Aneh tapi Nyata, Mata Air di Desa Sumedang Ini Rasanya Asin

Sabtu, Januari 14, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Sumber mata air asin di salah satu desa di Kabupaten Sumedang (Foto: Nur Azis/detikJabar).

Sumedang - Fenomena alam unik terjadi di Blok Ciseupan atau antara Desa Ciuyah dan Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang. Di sana terdapat sumber mata air yang memiliki rasa asin.

Belum lama ini, detikJabar berkesempatan menyambangi lokasi mata air itu berada. Benar saja, kandungan air tersebut memiliki rasa asin yang cukup pekat.

Dari dasar mata air itu pun tampak mengeluarkan gelembung-gelumbung udara. Sumber mata air itu berada di tengah area pesawahan warga atau tepatnya di sekitar area sawah milik Uka (68).



Beruntung saat detikJabar ke sana, sang pemilik mata air sedang berada di lokasi. Kepada detikJabar, Uka pun menceritakan awal mula kemunculan mata air tersebut.

Uka mengaku orang pertama yang menemukan mata air tersebut. Mata air itu ditemukan pada 10 tahun silam.

"Saya menemukan mata air ini 10 tahun yang lalu, terus sama keponakan-keponakan saya saat itu digali dan dibuatkan kolam seperti sekarang ini," ungkap Uka.

Uka menyebut, diameter dari kolam mata air tersebut berukuran kurang dari setengah meter dengan kedalaman sekitar 1 meter.

"Mata air ini selalu mengeluarkan gelembung-gelembung udara dan di bawahnya adalah berupa lumpur," ujarnya.

Menurut Uka, rasa asin yang terkandung di dalamnya tidak terlepas dari asal usul nama sebuah dusun yang tidak lain adalah Dusun Ciuyah (dalam bahasa Sunda Ci yang berarti kependekan dari cai atau air dan uyah yang berarti garam).

"Jadi di sini itu dulunya memang sudah ada Dusun Ciuyah kalau sekarang Dusun Ciuyah itu sebagian wilayahnya ada yang masuk ke Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua," paparnya.

Namun, ia pun tidak mengetahui pasti terkait musabab dari mata air itu kenapa bisa memiliki kandungan rasa yang asin.

"Kalau kenapa air di sini itu rasanya asin, emak juga tidak tahu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciuyah Suharja menjelaskan, lokasi mata air itu secara adminitratif kini termasuk ke dalam wilayah Desa Cisarua pasca adanya pemekaran wilayah desa pada 1982. Padahal sebelumnya lokasi mata air tersebut menjadi bagian dari wilayah Desa Ciuyah.

"Jadi sekarang mah lokasi sekitar mata air itu jadi wilayah perbatasan, lokasi itu dibatasi oleh sebuah selokan atau sungai kecil yang ada di sana," paparnya.

Suharja melanjutkan, sementara terkait kenapa mata air itu memiliki kandungan air yang rasanya asin, hingga kini pun belum terpecahkan.

Bahkan, kata dia, sebelumnya pernah datang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membawa sampel airnya namun hingga kini belum ada kabar lanjutannya.

"Dulu pernah datang ke sini dari ITB dan mengambil sampel air itu tapi hingga kini belum tahu hasilnya seperti apa," terangnya.

Menurutnya, rasa asin yang terkandung di dalam mata air itu kemungkinannya dipengaruhi oleh keberadaan Gunung Tampomas yang jaraknya tidak begitu jauh.

"Kayanya mungkin karena keberadaan Gunung Tampomas, sebab gunung itu kan biasanya ada yang mengeluarkan air belerang panas, nah kalau ke sini mungkin sisa-sisanya yang menghasilkan air asin," paparnya.

Ia pun menceritakan suatu momen kaitannya dengan keberadaan sumber mata air asin itu yang konon tidak pernah surut meskipun saat memasuki musim kemarau.

"Dulu mah kalau musim kemarau, katanya ada sebuah tradisi biar ternak-ternak warga kenyang, maka pakan-pakannya dikasih cipratan-cipratan air asin itu terlebih dulu," tuturnya.

Namun terlepas dari itu, kata dia, rasa asin yang terkandung di dalam sumber mata air masih menjadi misteri hingga kini.

"Jadi sepertinya, lokasi mata air itu mah kayanya merupakan situs sejarah Sumedang yang belum ke buka," ujarnya.


Sumber : detik.com

0 comments: