepatah 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung' begitulah yang hendaknya dilakukan oleh semua orang saat bertandang di suatu daerah. Menghormati setiap adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku di suatu daerah menjadi hal wajib yang tak boleh ditinggalkan.

Sebagai informasi, kapuhunan berasal dari kata "puhun" berawalan ke- berakhiran -an (bahasa Indonesia: Kepohonan). Dalam bahasa Banjar tak mengenal huruf vokal "o", maka pada kata "pohon" diganti dengan huruf vokal "u'.

Itulah alasan kenapa kita tidak boleh menolak makanan di Kalimantan yang tak banyak orang ketahui. Semoga bermanfaat!


Sumber : okezone.com

0 comments: