Deretan 'Harta Karun' di Proyek MRT Jakarta yang Bikin Heboh di 2022

Rabu, Januari 25, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 sepanjang 2022 menyita perhatian. Banyak sekali penemuan 'harta karun' bersejarah di proyek pembangunan MRT dari Bundaran HI ke Kota Tua tersebut.
Tim Arkeologi dari kontraktor MRT Jakarta Junus Satrio Atmodjo mengatakan ada ribuan temuan 'harta karun' dalam pembangunan proyek MRT Jakarta. Sayangnya banyak di antaranya sudah tidak bisa lagi dianalisis karena hanya berupa pecahan-pecahan saja.

"Wah banyak ada ribuan, tapi kecil-kecil, pecahan-pecahan keramik, potongan pipa banyak sekali, karena kecilnya sampai nggak bisa kita ambil jadi sampel karena tak bisa kita analisis," ungkap Junus kepada wartawan, Selasa (20/9/2022).

Menurut Tim Arkeolog yang menangani temuan di proyek MRT Fase 2 Charunia Arni Listya D, memang wajar ditemukan banyak 'harta karun' di sekitar proyek MRT Jakarta. Hal itu terjadi karena lokasi proyek berdekatan dengan pusat kota Batavia alias Jakarta tempo dulu.

Di sekitar Glodok dan Kota Tua yang masuk ke dalam paket pengerjaan MRT CP 203 misalnya, menurut arkeolog yang akrab disapa Lisa itu, kawasan Glodok dan Kota Tua berdekatan dengan pusat niaga, pusat pemerintahan, hingga pusat pemukiman Batavia.

"Di 203 (sekitar Glodok dan Kota Tua) itu kan awalnya pusat pemerintahan dan pusat bisnis, di pinggirnya juga pemukiman orang Batavia. Makanya di situ banyak artefak lepas," kata Lisa ditemui di lokasi temuan trem kuno di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2022).

Berikut temuan 'harta karun' di proyek MRT Jakarta sepanjang 2022:
Saluran Air Kuno
Dalam bahan paparan Forum Jurnalis MRT Jakarta bulan September 2022, pada Desember 2021 ditemukan Saluran Air Kuno Batavia yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Saluran air yang ditemukan itu disinyalir merupakan bagian dari sistem pasokan air bersih Kota Batavia alias waterleiding pada abad 18. Saluran itu mengalirkan air bersih melalui kolam air atau water plat sampai menuju Benteng atau Kastil Batavia.

Dulunya banyak orang-orang Belanda tinggal di dalam kastil tersebut. Area kastil tersebut sekarang menjadi area Museum Fatahilah.

Junus mengatakan saluran air itu memasok air hanya untuk masyarakat di dalam kastil Batavia saja. Diperkirakan ada sekitar 9-10 ribu orang di dalamnya, terdiri dari orang-orang Belanda dan budak dari masyarakat lokal.

Jalur pipa air itu direncanakan sekitar tahun 1730, pembangunannya memakan waktu cukup lama karena menunggu pengiriman material langsung dari Belanda. Di tahun 1800-an baru lah saluran air bersih itu bisa digunakan secara penuh.

"Direncanakan 1730, datanya 1755 masih dikerjakan, 1780 masih dikerjakan. Prosesnya lama karena bata-bata ini didatangkan dari Belanda, kita bisa bayangkan kapal-kapal Berlalu lalang ke sini membawa bata ini. Bata-bata ini kan sebagai balas ya, penyeimbang," ungkap Junus.

Jembatan Kuno
Masih pada bahan paparan yang sama, ditemukan juga struktur jembatan Glodok Kuno yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya.

Hal itu diketahui berdasarkan peta lama Batavia. Sebelumnya terdapat jembatan untuk menyebrangi kanal Kali Besar yang sekarang menjadi Jl. Pancoran dan Jl. Pinangsia Raya.

Penemuan Lainnya
Penemuan 'harta karun' dalam pembangunan MRT Jakarta sudah sejak akhir 2020. Beragam benda artefak-artefak kecil ditemukan dan diperkirakan berasal dari abad 18-20 Masehi.

Sejumlah artefak atau bangunan bersejarah ditemukan setidaknya di 14 titik penggalian yang berada di kawasan pembangunan MRT Fase 2A mulai dari kawasan bawah tanah Jalan MH Thamrin serta sebagian Jalan Medan Merdeka Barat.

Ada berbagai artefak yang ditemukan di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tersebut mulai dari fragmen keramik China, peluru, botol tembikar, gigi bovidae atau hewan pemamah biak seperti kerbau dan bison, hingga fragmen keramik Eropa.

Ada juga jalur trem yang pertama kali ditemukan di kawasan Glodok pada pertengahan 2021 lalu. Jaringan trem yang ditemukan cukup panjang, sekitar 400-an meter yang melintang dari kawasan Glodok menuju Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua.

Lalu jalur trem juga ditemukan lagi di sekitar Harmoni, diperkirakan jalur trem temuan itu melintang dari Harmoni ke Mangga Besar dengan panjang 1,4 kilometer.

Dua penemuan jalur trem ini disebut merupakan satu jaringan trem dengan rute dari Kota Tua menuju Harmoni. Diperkirakan rel-rel dari jalur trem yang ditemukan sudah diproduksi sejak tahun 1930, namun jalurnya sudah ada sejak akhir 1860-an.


'Harta Karun' Dimuseumkan
Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan 'harta karun' yang ditemukan otomatis diamankan. Pihaknya melakukan pembongkaran dan pengangkatan bagian per bagian untuk nantinya dipamerkan kepada masyarakat.

"Brick by brick kita ambil satu-satu, kita keep supaya di kemudian hari rencananya mau kita display sehingga bisa mengedukasi masyarakat semua," jelas Silvia dalam forum jurnalis MRT Jakarta, Selasa (20/9/2022).

MRT Jakarta bersama jajaran Dinas Kebudayaan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) Pemprov DKI Jakarta telah sepakat melakukan proses dokumentasi yang baik.

Dokumentasi dilakukan dengan mengangkat bagian-bagian dari temuan itu. Beberapa di antaranya bakal dipamerkan di sebuah museum kecil yang dibangun di sekitar kawasan Kota Tua, tepatnya di jalan penghubung yang nantinya dibangun antara Stasiun KRL dan Stasiun MRT Kota Tua.

Sejauh ini pihaknya sendiri sudah membuka galeri kecil-kecilan yang menampung temuan harta karun bersejarah di Proyek MRT Jakarta pada sudut Stasiun Kota.

"Rencana di Stasiun Kota akan ada galeri seperti museum, rencananya kita akan pasang di kawasan Beos. Kondisi di bawah Plaza Beos akan kita bangun grand plaza entrance yang menghubungkan Beos dengan Stasiun Kota dengan Stasiun MRT dan di bawahnya ada jalur bawah tanahnya kan, di jalur ini kita akan tempatkan display area jadi galeri atau museum," papar Silvia.

Sumber : detik.com

0 comments: