Fosil Bunga Terbesar di Dunia yang Diawetkan 40 Juta Tahun Lalu di Ambar Berhasil Diidentifikasi

Sabtu, Januari 14, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Fosil bunga terbesar yang diawetkan 40 juta tahun lalu di ambar berhasil terungkap (Foto: MnF Berlin)

BERLIN - Hampir 40 juta tahun yang lalu sekuntum bunga bermekaran di hutan konifer Baltik. Resin pohon yang menetes membungkus kelopak dan serbuk sari menampilkan pemandangan menakjubkan di masa lalu planet kita.

Para ilmuwan telah melihat kembali fosil bunga di ambar yang unik, yang pertama kali didokumentasikan pada 1872 sebagai milik seorang apoteker bernama Kowalewski di tempat yang sekarang disebut Kaliningrad, Rusia.

Menurut Eva-Maria Sadowski, seorang peneliti postdoctoral di Museum für Naturkunde, museum sejarah alam Berlin, dan penulis buku studi terbaru itu, fosil yang mencolok itu telah lama terlupakan dalam koleksi Institut Federal untuk Geosains dan Sumber Daya Alam di Berlin (BGR).

Dia mengatakan bahwanya dirinya mendengar tentang fosil bunga, yang secara resmi dikenal sebagai spesimen X4088, dari seorang pensiunan rekannya, yang menurutnya terlalu dibesar-besarkan.

“Dia memberi tahu saya bahwa dia pernah mengunjungi BGR dan (dia) melihat bunga ambar yang paling menakjubkan dan terbesar dalam koleksinya. Saya tidak menyadari bahwa mereka memiliki koleksi ambar. Jadi saya bertanya kepada kurator koleksi BGR apakah saya bisa datang untuk melihat koleksi mereka – dan di sana saya menemukan spesimen X4088,” ujarnya melalui email.

“Saya sangat terkejut melihat penyertaan bunga sebesar itu,” lanjutnya.

Dengan diameter 28 milimeter (1,1 inci), ini adalah bunga terbesar yang diketahui menjadi fosil dalam damar – tiga kali ukuran fosil serupa.

Sadowski mengekstraksi dan memeriksa serbuk sari dari damar. Dia menemukan bahwa bunga itu salah diidentifikasi saat pertama kali dipelajari.

“Nama genus asli spesimen ini adalah Stewartia dari famili tumbuhan Theaceae. Tetapi kami dapat menunjukkan dalam penelitian kami bahwa ini tidak benar, terutama berdasarkan morfologi serbuk sari. Tetapi ketika spesimen pertama kali dipelajari pada abad ke-19, mereka (belum) menemukan atau mempelajari serbuk sarinya,” katanya.

Bunga ini terkait erat dengan genus tanaman berbunga yang umum di Asia yang sekarang dikenal sebagai Symplocos - semak atau pohon yang berbunga putih atau kuning.

Awalnya bernama Stewartia kowalewskii, penulis mengusulkan nama baru untuk bunga Symplocos kowalewskii.

Fosil ambar menawarkan tampilan tiga dimensi yang menggiurkan di masa lalu. Selain tumbuhan dan bunga, ekor dinosaurus, kepiting, semut neraka, ibu laba-laba dan anak-anaknya, kaki burung purba, dan tengkorak kadal telah ditemukan terkubur dalam gumpalan resin pohon.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada Kamis (12/1/2023).


Sumber : okezone.com

0 comments: